Selasa, 12 Desember 2017

Sensasi Ikut Makan Bajamba di Ranah Minang



Sebelumnya banyak yang DM saya setelah melihat status saya yang pada tanggal 29 November kok unggah foto di Bandara Minangkabau.

Mbak traveling ya? Tapi setelahnya kok unggah foto rumah gadang, kok foto bareng Wakil Wali Kota, kok ada juga foto bareng penari bahkan sama sastrawan. Sebenere sampean lapo ke Sumatera Barat?

Baiklah, saya mau klarifikasi, cieelah bahasanya. Jadi, saya mendapat undangan ke Payakumbuh Botuang Festival yang acaranya tanggal 1-2 Desember 2017. Lha, kok berangkat tanggal 29 November? Iya, itu saya sengaja karena ingin berkunjung ke beberapa tempat dan ketemu teman dunia maya yang ingin saya tahu wujud asli mereka whuhahaha..

Dan lagi seperti biasa…

Sambil menyelam minum kopi.

Di Payakumbuh, setelah saya nomaden sebelum acara berlangsung, saya akhirnya ke tempat panitia di Balai Kaliki, Koto Nan Gadang. Lebih lengkapnya bisa langsung lihat Vlog Tour Room di Rumah Gadang Dt. Gindo Sinaro nan Kuniang di sini.

Perjalanan saya ke Padang-Bukittinggi-Payakumbuh akan saya tulis dalam beberapa Part agar enak dibaca dan tak terlalu panjang per postingan. As you can see on the tittle, kali ini mengenai makan bajamba yang saya alami di tanah Minang. Sebuah tradisi yang pertama kali saya ikuti. Sangat senang dong tentunya, karena tidak setiap hari tradisi ini digelar lho.

Apa sih Makan Bajamba?
Makan bajamba itu makan bersama-sama yang dibagi dalam kelompok-kelompok bisa berjumlah 5-7 orang di tiap lingkaran. Kali ini kelompok makan saya terdiri dari Bu Rina (Jakarta), Uni Ami (Suliki), Naff (Yunani), Sarah (Padang), Winni (Medan), Finni (Padang), dan Annisa (duh maaf, lupa dari mana). Tradisi ini juga dikenal sebagai makan barapak ini dilakukan masyarakat Minangkabau pada hari-hari besar keagamaan, pesta atau upacara adat, dan hal penting lain.



Ada hal-hal unik yang wajib dilakukan saat makan bajamba, nasi harus diambil sesuap saja dengan tangan kanan. Setelah ambil sedikit lauk pauk, nasi dimasukkan ke mulut dengan cara dilempar dalam jarak yang dekat. Ketika tangan kanan menyuap nasi, tangan kiri telah ada di bawahnya untuk menghindari kemungkinan tercecernya nasi. Jika nasi yang tercecer di tangan kiri, harus dipindahkan ke tangan kanan lalu dimasukkan ke mulut dengan cara yang sama. Oh, ya kami makan bajamba ini di tengah sawah yang baru saja dipanen.

Sebelum makan bajamba, menu makan dibawa masyarakat setempat dengan tampeh lalu diarak dari kampung ke sawah


Untuk menuju sawah yang dimaksud, kami harus berjalan sekitar 2 kilometer menaiki dan menuruni bukit. Setelah itu lewat beberapa pematang sawah yang hanya cukup untuk satu kaki. Seru-seru ngeri rasanya, jika jatuh ya wallahu alam, bercampur lumpur deh. Hal yang saya suka di Payakumbuh ini adalah setiap sawah pasti terdapat ekosistem belut yang jumlahnya tidak sedikit. Ada juga alat untuk menangkap belut yang biasa digunakan masyarakat setempat menangkapi belut, namanya Luka (luka-luka yang kurasakan, wkwk) semacam bambu berbentuk mirip jaring, cara pakainya tinggal ditanam ke dalam tanah. Tunggu 2-3 jam dan angkat. Voila! Sudah ada belut yang tercyduk.
Saat menanjak, semangat pagi

Selain hal di atas, ada yang menarik nih, disajikan pertunjukan pacu itiak (balap itik) dan silek lunau (4 orang pria bersilat di dalam lumpur) untuk memeriahkan dan menambah kekhasan acara Minangkabau ini.

Sangat bersyukur kepada Allah karena saya bisa terbang ke Sumbar dengan FREE Tiket Pesawat. Semuanya memanglah proses dan kerja keras. Dan hasil memang tak pernah mengkhianati proses. Reportase mengenai makan bajamba ini juga dimuat Koran Surya Rubrik Citizen Reporter jadi Headline 10 Desember 2017.




