Selasa, 05 Maret 2019

Apa Sih Perbedaan Blog dan Website?


Perbedaan Bog dan Website

Apa Sih Perbedaan Blog dan Website? Apakah kamu sudah punya niat untuk membuat blog? Tapi, masih sering bingung yang akan dibuat itu website atau blog. Mungkin beberapa orang menyebut keduanya sama saja karena memuat konten berupa tulisan. Namun, sebenarnya keduanya tidaklah mutlak sama loh.


Sebenarnya apa sih perbedaan blog dan website? Kamu perlu memahami perbedaan blog dan website agar dapat mengetahui platform mana yang lebih cocok dengan kebutuhanmu. Mari simak informasi selengkapnya.

Definisi Blog dan Website


Sebelum masuk dan mempelajari perbedaan blog dan website, ada baiknya kamu tahu definisi antara keduanya dulu.

Website merupakan laman online yang terhubung dalam satu domain, bisa dikelola oleh individu, perusahaan, institusi, organisasi, atau pemerintah. Namun sering menggunakan tim untuk mengelola (Sumber: Merriam Webster)

Blog yaitu kependekan dari web log yang berisi konten seperti opini, pengalaman, atau aktivitas penulis (Sumber: Hubspot)

Berikut kita ulas satu per satu perbedaan yang ada antara blog dan website.

credit: Niagahoster.com


1. Konten


Hal pertama yang membedakan keduanya yakni konten. Pada umumnya konten di blog berisi artikel, video, maupun podcast tentang beberapa tema yang diminati oleh si pemilik blog (blogger). Konten dalam blog kebanyakan berisi pengalaman, aktivitas blogger, hingga opini personal. Kamu bisa membuat konten blog yang berfokus pada satu tema misal travel, teknologi, maupun parenting. Namun kamu juga bisa mengambil beberapa tema sekaligus, misal traveling, kuliner, dan teknologi.

Sedangkan konten website biasanya memuat informasi penting mengenai produk maupun layanan. Misalnya, kamu bisa membuat website perusahaan yang berisi mengenai sejarah, alamat, produk, kontak perusahaan. Namun kamu juga bisa menggunakan website untuk keperluan organisasi, sekolah, lembaga pendidikan, toko online, atau lembaga pemerintah.  
   

2. Update


Dari segi update konten, ada perbedaan blog dan website. Tulisan dalam blog di-update secara berkala, bisa setiap hari, dua hari sekali, atau seminggu sekali. Setiap blog memiliki jadwal update kontennya masing-masing. Oleh karena itu, konten di blog bersifat dinamis karena selalu diperbarui dalam kurun waktu yang singkat. Konten sendiri merupakan nyawa dari blog.

Sedangkan pada website, konten mayoritas berisi informasi produk atau layanan sehingga update hanya terjadi ketika ada perubahan informasi produk atau layanan yang disediakan. Oleh karenanya, konten website disebut statis karena tidak selalu memerlukan update.

3. Arah Komunikasi


Perbedaan blog dan website poin berikutnya yakni terletak pada arah komunikasi. Sifat komunikasi di blog lebih interaktif karena pembaca bisa meninggalkan komentar dalam tiap artikel atau konten yang di-publish.

Sedangkan arah komunikasi di website lebih bersifat satu arah karena website biasanya tidak menyediakan kolom komentar di dalam kontennya.

4. Subscribe


Agar pembaca tidak ketinggalan update konten terbaru, biasanya blog menyediakan tombol subscribe atau follow. Pembaca bisa subscribe untuk berlangganan pada blog agar diberi notifikasi email pada setiap konten baru.

Beberapa website juga ada yang menyediakan pilihan subscribe. Namun, berbeda dari blog yang mengirimkan notifikasi update konten baru, website biasanya mengirimkan newsletter yang berisi promo produk atau layanan baru.

5. Gaya Bahasa


Perbedaan berikutnya yakni gaya bahasa yang digunakan. Gaya bahasa yang digunakan untuk menulis blog sangat variatif, tidak ada batasan. Ada yang menggunakan informal, ada juga yang menggunakan bahasa semi formal.

