Rabu, 26 November 2014

Di manakah puisi-puisi Anggi Putri?

Alhamdulillah,
Saya banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT. Entah kapan saya memulai dalam menggerakkan pena. Kini baru saya sadari bahwa sayap yang saya kepakkan sudah melebar ke beberapa bagian, walaupun belum sepenuhnya. Namun hasil sudah begitu nampak. Semoga selalu ada ridho-Nya.

Puisi-puisi yang saya tulis ternyata beberapa telah dimuat di media online. Bahkan hal tersebut baru saya sadari pagi ini ketika saya iseng ingin search di google dengan kata kunci 'puisi-puisi anggi putri'. Sekali klik nama saya ada di urutan teratas pencarian. Betapa terlonjaknya saya ketika menyadari bahwa puisi-puisi yang iseng saya kirimkan ke media online sudah termuat jauh-jauh hari. Bahkan sudah hampir setengah tahunan. Dalam waktu yang cukup lama itu saya tak menyadari sepenuhnya.

Beberapa di antaranya, yaitu:

Puisi berjudul Masihkah? yang dimuat di web loker puisi
www.lokerpuisi.web.id/2014/02/masihkah-oleh-anggi-putri.html

Puisi berjudul Masih Adakah? yang juga dimuat di web loker puisi
http://www.lokerpuisi.web.id/2013/12/masih-adakah-oleh-anggi-putri.html

Puisi berjudul Seteguk Kopi yang Kau berikan yang dimuat di jejak puisi
http://www.jejakpuisi.com/2014/03/seteguk-kopi-yang-kau-berikan-puisi.html

Dua puisi saya dimuat di Sayap Kata Edisi 22 Juli 2014

Puisi berjudul Pa Pu Ma yang dimuat di blog KPKers
http://kpkers.blogspot.com/2014/11/puisi-pa-pu-ma-karya-anggi-putri.html

Beberapa puisi yang ada di blog Aliran Puisi Baru:
1. Motif-motif Tak Bernyawa
http://eventaliranpuisibaru.blogspot.com/2014/10/motif-motif-bernyawa.html

2. Menyibakkan Sunyi dengan Doa
http://eventaliranpuisibaru.blogspot.com/2014/06/menyibakkan-sunyi-dengan-doa.html

3. Setetes Darah
http://eventaliranpuisibaru.blogspot.com/2014/11/setetes-darah.html

4. Pemuda Merah Putih
http://eventaliranpuisibaru.blogspot.com/2014/08/pemuda-merah-putih.html

Puisi Idul Fitri dimuat di blog Nektarity
http://www.rumpunnektar.com/2014/07/kumpulan-puisi-idul-fitri-karya.html


Barakallah ^_^



Jumat, 21 November 2014

Kopdar KPKers Surabaya

Kali ini saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, mereka semua penulis Surabaya dan Sidoarjo. Saya tahu acara ini hanya dari  facebook dan ingin datang bersama salah seorang teman saya, Isnaini Afifah. Alhamdulillah, Isna mau saya ajak berjuang menuju Rungkut, dengan naik lin hingga oper  beberapa kali.

Jumat, 14 November 2014

Pengalaman Tak Terduga

Rabu, 12 November 2014 pukul 15.00 WIB


Siang itu matahari sangat terik. Kendaraan penuh memadati kota Surabaya yang penuh polusi. Asap kendaraan menyesakkan paru-paruku. Napas pun kembang kempis. Sudah tiga bulan aku berada di kota terbesar kedua di Indonesia itu untuk menempuh studi.

saya baca puisi Parade Jatim Cerdas

Kamis, 06 November 2014

Event Menulis Surat Cinta untuk Ibu (AE Publishing)






Bertepatan pada tanggal 22 Desember yaitu Hari Ibu, PJ Event beserta  AE Publishing mengajak kalian semua untuk menulis ‘surat’ untuk Ibu. Ungkapan terima kasih, rasa kasih sayang, dan cinta kepada sosok yang berjasa dalam melahirkan kita ke dunia. Sosok pelita kehidupan yang tak akan terganti.Oke, simak persyaratannya dengan saksama!

Gerimis Masa Silam




Dedaunan di pekarangan Rumah Sakit Umum kian basah. Hujan tak jua reda. Sesekali lelaki itu menengok keluar ruangan. Ia termangu di daun jendela sembari menyeruput secangkir kopi panas. Hari-hari melelahkan telah terlampaui.
            “Ah, rasanya baru kemarin kakiku menginjak ruangan ini,” gumam lelaki itu sembari mengulas senyuman. Kini pikirannya tak lagi ada di sana. Bayangan masa silam kembali meracau otaknya.
            ***

Lentera di Balik Hujan





Sebatas itu kau berada
Sebenarnya kau menyalahi dirimu sendiri
Kau menyalahi takdirmu sendiri
Mending jadi matahari atau rembulan
Terang menyinari
Jangan jadi korek api!
Kamu kian redup diteroa hujan
Aku tidak melihat egoisme dalam dirimu
Aku tidak melihat kata optimis dalam dirimu
Kamu hanya tertawa saat bersama
Dan kembali,
Sendiri dalam sunyi
Lenteraku
Kenapa? Kau bakar dirimu itu
Jelas tidak imapulata!

Surabaya, 4 November 2014

Pengungkapan




Selagu merdu nyanyian pagi
Mendayung jiwa ke ujung pelangi
Gelombang kenang membanting diri
:gemetar menitu sunyi

Berpendar asmara meneguk kelana
Mengadu samsara bertopang cakrawala
Kau bertudung sutra senja
Sayang berpulang pada-Mu jua

Di layar bingar bertukar sapa
Dalam mimpi Kau menjelma
Dalam hati Kau bertahta
:datang semasa

Libas habis waktuku!
Ah, bertukar rayu pun tak mau
Negosiasi kan kelabu
Surabaya, 4 November 2014