Senin, 11 Desember 2017

[REVIEW] Mood Matcher Lipstick ; Orange and Brown

varian orange dan brown



Holla, beauties! Holla lipstick junkies. Balik lagi nih dengan lipstick. Tapi yang satu ini FENOMENAL dan made in USA loh. Penasaran? Coba tebak deh, hehe…


Kebetulan Surabaya Beauty Blogger bekerjasama dengan MOODMatcher jadi aku diberikan kesempatan nyobain MOODMatcher Lip Color. Awalnya bimbang disuruh pilih 2 varian color-nya. Dan setelah perenungan sepenuh jiwa akhirnya aku pilih yang Orange dan Brown. Kenapa? Karena kupikir orange mewakili warna aman dan yang brown mewakili agak bold (ekspektasi awal nih).


MOODMatcher yang kupakai warna orange
Dalam kemasannya itu tertulis,

12 Hour Lip Color 


Color changing lipstick, color changes to your body chemistry with aloe vera and Vitamin E



Nah, pasti yang sudah baca-baca blogku tahu betul kalau aku sangat suka dengan skincare atau makeup yang berbahan aloe vera. Apakah aku juga bakal suka dengan lipstick yang satu ini? Hmm, kita lihat dulu ya. Terus di dalemnya sudah ada vitamin E yang jelas komponen ini bagus buat menutrisi kulit ya, jadi sedikit lega karena cukup ada nutrisi dalam lipstick ini.


ini yang warna coklat, warna aslinya lebih dark maafkan ini efek cahaya

Selanjutnya, di packaging-nya tertulis tahan hingga 12 jam. Wahhh, benar kah? Ini poin yang bikin mataku melek sempurna loh. Karena kalau klaim ini beneran aku nggak usah repot bawa selusin lipstick tiap kali pergi kan… kan… juga bisa santai aja kalau di jalan diajakin temen mampir buat makan bakso, mie ayam, atau soto. Hmm, jadi laper. Oke, jangan laper dulu sebelum tahu peforma dari lipstick yang satu ini. Selain disebutkan tahan 12 jam, di dalem kardus juga ada kertas yang berisi keunggulan-keunggulan MOODMatcher ini. Nah, apa aja sih?


warnanya lucu-lucu nggak sih



Klaim dari brand:

  1. Tahan hingga 12 jam
  2. Made in USA
  3. Sudah terjual 25 juta lipstick
  4. Sudah sejak 1986 di USA
  5. Tidak bikin bibir hitam dan kering
  6. Tetap melembabkan bibir selama 12 jam
  7. Lipstick bisa berubah warna based on pH bibir
  8. ZUPERRR tidak hilang bahkan untuk berenang
  9. Tidak perlu repot re-touch setiap saat



Teksturnya, sangat mudah dioles alias nggak seret, oily tapi nggak sampai terasa minyak banget kok. Kalau aku sih lebih suka ditap pakai tissue sekali aja dan hasilnya matte tapi sangat melembabkan. Akhirnya ada alternative setelah berbulan-bulan pakai matte lipcream.


Aromanya memang bukan wangi seger sih, tapi setelah oles aroma itu bakal hilang tertiup angin. 



Pigmentasi, memang saat di-swatch di tangan terlihat tidak begitu pigmented, tapi setelah dioles di bibir hasilnya pigmented kok (2-3 kali oles).



Ketahanan, yang diklaim tahan 12 jam. Beneran atau hanya wacana? Karena aku sudah pakai saat acara sarasehan kampus yang which is acaranya 3 hari 2 malem dan nggak rajin touch-up karena sibuk bangettt, jadinya aku sangat percaya kalau lipstick ini tahan selama itu, karena aku pun sudah makan berkuah, kayak soto sama sop ayam. Selain itu juga main cebur-ceburan di kolam renang. Dan aku really recommended soal ketahanan lipstick ini.

Packaging, nah... seperti yang kalian lihat di gambar bawah ini. Packaging-nya keren sih menurutku karena warnanya hitam elegan tapi masih ada celah bening buat kita mengetahui warna lipstiknya. Tulisan di packagingnya juga silver gitu. Cuma entah kenapa tiap menutup/menurunkan si lipstiknya, selalu aja agak gesekan dan nempel ke dinding yang berwarna bening itu. Atau akunya aja yang kurang sabar waktu menutup lipstik hehe...




