Monday, 22 January 2018

Histeria FINNA Cooking Foodies Competition

Wong wedok iku 3M. Masak, macak, manak.

Peribahasa jawa itu sering saya dengar dari sesepuh dan juga ibu saya yang sering menasihati tentang kewajiban bisa memasak bagi perempuan. Sejak SD saya sudah diajari cara mengiris bumbu-bumbu dapur serta memasak masakan sederhana. Biasanya saya memasak di rumah dengan mengajukan pertanyaan pada ibu saya tiap saya lupa bumbu. Menariknya, kemarin saya memasak dengan pengetahuan pribadi dan juga hanya bisa berpikir 1 menit untuk mengolah bahan masakan. Yup, saya ikut dalam Finna Cooking Foodies  Competition bersama Chef Ken.



Ekspektasi awal saya adalah kita bisa memilih semua bahan masakan yang akan diolah. Namun, panitia rupanya kelewat kreatif sehingga mengundi meja yang akan ditempati tiap pasangan dan juga menyiapkan bahan dalam kotak bernama MYSTERI BOX. Super deg-deg an sih iya karena saya berharap isinya adalah ayam fillet agar masaknya cepat.

Bersama partner saya, Olen (teman kampus) yang saya ajak paksa ikut acara ini akhirnya saya pun berangkat ke Food Junction Pakuwon untuk mengikuti acara dari Sambal Finna.

Registrasi Peserta Super Rapi
saya registrasi dulu

Sebelum memasuki area memasak kami diperkenankan untuk registrasi. Registrasi ada dua macam yaitu menulis nama, email, nomor telepon (standarlah ya), kemudian yang kedua registrasi mengambil undian nomor meja. Kami mendapat nomor 16, tempatnya tepat di paling kiri dekat pintu.

Cek alat masak dan peraturan


Kami diberikan kertas yang berisi alat dan bahan yang ada di tiap meja, aturan kompetisi meliputi kreasi, plating, taste, kebersihan, dan kekompakan tim semua lengkap ada di kertas tersebut. Kami membaca satu per satu dengan cermat dan memeriksa isi meja. Aturan yang keren adalah... maksimal hanya ada 2 bahan yang tidak dipakai, jadi semua bahan harus dipakai. Benar deg-degan dengan box yang ada di depan saya, pengen ngintip terus 😀

Start Memasak

Akhirnya waktu memasak dimulai dengan diawali membuka Mysteri Box. Aku sudah melirik peserta lain yang dapat ayam. Tapi ternyata isi box kami adalah ... Ada makaroni, beef, tuna, telur, bawang putih, serai, daun jeruk, kacang mede, timun jepang, tomat, daun bawang, paprika hijau, dan tentunya dua sambal (sambal pedas dan sambal bawang) Finna.

penampakan Mysteri Box

Kalian silakan memikirkan masakan apa yang akan dimasak serta pembagian tugas dengan timnya," jelas Chef Ken dengan suara lantang.


Satu menit? Mikir apa satu menit? Saya pun bingung mau masak apa dengan bahan tersebut, sedangkan teman saya Olen tidak begitu tahu memasak dan jenis masakan. Akhirnya setelah berpikir keras, saya memutuskan memasak makaroni dengan saus pedas manis, sedangkan semua bahan ikut masuk. Entahlah masakan apa ini, yang penting ini kreasi ala kami hehe... 



Pembagian job desk sudah, tinggal eksekusi. Pertama yang saya lakukan adalah menggoreng telur. Ketika mau saya balik telur dari wajan, alamak! Sutil/spatula saya meleleh. Bagian telur ada yang kena lelehan itu.

Eh, sutilnya leleh, Olen. Gimana nih?" bisik saya ke Olen.

