Rabu, 11 Juni 2014

Resensi Tirani Dedaunan



Judul : Tirani Dedaunan
Pengarang : Chairul al-Attar
Penerbit : Penerbit DIVA Press
Cetakan : Pertama, Desember 2012
Tebal : 296 halaman
ISBN : 978-602-2766-57-50
                         
Sebuah niat dan tekad yang kuat seringkali mengubah hidup seseorang. Dengan tekad serta semangat, seseorang akan bisa mewujudkan keinginannya, terlebih sebuah mimpi. Jarak tak menjadi kendala untuk meraih mimpi. Justru hal itu akan menjadi batu pijakan dan sebuah penyemangat tersendiri dalam mencapai tujuan hidup. Segala hal pastilah mengandung risiko. Jadi, siapa saja yang berani menghadapi risiko, mereka akan menang. Impian setinggi apapun akan tercapai.


“Kapankah langit lukiskan warna kehidupannya pada hari esok?”
Buku ini menceritakan tentang tiga orang sahabat yang merantau ke kota pelajar, Jogja. Mereka bernama Fatah, Zaenal, dan Rian. Ketiganya menjalani hari-hari yang penuh pergulatan hidup. Sementara Fatah dan Zaenal berusaha meraih impian mereka, Rian lebih memilih berhura-hura, melupakan tujuan utamanya merantau untuk kuliah, menimba ilmu serta menjadi seorang yang sukses.
Tuhan yang masih sayang dengan Zaenal berusaha mengingatkan lelaki itu dengan sebuah kecelakaan yang menimpanya. Nyawa Zaenal hampir melayang akibat kecelakaan tersebut. Hingga seorang gadis yang turut bersamanya dalam aksi kebut motor meninggal dunia. Dari sanalah Zaenal menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya selama ini sudah jauh dari tujuan semula.
Fatah dan Zaenal pun tidak luput dengan ujian hidup. Saat Zaenal menempuh studi, adiknya yang menderita leukimia harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan Fatah harus berbesar hati kala mendengar kabar bahwa ibunya dipanggil Sang Kuasa. Namun, keduanya tetap bertekad menyelesaikan studi dan berjanji tak akan goyah diterpa ujian yang datang bertubi-tubi.
Akhirnya, tibalah hari itu, saat keduanya dinyatakan lulus. Tetapi hidup masih ingin menguji Fatah. Saat itu, Rian yang juga telah lulus meminta bantuan Fatah untuk meminangkan seorang gadis untuknya. Ningsi, gadis yang juga dicintai Fatah.
Pembaca diajak merasakan konflik batin yang dialami tokoh Fatah.    Bagaimana sikap bijaksananya dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang menimpanya. Tak hanya itu, pembaca dibuat penasaran dengan setiap penyelesaian masalah, setiap tindakan yang akan diambil Fatah dalam cerita ini.
Hingga sebuah sinar hidayah menyinari ketiga sahabat tersebut. Fatah bisa meminang Ningsi, sedangkan Rian menjalankan tanggung jawabnya untuk menikahi Dewi, gadis yang saat ini mengandung darah dangingya. Zaenal sendiri mendapat pekerjaan di kota.
Tirani Dedaunan adalah cerita inspiratif yang menyedot pembaca ke dalam alur ceritanya seakan mengalami sendiri setiap kejadian dalam cerita ini.  Maka, jika merasa kurang semangat dalam menggapai mimpi, novel ini dapat menjadi jalan keluarnya.
Tuntutlah ilmu, Temukan cinta, dan Tebarlah Kebaikan ...

0 komentar :

Posting Komentar