Buat yang warna orange, jadinya saat di bibir pink agak peach gitu dan yang brown jadinya merah bata ada hint coklat sedikittt. Mungkin di bibirku dan di bibir kalian warna akhirnya bakal berbeda karena balik lagi, warna yang dihasilkan itu sesuai pH masing-masing orang. Magic!



Btw, MOODMatcher Color Lipstick ini sudah bisa ditemukan di Guardian, DAN+DAN, Century loh.



Price: Rp. 66.000,-





Kesimpulan:

+Tahan beneran 12 jam, worth it!
+warnanya magic banget
+nggak bikin kering bibir





IG: MOODMatcher

Minggu, 10 Desember 2017

Ke Yogyakarta, Wajib Menikmati Masakan Bangsawan Keraton di Gadri




Pada 1984, adik kandung Sultan Hamengku Buwono X, GBH Joyokusumo mendirikan sebuah restoran bernama Gadri. Dalam bahasa Jawa, gadri artinya ruang keluarga. Restoran itu menyajikan masakan keraton yang resep dan cara memasaknya dikuasai dengan baik oleh istrinya.

Gadri Resto masih berdiri hingga sekarang, letaknya tidak jauh dari keraton, di sebelah baratnya. Tepatnya di Jl. Rotowijayan No. 5, Kota Yogyakarta.  Bangunannya berarsitektur Jawa tradisional dan masih satu kompleks dengan rumah keluarga GBH Joyokusumo.

Jika kita datang ke Yogyakarta menggunakan kereta api atau pesawat, kita bisa mencapainya dengan jasa transportasi OMOCars. Penyedia rental mobil di Jogja ini menyewakan mobil yang bisa diambil di bandara atau stasiun.

Di Gadri Resto, kita akan menjumpai kuliner Jawa yang sekarang ini menjadi cukup langka. Kuliner tersebut juga jarang dijumpai di kehidupan sehari-hari orang Jawa.

Apalagi memang kuliner tersebut dulunya hanya diperuntukkan bagi Sultan dan keluarganya. Sebut saja gurame lombok ketok, urip-urip gurame, manuk nom, nasi blawong, bir jawa, kapiratu, tapak kucing, dan wedang secang.

Tak cuma namanya yang unik tapi rasa, tampilan dan bahannya pun unik dan khas Jawa. Nasi blawong misalnya, rasanya gurih lezat, warnanya kecoklatan mengundang selera, dibuat dari nasi yang dicampur berbagai rempah. Nasi ini merupakan kesukaan Sultan Hamengku Buwono VIII dan IX.

Sedangkan manuk nom adalah puding yang terbuat dari susu, tape ketan hijau, dan telur. Rasanya manis khas tape, dan biasanya dimakan bersama emping melinjo. Puding ini sudah ada sejak masa Sultan Hamengku Buwono VII.

Saat makan, tak jarang para penabuh gamelan akan mengiringinya dengan gending-gending Jawa.

Di belakang restoran terdapat rumah keluarga Joyokusumo, dimana pengunjung restoran boleh melihat-lihat. Kita bisa menjumpai keseharian kehidupan keluarga keraton dan kegiatan pembuatan batik tulis.


Selain itu kita dapat melihat berbagai benda pusaka, benda adat, dan benda bernilai historis. Di Gadri Resto memang kita serasa makan di dalam museum.

Rabu, 29 November 2017

Perbedaan Mentega dan Margarin

margarin nih bentuknya


Apakah kamu tahu perbedaan antara margarin dan mentega? Atau kamu menganggap bahwa dua produk ini adalah produk yang sama? 

Margarin dan Mentega (Butter) - Bagi orang yang tidak terbiasa berkutat di dapur, mungkin kedua bahan ini cukup sulit dibedakan.

Tak sedikit yang mengira bahwa mentega dan margarin adalah bahan yang sama. Sama-sama bahan kue, hanya berbeda istilah saja.

Padahal, kedua bahan ini berbeda baik dari bahan dasar, tekstur hingga penggunaannya Lantas jika memang berbeda, apa saja perbedaan utama antara margarin dan mentega?
Biar tidak bingung, langsung saja kita simak sedikit ulasannya berikut ini.

