Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2022

Get Spirit, Lebih Aware untuk Deteksi Dini Kesehatan Mental

Deteksi Dini Kelainan Kesehatan Mental Anak dan Diri Sendiri

Kelainan kesehatan mental bisa dialami siapa saja, termasuk diri kita sendiri. Terlebih semenjak masa pandemi COVID-19 seolah menjadi kenaikan risiko terkena gangguan kesehatan mental karena rasa cemas dan stres berlebihan. Namun, dengan adanya layanan konseling psikologi Get Spirit, kita akan dimudahkan untuk lebih aware terhadap kesehatan mental.


Oleh karena itu, pengetahuan yang cukup juga sangat penting untuk bisa deteksi dini kelainan kesehatan mental. Kebetulan sekali kemarin saya mengikuti rangkaian acara yang diadakan Indscript dan Get Spirit yang membahas “Mendeteksi Awal Kelainan Kepada Kesehatan Mental Diri Sendiri, Anak, dan Lingkungan Terdekat serta Pola Penanganannya” dengan narasumber seorang Psikolog bernama Selly, M.Psi.



Sebelum saya sharing mengenai ilmu apa saja yang saya dapatkan dari acara tersebut, sedikit cerita saya punya pengalaman terkait kesehatan mental. Mungkin saat ini menjadi jaman yang lebih mudah dijalani dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena masih kurangnya ‘aware’ terhadap kesehatan mental.


Bisa jadi dulu saya memang bisa melakukan deteksi dini tapi takut untuk mencari psikolog atau psikiater. Selang beberapa lama, di jaman yang semakin modern adik saya didiagnosa mengalami BPD (Borderline Personality Disorder). Sejak itu pula saya yang selalu menyemangati agar dia rutin mencari Layanan Konsultasi dengan Psikolog maupun pengobatan ke psikiater di salah satu Rumah Sakit Daerah.


Sampai detik saya menulis tulisan ini, alhamdulillah adik saya sudah jauh membaik dan sudah bisa hidup dengan normal. Tentu hal tersebut bisa menimpa siapa saja, termasuk anak. Kasus tersebut akan jadi makin rumit jika orang tua tidak peduli terhadap kesehatan mental anaknya.


Psikolog di Bandung
mengenal mental health lebih dalam (sumber: Webinar Get Spirit bersama Selly, M.Psi)


Dalam Webinar Indscript dan Get Spirit membukakan wawasan orang tua untuk lebih ‘melek’ mengenai kesehatan mental. Apalagi kondisi setelah lama sekolah daring kemudian kembali ke sekolah menjadikan anak beradaptasi kembali dengan lingkungan dan kesehariannya di sekolah.


Gangguan kesehatan pada anak mungkin hal yang sulit untuk dideteksi oleh orang tua. Hal ini mengakibatkan anak tidak mendapatkan perawatan dan bantuan yang mereka butuhkan. Gejala gangguan kesehatan mental pada anak sering kali dianggap sebatas masalah perilaku. Oleh karena itu, penting untuk melakukan skrining awal ini sebagai langkah efektif dalam menjaga kesehatan mental saat pandemi.


Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Gangguan Mental

Menurut Kak Selly, terdapat tiga faktor yang menjadi tanda-tanda anak atau seseorang mengalami masalah kesehatan mental, yaitu Pikiran, Perasaan dan Perilaku yang berubah atau tidak biasa.Lebih detailnya, tanda-tanda tersebut saya jabarkan begini:


sumber: materi Webinar Get Spirit bersama Selly, M.Psi


1. Perubahan jadwal tidur dan makan

Anak mulai tidak nafsu makan atau kesulitan tidur, bisa jadi hal ini merupakan tanda awal dari gangguan mental. Memang tidak semua kasus akan menjurus pada masalah mental. Namun, jika hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, Anda patut mewaspadainya.


2. Mood naik turun

Salah satu ciri-ciri gangguan mental pada remaja adalah suasana hati sang anak berubah dengan cepat dan tiba-tiba. Coba perhatikan, apakah belakangan ini ia mudah marah dan lebih sensitif? Bisa dilihat seberapa cepat perubahan emosinya, dari senang, sedih, hingga marah.