Saking paniknya saya juga melirik kanan kiri, apakah sutil mereka strong atau sama aja. Ternyata keluhan yang sama juga dialami temen-temen yang sedang menggoreng kerupuk. Kerupuknya agak hitam gitu. Untung si Olen bawa sendok, masak kerupuk pakai sendok 😀

Semua bahan saya tumis, kemudian terakhir membuat sausnya dari bawang putih, sambal bawang dan sambal pedas Finna. Seasoning tinggal kasih garam dan gula secukupnya. Sebenarnya saya butuh lada sama saus tomat, tapi di box tidak ada *sedihh ya sudah ala kadarnya saja dipakai.

Makaroni Beef Sambal Finna Ulala

Waktu masih 30 menit, tapi kami sudah mulai plating dan saya sudah mulai membuat garnish untuk menghias. Chef Ken menilai dengan terus keliling ke meja-meja peserta. Ternyata Chef Ken baik banget loh, tanya pasti dijawab kok.

Kami diberikan waktu masing-masing 5 menit untuk foto hasil masakan yang sudah diplating ke spot foto yang ada di depan panggung. Setelah itu, ada proses penjurian oleh Chef Ken dengan keliling di tiap meja. Sampai di meja saya, penasaran itu pasti. Akhirnya saya tanya, gimana chef rasanya? 



Balance kok rasanya *legaa. Batin saya, meski nantinya belum menang, setidaknya masakan saya pantas dikonsumsi manusia *bhaaha. Soalnya ada beberapa peserta yang masakannya kayak minta nikah dan yang rasanya level 100 pedesnya :v

Istirahat penjurian

Ternyata ada penjurian lebih lanjut. Kami diberikan waktu 30 menit untuk makan. Kami mengambil voucher makan untuk tiap tim di tempat registrasi.

Pengumuman

Saya nggak berharap menang, ikut lomba ini saja sudah sangat menyenangkan dan sebuah pengalaman tak terlupakan. Lain waktu bolehlah ikut acara semacam ini lagi *ketagihan. Juaranya diambil juara I, II, III dan ada juara tim favorit dan juara foto terbaik. Juara I diraih oleh pasangan Kak Amanda Kohar, juara II juga masih disebet selebgram, terakhir juara III adalah Kak Dito dan pasangan. 



Acara Finna sangat keren menurut saya, mulai di bagian registrasi sudah berkesan, penataannya rapi dan terencana. Meskipun saat kami datang penataan mysteri box beberapa belum selesai. Tapi, over all kece badai lah.



Semoga acara Finna Cooking Competition menjadi acara rutin tahunan yang selalu ada. Kalau ada lagi, saya sangat antusias buat ikutan lagi 🙂semoga lain waktu acaranya semakin keren (meskipun ini sudah keren). Sarannya semoga sutilnya diganti besi biar nggak leleh lagi.

11 comments :

  1. Mantap... Kapan lagi ikutan ya.. biar bisa seru-seruan lagi...

    ReplyDelete
  2. Seru ya. Kudu mikir yang akan dimasak dalam waktu 1 menit

    ReplyDelete
  3. Serruuuu ya kmren...berasa kayak mau jadi chef beneran...hahaa
    thejourneyfrida.com

    ReplyDelete
  4. Serunyaaaaa
    Aku ikut merasakan tegangnya proses lomba itu
    Dan aku ngakak bayangin goreng kerupuk pakai sendok itu hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe itu alternatif terakhir mbak daripada kerupuknya hitam semua kena lelehan spatula

      Delete
  5. Saya tidak bisa berbahasa Jawa. Boleh tahu macak dan manak itu artinya apa?

    Btw, produk Finna yg biasanya aku konsumsi itu kerupuk. Baru tahu sekarang ada sambal juga 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. macak itu dandan, kalau manak itu melahirkan mbak.


      iya mbak sebenarnya banyak, ada beras merah, petis, dan bumbu nasi goreng juga sih setahu saya

      Delete
  6. Lha kok iso sutilnya meleleh kuwi piye mbk? hehe
    Finna ini yg jg produsen kerupuk udang itu ya? Baru tau ada sambalnya TFS

    ReplyDelete