Bahan Dasar
Mentega atau butter terbuat dari lemak hewani yang disebut butterfat, yaitu lemak susu atau krim susu yang mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Krim ini diperoleh setelah susu dibiarkan beberapa hari dalam suhu dingin, sehingga terbentuk gumpalan setengah padat (krim) yang terpisah dari bagian cairnya (skim).


sumber gambar;  dunyanews.tv


Margarin dibuat dari minyak nabati, air, pengemulsi dan beberapa bahan pendukung lainnya sehingga membentuk krim padat. Karena sebagian besar terbuat dari minyak nabati, margarin memiliki kadar lemak dan kolesterol yang lebih rendah dari mentega.

Tekstur

Mentega memiliki tekstur yang lebih lunak, sehingga lebih baik disimpan didalam lemari pendingin.


Di tempat yang bersuhu ruang, mentega memiliki tekstur yang lembek dan cenderung meleleh.

Sedangkan margarin memiliki tekstur yang lebih stabil, meskipun lunak tetapi tidak meleleh dalam suhu ruang.


sumber gambar  thrivemarket.com
Dalam suhu ruang, margarin lebih stabil dan tetap dalam bentuk krim padat (tidak meleleh).

Warna

Biasanya, mentega memiliki warna yang lebih pucat atau lebih putih dibandingkan dengan margarin.

Sementara margarin memiliki warna yang lebih terang dan lebih kuning dibandingkan dengan mentega. Perbedaan ini memang tidak bersifat mutlak, karena ada beberapa mentega yang warnanya lebih kuning dibanding margarin.

Rasa

Secara umum, mentega memiliki rasa yang lebih tawar dibandingkan dengan margarin. Sebaliknya, margarin memiliki rasa yang lebih asin dibandingkan dengan mentega. Tetapi terkadang rasa ini tidak menjadi patokan, karena mentega juga ada beberapa jenis seperti salted butter dan unsalted butter.

Demikian juga dengan margarin. Namun secara umum, biasanya margarin lebih asin dibandingkan dengan mentega.

Aroma
Karena terbuat dari krim susu, mentega memiliki aroma yang harum dan menggugah selera sebagaimana aroma susu pada umumnya. Sedangkan margarin memiliki aroma edikit kecut yang khas, terutama saat margarin dipanaskan.

Penggunaan

Mentega dengan teksturnya yang lembek cocok digunakan untuk membuat kue kering seperti cookies. Mentega menghasilkan tekstur kue yang lembut dan ringan, sehingga tidak cocok digunakan untuk membuat kue basah seperti cake.

Margarin memiliki sifat sebaliknya, lebih cocok digunakan untuk membuat kue basah namun kurang cocok digunakan untuk membuat kue kering.

Margarin cocok untuk membuat cake yang kokoh namun lembut, sehingga cake gampang dibentuk dan dihiasi berbagai topping serta tidak mudah hancur. Untuk mendapatkan semua keunggulan mentega dan margarin, biasanya kedua bahan ini dipadukan dengan perbandingan tertentu.

Dengan begitu bisa didapat hasil kue yang pas, memiliki aroma lebih wangi, lembut namun tidak mudah hancur.


Belakangan ini, sudah banyak produk yang menawarkan keunggulan keduanya. Yaitu campuran antara margarin dan mentega serbaguna siap pakai.

Kandungan Kolestrol

Karena terbuat dari lemak hewani, kandungan kolesterol dan lemak jenuh pada mentega lebih tinggi daripada margarin. Namun, untuk produk mentega oles memiliki kalori dan lemak yang lebih rendah. Mentega yang biasa dijual secara komersil di Amerika mengandung sekitar 80% lemak. Dan yang yang membuatnya makin berbeda dengan margarin adalah, mentega bisa dibuat sendiri di rumah sedangkan margarin harus diolah di pabrik. 

Sama seperti mentega, margarin oles mengandung lemak yang lebih rendah sekitar 10-90%. Tinggi rendahnya  kandungan lemak pada margarin tergantung pada kandungan lemak yang berasal dari minyak sayur. Semakin rendah kandungan lemak pada margarin, maka semakin banyak kandungan air pada margarin tersebut. 

Karena margarin terbuat dari minyak sayur, kandungan kolesterol dan minyak jenuh pada margarin jauh lebih rendah dibandingkan dengan mentega. Namun, margarin memiliki persentase yang lebih tinggi untuk kandungan lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal. 

BISAKAH MARGARIN DAN MENTEGA SALING MENGGANTIKAN?

Secara teknis, mentega dan margarin tidak dapat saling menggantikan tapi tidak bersifat mutlak. Mentega kurang cocok untuk menggantikan margarin dalam hal membuat kue basah karena tekstur kue yang didapat menjadi lembek dan tak berbentuk namun rasanya memang lebih enak.

