Jumat, 25 Desember 2015

MENANGKAP MAKSUD TUTURAN MELALUI UNSUR SEGMENTAL LEGENDA JAKA TARUB (Penulis: Anggi Putri)


A.      Pendahuluan
Menurut Keraf (1997:1) bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia (http://fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi.html?=1). Agar komunikasi tersebut berjalan dengan baik, kedua belah pihak memerlukan bahasa yang dapat dipahami bersama. Wujud bahasa utama ialah bunyi. Bunyi-bunyi tersebut disebut bunyi bahasa, yaitu perwujudan dari setiap bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (id.m.wikibooks.org/wiki). Dalam pengucapannya, bunyi bahasa dapat disegmentasikan atau dipisah-pisahkan, bunyi yang dapat disegmentasikan itu terdapat unsur-unsur yang menyertainya sehingga disebut bunyi segmental. Dengan demikian, dianggap penting mengkaji mengenai bunyi-bunyi segmental tersebut. Guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam (http://fonologi.blogspot.com/2012/06/klasifikasi-bunyi-segmental-dan.html?=1).


Pernyataan di atas menegaskan bahwa pengkajian unsur segmental dalam bahasa merupakan hal yang penting. Hal ini disebabkan karena bunyi segmental merupakan salah satu ilmu fonologi yang sangat penting dalam ilmu bahasa yang berfungsi sebagai alat komunikasi dan pembeda makna kata dalam setiap ucapan maupun pendengaran. Dalam hal ini, unsur segmental juga ditemui dalam legenda.
Legenda merupakan cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai “sejarah” kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya (http://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda.html).
Menurut Buku Sari Kata Bahasa Indonesia, legenda adalah cerita rakyat zaman dahulu berkaitan dengan peristiwa dan asal-usul terjadinya suatu tempat. Di Indonesia pun terdapat berbagai jenis legenda. Salah satunya yaitu Jaka Tarub. Legenda Jaka Tarub adalah salah satu cerita rakyat yang diabadikan dalam naskah populer Sastra Jawa Baru, Babad Tanah Jawa. Kisah ini berputar pada kehidupan tokoh utama bernama Jaka Tarub. Setelah dewasa, ia bergelar Ki Ageng Tarub yang dianggap keturunan leluhur dinasti Mataram. Menurut sumber masyarakat Desa Widodaren, Gerih, Ngawi peristiwa ini terjadi di desa tersebut. Nama desa Widodaren itu dipercaya masyarakat setempat berasal dari kata widodari yang berarti bidadari (http://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub).
  Berdasarkan hal itu, pembahasan kali ini difokuskan pada unsur segmental dalam legenda “Jaka Tarub”. Karena dalam legenda tersebut menunjukkan adanya unsur segmental, yaitu adanya rentetan bunyi. Oleh karena itu, dapat dilihat dari bunyi bahasa (bunyi ujar). Lebih-lebih pada unsur segmental sebagai sarana menangkap maksud tuturan dalam sebuah cerita yang berupa legenda.