Pada umumnya blog menggunakan kata ganti kedua seperti ‘kamu’, ‘lu’, atau ‘anda’ untuk membuat kontennya lebih personal. Blog menggunakan gaya bahasa yang lebih personal agar pembaca tidak bosan ketika membaca artikel blog.

Berbeda lagi di dalam website, bahasa yang dipakai biasanya lebih profesional dan formal karena digunakan untuk tujuan formal seperti instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi, atau perusahaan.

6. Pengelola


Pastinya kamu sering mendengar istilah blogger, bukan? Blogger inilah sebutan untuk para pemilik blog. Blogger mengelola blognya secara mandiri. Beberapa blogger telah sukses dengan konten yang dimilikinya, misalnya saja menang lomba, liburan gratis, hingga diundang Google ke Sans Fransisco.

Sedangkan dalam website dikelola oleh tim ahli atau perusahaan yang terdiri dari designer, developer, dan copywriter.

7. Pembagian Konten


Pembagian konten di blog biasanya berdasarkan tag dan kategori. Perbedaan blog dan website yang tak kalah penting yakni pembagian konten. Pembagian konten pada website biasanya berdasarkan produk atau layanan yang akan ditawarkan.

Blog dalam Website?

Blog dalam website? Iya, betul. Kamu juga bisa membuat blog yang menjadi bagian dari sebuah website. Misalnya, website kampus X pasti punya blog kampus X.

Jika kamu mengelola website toko online, perusahaan, organisasi, atau lembaga tentu kamu menginginkan banyak trafik yang datang ke website tersebut. Sebaiknya blog lebih sering diupdate karena akan mempengaruhi Google juga.

Apakah Blog Hanya Blogspot dan WordPress?

Mungkin kamu akan bertanya-tanya apakah istilah blog khusus pada Blogspot dan WordPress? Tentu saja tidak. Sebuah situs bisa disebut blog jika memenuhi definisi di atas.

Jadi situs yang menggunakan platform Blogspot, WordPress, Wix, Weebly, atau domain sendiri bisa disebut blog selama memenuhi syarat di atas. Kamu juga bisa memiliki blog dengan domain pribadi misalnya www.blogkita.com, www.bloganda.co.id, www.blogkamu.id, atau jenis domain lainnya pun selama memenuhi karakteristik di atas bisa masuk ke dalam kategori blog.

Setelah memahami perbedaan blog dan website, kamu pasti sudah bisa menentukan platform apa yang lebih cocok untuk kebutuhanmu. Jika tujuan kamu adalah untuk berbagi opini pengalaman, opini, atau cerita, blog adalah platform yang sangat cocok.


Kamu bisa memulai blog dengan platform Blogspot, WordPress, Weebly, atau bisa juga menggunakan domain sendiri.

Jika tujuan kamu terkait perihal formal seperti bisnis, perusahaan, organisasi, atau lembaga, website tentu lebih tepat. Kami harap dengan membaca artikel ini pemahaman kamu mengenai perbedaan blog dan website semakin bertambah sehingga bisa menentukan platform online dengan tepat. Selamat membuat website dan blog!


10 komentar :

  1. Wah betul banget tuh. Memang kalau website itu gaya bahasanya lebih formal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you sudah baca dan mampir di blog ini

      Hapus
  2. Wah betul banget tuh. Blog sama website memang hampir sama tapi berbeda

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalau orang awam mungkin akan bingung

      Hapus
  3. Wah bener banget tuh. Terima kasih informasinya tentang perbedaan blog dan website sangat membantu

    BalasHapus
  4. Bener banget tuh biasanya website itu digunakan pada sekolah ataupun instansi

    BalasHapus
  5. Memang benar nih kalau log kontennya bisa diupdate setiap saat sesuka hati penulis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya suka-suka, dan semoga yang punya blog nggak moody hehe

      Hapus