Sementara margarin kurang cocok untuk menggantikan mentega dalam hal membuat kue kering. Tekstur yang didapat nantinya menjadi kurang garing dan kurang lembut serta cenderung agak keras.

Untuk mendapat hasil yang terbaik saat membuat cake, biasanya mentega dan margarin dipadukan dengan tujuan mendapatkan tekstur yang baik dengan rasa dan aroma yang enak. Sementara untuk membuat kue kering, mentega menjadi prioritas untuk mendapatkan tekstur dan rasa yang terbaik. Margarin lebih cocok untuk penggunaan multifungsi yang tidak didapatkan dari mentega seperti menggoreng, menumis dan keperluan memasak yang lainnya.

Perbedaan margarin dan mentega tersebut sekaligus merupakan kekurangan dan kelebihan dari keduanya. Kendati tidak dapat saling menggantikan secara keseluruhan, keduanya dapat dipadukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.


Contoh Produk di Pasaran
Beberapa contoh mentega yang beredar di pasaran dalam negeri antara lain dengan merk dagang Wijsman, Golden Churn, Orchid Butter dan Elle & Vire.


contoh mentega di pasaran

Beberapa contoh margarin yang populer di pasaran dengan merek dagan antara lain Blueband, Simas Palmia, Filma, Palmboom dll.


contoh margarin di pasaran


Bagaimana? Dengan penjelasan singkat diatas apakah kalian sudah bisa membedakan antara margarin dan mentega? Semoga membantu.

Selasa, 28 November 2017

Inilah Tips Melakukan Reportase yang Baik

https://2.bp.blogspot.com

Sebelumnya apakah sudah pernah mendengar kata reportase? Saya yakin anda sudah pernah mendengarnya di televisi. Lalu, apakah anda sudah pernah melakukan reportase? Jika belum, sangat pas kalau anda membaca tulisan saya kali ini mengenai Tips Reportase yang Baik.

Reportase dapat diartikan sebagai proses pengumpulan data yang digunakan untuk penulisan karya jusnalistik. Objek pengumpulan data tersebut dapat berupa manusia, makhluk hidup selain manusia, buku-buku, tempat bersejarah, dan lain sebagainya. Suatu reportase disebut sebagai wawancara jika objek reportasenya adalah manusia.

Wawancara VS Reportase. 
Apakah wawancara sama dengan reportase? Jawabannya adalah tidak. Reportase memiliki ruang lingkup yang jauh lebih luas daripada wawancara, sedangkan wawancara merupakan satu diantara jenis teknik reportase.

Wawancara adalah tanya-jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah. Wawancara sering dihubungkan dengan pekerjaan jurnalistik untuk keperluan penulisan berita yang disiarkan di media massa. Dalam konteks ini, wawancara merupakan proses pencarian data berupa pendapat/pandangan/pengamatan seseorang yang akan digunakan sebagai salah satu bahan penulisan karya jurnalistik. Dari wawancara, sebuah berita didapat dan dilaporkan kepada masyarakat. Untuk itu, wawancara sedikit banyak memengaruhi sebuah kualitas berita. Sebab wawancara dibutuhkan untuk mendapatkan keterangan, fakta, data-data, penegasan serta beragam jenis informasi lainnya. Kegunaan wawancara bisa untuk memastikan sebuah kebenaran, mengklarifikasi, me-recheck, atau meluruskan kembali berbagai informasi yang didapat.

Jenis wawancara
1. News interview, yaitu wawancara dalam rangka memperoleh informasi dan berita dari sumber-sumber yang mempunyai kredibilitas ataupun reputasi di bidangnya.

2. Casual interview, atau disebut juga wawancara mendadak. Ini adalah jenis wawancara yang dilakukan tanpa persiapan/perencanaan sebelumnya.

3. Man in the street interview. Tujuan untuk mengetahui pendapat umum masyarakat terhadap isu atau persoalan yang hendak diangkat menjadi bahan berita.

4. Personality interview, yaitu wawancara yang dilakukan terhadap figur-figur publik yang terkenal, atau bisa juga terhadap orang-orang yang dianggap memiliki sifat/kebiasaan/prestasi yang unik, yang menarik untuk diangkat sebagai bahan berita.

