Kamis, 19 Maret 2015

ARUS WAKTU

Ia memintal harap dan impian
sedang aku terpental
mengingat narasi siang itu
sandiwara di kota seksi
bergeliat diantara lampu kota
remang-remang

elegi di bawah awan gelap
dua katanya mantap
dan dada ini sesak
seketika itu aku membenci waktu
muasal segala belenggu
misteri yang belum terlucuti
tiga, empat, siapa tahu nanti

Ah, gelisah merenda seluruh hati
rasa ini meremasku
kerna sebentar sepi merenggutku
dalam kelu
akankah kutolak rindu
di tiap minggu pun ragu

Surabaya, 20 Maret 2015

0 komentar :

Posting Komentar