3. Perlahan-lahan menarik diri

Bila anak biasa bermain sosial media atau bergaul dengan teman dan tiba-tiba menjauh, orang tua perlu waspada. Perhatikan, apakah ia mulai menutup diri dan tidak lagi bermain dengan teman-temannya. Ciri gangguan mental ini memang tidak akan terlihat langsung.


Maka dari itu, penting bagi Anda selalu memperhatikan dan tahu lingkungan sosial sang anak. Jika memang ada perubahan, Anda akan tahu saat itu juga.


Penyebab Kesehatan Mental

Beberapa penyebab umum dari gangguan mental, antara lain:

  • masalah/tekanan dalam kehidupan sehari-hari

  • trauma/pengalaman hidup yang kurang menyenangkan

  • perubahan/masalah fisik yang serius

  • Tidak adanya support system

  • Stres berat yang dialami dalam waktu yang lama.


Cara Melakukan Konsultasi ke Psikolog Get Spirit

Get Spirit
Layanan Konseling Psikologi Get Spirit

Menarik sekali saat ini konseling tak hanya bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik. Kamu bisa melakukan konseling di rumah dengan mendatangkan ahli seperti psikolog untuk membantu permasalahan mental keluarga.


Salah satunya kamu bisa menghubungi Get Spirit, yaitu layanan psikologi, training dan konseling terpercaya serta profesional yang berlokasi di Bandung. Namun, mereka juga menyediakan Konsultasi Psikologi Online via WhatsApp atau telepon untuk kamu yang ada di luar Bandung. 


Sedangkan jika kamu tidak jauh dari kantor dan butuh Psikolog di Bandung, tim Get Spirit bisa melakukan kunjungan ke rumah untuk melakukan observasi, wawancara, maupun konseling terkait kesehatan mental keluarga. 


Profil Founder Get Spirit

Get Spirit memiliki founder yang luar biasa, salah satunya Azalia Cindy Permadi Founder Get Spirit yang akan membantu untuk melakukan konseling mengenai berbagai kelainan kesehatan mental. Berikut profil lengkapnya.

Azalia Cindy Permadi Founder Get Spirit
Azalia cindy permadi Founder Get Spirit

Azalia cindy permadi, M.Psi., Psikolog

Background pendidikan: 

S1 : fakultas psikologi universitas kristen maranaths

S2: magister profesi psikologi universitas kristen maranatha

Karir : assosiate psikolog di berbagai biro psikologi, recruiter calon karyawan bank indonesia, recruiter calon karyawan pt telkom, recruiter badan kepegawaian negara





Konsultasi Psikologi Online
Theofany 





Theofanny

Background pendidikan :

S1 : fakultas psikologi universitas kristen maranaths

S2: magister profesi psikologi universitas kristen maranatha 

Pengalaman kerja : assosiate psikolog, grafolog







Kontak Get Spirit

WhatsApp: 081214000624

Instagram: @get_spirit


Jangan pernah menyepelekan masalah mental yang terjadi pada anak dan remaja karena bisa berpengaruh pada perkembangan emosionalnya. Jangan malu minimal melakukan konsultasi Psikologi online. Maka dari itu, pengobatan gangguan mental akan berbeda tergantung dengan kondisinya.

Untuk mengevaluasi kondisi mental dan mendiagnosis gangguan kejiwaan, tetap diperlukan pemeriksaan oleh psikiater atau psikolog. Janganlah ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika ingin melakukan tes skrining awal kesehatan mental. Yuk sama-sama kita jaga ‘kewarasan’ diri sendiri maupun keluarga!


Senin, 04 Juli 2022

Keputihan Bercampur Darah, Berbahaya Tidak?

 

Keputihan merupakan kondisi saat vagina mengeluarkan cairan lendir kental yang berwarna bening. Kondisi ini merupakan mekanisme tubuh yang terjadi secara alami dengan tujuan untuk menjaga kelembaban dan kebersihan sekaligus melindungi vagina dari infeksi.

Keputihan yang terjadi pada wanita bisa saja berbeda setiap siklusnya. Ada yang berwarna bening dan cair, berwarna putih susu dan lengket, hingga keputihan bercampur darah. Keputihan bisa saja menjadi tanda tubuh sedang sehat atau tanda penyakit lainnya. Jika kamu merasa ada gejala-gejala yang mengkhawatirkan dari siklus keputihan, kamu bisa melakukan konsul dokter online secara langsung maupun melalui aplikasi di handphone-mu.