Persiapan Wawancara
Semua pekerjaan akan lebih berhasil jika disertai dengan persiapan yang matang begitupun dengan wawancara. Secara sederhana terdapat sedikitnya dua tahap untuk melakukan persiapan wawancara;

1. Tahapan Biografis
Tahapan untuk mengumpulkan tentang gelar, nama, tempat tinggal, data-data umum lain.

2. Tahapan non Biografis
Mengumpulkan keterangan seputar subyek, seperti yang terkait dengan kehidupan tokoh selain biografis.

Model Wawancara
·Wawancara langsung (Tatap Muka)
· Wawancara tidak langsung (Telpon dan Tertulis)

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Wawancara
Agar tugas wawancara kita dapat berhasil, maka hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Lakukanlah persiapan sebelum melakukan wawancara.
Persiapan tersebut menyangkut outline wawancara, penguasaan materi wawancara, pengenalan mengenai sifat/karakter/kebiasaan orang yang hendak kita wawancarai, dan sebagainya.

2. Taatilah peraturan dan norma-norma yang berlaku.
Sopan santun, jenis pakaian yang dikenakan, pengenalan terhadap norma/etika setempat, adalah hal-hal yang juga perlu diperhatikan agar kita dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat pelaksanaan wawancara.

3. Jangan mendebat narasumber.
Tugas seorang pewawancara adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya dari nara sumber, bukan berdiskusi. Jika Anda tidak setuju dengan pendapatnya, biarkan saja. Jangan didebat. Kalaupun harus didebat, sampaikan dengan nada bertanya, alias jangan terkesan membantah.

Contoh yang baik: “Tetapi apakah hal seperti itu tidak berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri, Pak?”

Contoh yang lebih baik lagi: “Tetapi menurut Tuan X, hal seperti itu kan berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri. Bagaimana pendapat Bapak?”

Contoh yang tidak baik: “Tetapi hal itu kan dapat berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri, Pak.”

4. Hindarilah menanyakan sesuatu yang bersifat umum
Biasakanlah menanyakan hal-hal yang khusus. Hal ini akan sangat membantu untuk memfokuskan jawaban nara sumber.

5. Ungkapkanlah pertanyaan dengan kalimat yang sesingkat mungkin dan to the point.
Selain untuk menghemat waktu, hal ini juga bertujuan agar nara sumber tidak kebingungan mencerna ucapan si pewawancara.

6. Hindari pengajuan dua pertanyaan dalam satu kali bertanya.
Hal ini dapat merugikan kita sendiri, karena nara sumber biasanya cenderung untuk menjawab hanya pertanyaan terakhir yang didengarnya.

7. Pewawancara hendaknya pintar menyesuaikan diri terhadap berbagai karakter nara sumber.
Untuk nara sumber yang pendiam, pewawancara hendaknya dapat melontarkan ungkapan-ungkapan pemancing yang membuat si nara sumber “buka mulut”. Sedangkan untuk narasumber yang doyan ngomong, pewawancara hendaknya bisa mengarahkan pembicaraan agar narasumber hanya bicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan materi wawancara.

8. Pewawancara juga hendaknya bisa menjalin hubungan personal dengan nara sumber
Dengan cara memanfaatkan waktu luang yang tersedia sebelum dan sesudah wawancara. Kedua belah pihak dapat ngobrol mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, atau hal- hal lain yang berguna untuk mengakrabkan diri. Ini akan sangat membantu proses wawancara itu sendiri, dan juga untuk hubungan baik dengan nara sumber di waktu-waktu yang akan datang.

9. Memihak Narasumber
Jika kita mewawancarai seorang tokoh yang memiliki lawan ataupun musuh tertentu, bersikaplah seolah-olah kita memihaknya, walaupun sebenarnya tidak demikian. Seperti kata pepatah, “Jangan bicara tentang apel di depan seorang pecinta pisang”.


Baiklah itu semua adalah tips yang bisa anda gunakan saat wawancara. Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat.

Senin, 27 November 2017

Resensi Novel Pulang Karya Leila S. Chudori




“La Lutte Continue”
 1.      Identita Buku

Judul Buku/ Novel      : Pulang
Penerjemah                  : -
Penerbit                       : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Tahun Terbit                : 2012
Cetakan                       : Cetakan Kedelapan. Jakarta, Februari 2017
Tebal Buku                  : viii+461; 13,5 x 20 cm
Harga Buku                 : Rp. 99.000
Pengarang                   : Leila S. Chudori


2.      Kepengarangan
Latar Belakang Pengarang

            Leila S. Chudori. Lahir di Jakarta 12 Desember 1962. Karya-karya awal Leila dipublikasikan saat ia berusia 12 tahun di majalah Si Kuncung, Kawanku, dan Hai. Pada usia dini, dia menghasilkan buku kumpulan ceren berjudul Sebuah Kejutan, Empat Pemuda Kecil, dan Seputih Hati Andra.