B.       Unsur Segmental
Adapun definisi Bunyi Segmental adalah sebagai berikut:
1.    (Masnur:2008) Bunyi segmental ialah bunyi yang dihasilkan oleh pernafasan, alat ucap dan pita suara.
2.    (Chaer:2009) Bunyi segmental ialah bunyi ujar bahasa yang terdiri dari segmen-segmen tertentu.
Bunyi Segmental  ada empat macam, yaitu:
1.    Konsonan adalah bunyi yang arus udara terhambat oleh alat ucap.
2.    Vokal adalah bunyi yang arus udara tidak terhambat oleh alat ucap.
3.     Diftong adalah dua vokal yang dibaca satu bunyi, misalnya: /ai/ dalam sungai, /au/ dalam /kau/ 
4.     Kluster adalah dua konsonan yang dibaca satu bunyi.
Contoh Kluster atau Konsonan Rangkap:
a.    ng:  yang
b.    ny:  nyonya
c.    kh:  khusus, khas, khitmad
d.   pr:  produksi, prakarya, proses
e.    kr:  kredit, kreatif, kritis, krisis
f.     sy:  syarat, syah, syukur
g.    str:  struktur, strata, strategi
h.    spr:  sprai
i.      tr  :  tradisi, tragedi, tragis, trauma, transportasi.
Di sisi lain, Imam Suhairi (2009)  berpendapat bahwa bunyi segmental mengacu pada pengertian bunyi-bunyi yang dapat disegmentasi atau dipisah-pisahkan. Kata matang misalnya, dapat disegmentasi menjadi /m/,/a/,/t/,/a/,/n/,/g/. Jelas bunyi-bunyi tersebut menunjukkan adanya fonem. Dengan demikian, sebenarnya bunyi-bunyi bahasa yang telah diuraikan sebelumnya adalah bunyi segmental.
Adapun jenis unsur segmental yang digunakan dalam legenda Jaka Tarub setelah dilakukan analisis, kemudian diklasifikasikan, yaitu, konsonan, vokal, diftong, dan kluster. Dari masing-masing unsur segmental tersebut akan dijelaskan sesuai dengan fungsinya dan disertai dengan contoh. (http://fonologi.blogspot.com/2012/06/klasifikasi-bunyi-segmental-dan.html)

C.      Analisis Menangkap Maksud Tuturan Unsur Segmental Legenda Jaka Tarub
Dalam pembahasan kali ini, menganalisis unsur segmental yang ditemukan pada legenda Jaka Tarub. Langkah ini dilakukan untuk menangkap maksud tuturan unsur segmental legenda Jaka Tarub.
(1)     Pada suatu hari hiduplah seorang pria tampan dan rupawan yang tinggal di Desa Tarub.

Unsur segmental tampan dan rupawan pada kutipan (1) maksudnya, pria itu tampan sekali. Artinya, ada seorang pria yang wajahnya tampan sekali tinggal di sebuah desa bernama Desa Tarub.
(2)     Ia adalah seorang pemburu yang mahir menggunakan panah.

Unsur segmental mahir pada kutipan (2) maksudnya, pemburu itu pintar dalam memanah. Artinya, Jaka Tarub adalah seorang pemburu yang pintar memanah.
(3)     Maka dengan berat hati keenam bidadari memutuskan untuk meninggalkan Nawang Wulan sendirian di bumi.

Unsur segmental berat hati pada kutipan (3) maksudnya, terpaksa. Artinya keenam bidadari dengan terpaksa meninggalkan Nawang Wulan sendirian di bumi.
(4)     Suatu ketika saat persediaan mereka semakin menipis.

Unsur segmental menipis pada kutipan (4) maksudnya adalah beras yang dimiliki hampir habis. Artinya, pada suatu ketika beras yang dimiliki Jaka Tarub dan Nawang Wulan hampir habis.

D.           Simpulan
Dari hasil analisis di depan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.    Kata tampan dan rupawan pada Legenda Jaka Tarub memiliki arti tampan sekali.
2.    Kata berat hati pada Legenda Jaka Tarub memiliki arti terpaksa.
3.    Kata mahir pada Legenda Jaka Tarub memiliki arti pintar memanah.
4.    Kata menipis pada Legenda Jaka Tarub memiliki arti beras yang dimiliki hampir habis.













Daftar Pustaka

Keraf.1997.(http://fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi.html?=1) diunduh pada 21 Oktober 2014

(http://id.m.wikibooks.org/wiki)  diunduh pada 21 Oktober 2014

Mansur.2008.(http://fonologi.blogspot.com /2012/06/klasifikasi-bunyi-segmental-                        dan.html?=1) diunduh pada 21 Oktober 2014

Chaer. 2009.(http://fonologi.blogspot.com /2012/06/klasifikasi-bunyi-segmental-dan.html?=1) diunduh pada 21 Oktober 2014

Suhari.2008.(http://fonologi.blogspot.com /2012/06/klasifikasi-bunyi-segmental-   dan.html?=1) diunduh pada 21 Oktober 2014

(http://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda.html) diunduh pada 21 Oktober 2014

(http://id.m.wikipedia.org /wiki/Legenda_Jaka_Tarub) diunduh pada 21 Oktober 2014















0 komentar :

Posting Komentar