            Leila menempuh pendidikan di Lester B. Person College of the Pasific (United World of Colleges) di Victoria, Kanada, dan dilanjutkan studi Political Science dan Comparative Development Studies di Universitas Tent, Kanada. Selama ini dia menulis di majalah Zaman, Horison, Matra, jurnal sastra Solidarity (Filipina), Menagerie (Indonesia), dan Tenggara (Malaysia). Buku kumpulan cerita pendeknya Malam Terakhir (Pustaka Utama Grafiti, 1989; Kepustakaan Populer Gramedia, 2009,2012) telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman Die Letzte Nacht (Horlemman Verlag).
Sejak tahun 1989 hingga kini bekerja sebagai wartawan majalah berita Tempo.

Leila adalah penggagas dan penulis skenario dalam drama televisi berjudul Dunia Tanpa Koma (produksi SenemArt, sutradara Maruli Ara) yang menampilkan Dian Sastrowardoyo dan ditayangkan RCTI pada 2006. Drama televisi ini mendapat penghargaan Sinetron Terpuji Festival Film Bandung 2007 dan Leila menerima penghargaan sebagai Penulis Skenario Drama Terpuji pada festival dan tahun yang sama.

Terakhir, Leila menuis skenario film pendek Drupadi (produksi SinemArt dan MilesFilm, sutradara Riri Riza), sebuah tafsir kisah Mahabarata; dan film Kata Maaf Terakhir (Maruli Ara, 2009) yang diproduksi SinemArt.

Pada tahun 2009, Leila S. Chudori meluncurkan buu kumpulan cerpen terbarunya “9 dari Nadira” dan penerbitan ulang buku “Malam Terakhir” oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) yang dilangsir oleh Agus Noor dalam harian Kompas sebagai “ kembalinya anak emas sastra Indonesia”. Kedua buku nya Malam Terakhir dan 9 dari Nadira kini dalam proses penerjemahan ke dalam Bahasa Inggris dan akan diterbitkan oleh Yayasan Lontar.

Leila kini sedang menggarap lanjutan 9 dari Nadira dan kumpulan cerita seorang pembunuh bayaran, Lembayung Senja.

Leila berdomisilidi Jakarta bersama putri tunggalnya, Rain Chudori-Soerjoatmojo yang juga menulis cerita pendek an resensi film. ( Dikutip dari novel Pulang, 459-460)

3.      Sinopsis
Paspor dicabut, berpindah negara, berpindah kota,
Berubah pekerjaan, berubah keluarga...
... segalanya terjadi tanpa rencana. Semua terjadi sembari kami terengah-engah berburu identitas
Seperti ruh yang mengejar-ngejar tubuhnya sendiri
--Dimas Suryo

            Sebelum saya menulis sinopsis ceritanya lebih lanjut, persiapkan dulu sejenak ketidakpercayaan anda. Ketidakpercayaan bahwa sejarah tak mungkin salah, ketidakpercayaan bahwa keluarga adalah satu-satunya yang absolut yang kita punya, dan ketidakpercayaan anda untuk hanya membaca resensi saya.

            Cerita ini bermula pada April 1968, sudah tiga tahun pelaksanaan misi untuk membumi hanguskan PKI dan bahkan juga kepada orang-orang yang hanya tertempel bau PKI. Dimas Suryo, Nugroho, Tjai, dan Risjaf adalah emat sekawan sahabat lama ini adalah mantan wartawan di Kantor Berita Nusantara, dan pada masa itu wartawan adalah sesuatu yang menyinggung sentimentil politik bahkan wartawan adalah salah satu kata yang diharamkan. Pada masa itu mereka adalah buronan. Mereka merasa hidupnya telah cukup dikejar-kejar ketidak adilan. Namun hari itu April 1968 hidup mereka kembali diselimuti mendung pekat ketika kabar Hananto Prawiro sahabat mereka, telah ditangkap dan dinyatakan tewas. Kini hidup mereka pun dikejar-kejar rasa berslah karena kawannya di Indonesia dikaejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan peristiwa 30 September.

            Hananto Prawiro adalah sahabat Dimas Suryo (Tokoh Utama) namun mereka juga musuh . Mereka adalah musuh dihadapan Surti Anandari, tetangga kos mereka saat Dimas kuliah di UI dahulu. Surti adalah cinta pertama Dimas Suryo. Wanita yang bahkan menjadikan Dimas Surya mengeluarkan kata Kenanga, Bulan, dan Alam dari kosa kata cintanya. Mereka adalah nama yang telah dipersiapkan Dimas Suryo untuk anak-anaknya dari Surti. Namun, pada suatu hari, tanpa pamit dan sepatah katapun, Surti menghilang. Berbalik arah, menjauh dari kata cinta Dimas Suryo. Surti akhirnya tetap menjadi Surti yang ibu dari Kenanga, Bulan, dan Alam. Namun kini Surti adalah istri dari Hananto Prawiro, sahabat dekat Dimas Suryo.

            Surti adalah salah satu kepingan indah kisah cinta Dimas Suryo sebelum ia harus berlari-larian mencari suaka politik. Sebelum ia dan ke-tiga temannya mendarat di Paris. Indonesia sampai Paris. Bagi ia perjalanan itu telah cukup untuk melepaskan segala identitas dirinya dalam sejauh perjalananya. Di Paris mereka berbeda, identitas mereka, segala kepenatan mereka, mereka tanggalkan. Di sini, mereka baru, mereka ingin mendapatkan keluarga yang baru. Mereka hanya ingin keadilan yang baru. Di Paris 1968. Mereka tiba pada waktu yang kurang tepat rupanya, Paris pada tahun itu adalah lautan pergolakan. Pergolakan yang membuat mereka iri. Di sini, pertarungannya jelas keinginannya. Jelas Siapa yang dituntut dan siapa yang menggugat. Perseteruan ini antara mahasiswa dan buruh melawan pemerintahan De Gaulle. Di sana, diIndonesia, akrab dengan kekisruhan dan kekacauan namun tak tau siapa kawan siapa lawan. Di Indonesia bahkan tidak tau apa yang dicita-citakan pihak-pihak yang bertikai, kecuali kekuasaan. Betapa porak-poranda. Betapa gelap.

            Di Paris juga, Dimas Suryo bertemu Vivienne Deveroux. Seseorang yang akhirnya akan menjadi kepingan indah kisah cintanya lagi. Wanita bermata hijau itu membuatnya jatuh cinta. Wanita itu juga akhirnya memberinya seorang putri yang pemberani bernama Lintang Utara. Putri yang akhirnya menitipkan sparuh jiwanya untuk kembali ke Indonesia. Negara yang menurutnya penuh dengan ketidak adilan, namun sakan selalu ia rindukan. Dan setelah kembali ke Indonesia pada 1998, fakta apa yang akan diperoleh Lintang Utara? Ikuti kisahnya dan rasakan drama keluarga, persahabatan, cinta, dan penghianatan berlatar beakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, perancis, Mei 1968, dan Indonesia 1998.

            Apakah anda masih memiliki rasa ketidak percayaan yang anda bangun sebelum membaca ini? Jika iya, maka rasakan sendiri sensasinya dalan 458 halaman novel Pulang. Selamat membaca.

4.      Kelebihan dan Kekurangan Buku
-          Kelebihan
Buku ini akan mempermainkan imajinasi yang bahkan belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Membuat kita mengagumi keindahan sejarah. Dan membuat kita percaya bahwa sejarah adalah salah satu sesuatu yang absolut. Kata per kata dalam novel ini seakan-akan memberikan makna yang tersimpan, renyah untuk dibaca namun juga akan memuaskan rasa lapar kita terhadap novel-novel yang anti mainstream. Peloncatan sudut pandang yang tak terduga membuat kita bingung saat pertama membaca novel ini. Setiap bab menyajikan sudut pandang pada tokoh yang berbeda-beda membuat pembaca mencari-cari siapa tokoh utama sebenarnya.

-            Kekurangan
Sejujurnya saya hampir tidak menemukan cela tentang karya ini. Perfect. Dari segi penulisan, alur cerita, tema, dan sisi humanis yang diangkat semuanya istimewa. Hanya satu catatan saya. Sisi sentilan politik di dalam novel ini (yang mengambil setting politik) terasa kurang gahar. Hanya itu.
 5.      Kritik dan Saran
Saya speechless untuk mengkritiknya, sebagai saran adalah untuk mempercepat karya-karya terbarunya Leila S. Chudori.