Lalu, bagaimana jika keputihan tersebut disertai atau bercampur dengan darah? Apakah ini hal yang wajar? Apakah berbahaya? Untuk lebih jelasnya, simak informasi mengenai beberapa penyebab keputihan putih bercampur darah di bawah ini!

Apa Itu Keputihan?

Keputihan adalah kondisi di mana vagina mengeluarkan cairan yang diproduksi oleh kelenjar vagina dan leher rahim. Umumnya, keputihan terjadi saat wanita berada pada siklus haid. Cairan ini merupakan cara alami dari tubuh untuk membersihkan organ intim dari sel-sel mati dan bakteri. Maka dari itu, keputihan bisa menjadi cara tubuh untuk melindungi dari infeksi pada organ intim wanita.

Keputihan bisa saja memiliki warna, tekstur, dan konsistensi yang berbeda. Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh hormon estrogen dan beberapa hal lainnya. Ciri-ciri keputihan normal yang umumnya terjadi adalah:

  • Berwarna bening atau putih seperti telur mentah,

  • Memiliki tekstur yang encer, sedikit kental, dan lengket

  • Tidak berbau

Keputihan akan sering terjadi pada ibu yang sedang hamil. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan atau menyusui.

Faktor Penyebab Keputihan Darah

Keputihan umumnya berwarna putih benang dengan tekstur yang agak lengket. Keputihan dipengaruhi oleh hormon estrogen dan kondisi tubuhmu. Pada kasus keputihan darah, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan hal ini. Apa saja faktor keputihan darah yang biasanya terjadi? Ketahui faktanya melalui ulasan berikut.

  • Menstruasi

  • Kehamilan

  • Gangguan Hormonal

  • Penggunaan KB Hormonal

  • Gangguan Kehamilan

  • Penyakit Tiroid

  • Infeksi

  • PCOS

  • Miom

  • Endometriosis

  • Kanker

Apakah Keputihan Bercampur Darah Berbahaya?

Seperti yang sudah disebutkan, keputihan bercampur darah dapat terjadi karena berbagai macam faktor. Umumnya, keputihan yang normal dan sehat akan berwarna bening dengan tekstur agak kental.

Jika kamu mengalami keputihan bercampur darah tetapi kamu sedang tidak haid, mengalami gejala-gejala nyeri perut, dan sebagainya, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi lebih lanjut.

Pada umumnya, keputihan bercampur darah tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa situasi dapat menjadi masalah yang serius dan butuh penanganan lebih lanjut. Jika keputihan bercampur darah disertai dengan nyeri pinggul, kram perut yang hebat, serta mengganggu aktivitas sehari-hari, kamu dapat menanganinya di rumah atau segera lakukan konsultasi ke dokter.

Untuk meredakan nyeri perut akibat datangnya siklus menstruasi yang dibarengi dengan keputihan berdarah, kamu dapat mencoba untuk melakukan yoga ringan, meditasi, minum air hangat, kompres perut dengan air hangat, dan luangkan waktu untuk istirahat dengan cukup.

Cara Mengatasi Keputihan Bercampur Darah

Keputihan ini merupakan sesuatu yang tidak bisa kamu prediksi, berbeda dengan gejala-gejala penyakit lainnya. Namun, kamu dapat mencoba beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi dan meminimalisir terjadinya keputihan bercampur darah:

  1. Menjaga Kebersihan Organ Intim

Sangat penting bagi kamu untuk menjaga kebersihan area organ intim. Karena selalu tertutup, tentunya keadaan organ intim kamu menjadi lembab. Area yang lembab bisa menjadi tempat pertumbuhan organisme seperti bakteri yang tidak baik dan dapat menimbulkan penyakit, bau tidak sedap, dan sebagainya.

Maka dari itu, penting untuk menjaga kelembaban di area ini. Seringlah mengganti pakaian dalam jika kamu terlalu banyak beraktivitas yang menyebabkan area ini basah karena keringat. Selain itu, kamu juga dapat membasuh ara organ intim dari arah depan ke belakang, hal ini untuk meminimalisir bakteri dari anus berpindah ke vagina.

Terakhir, kamu bisa mencoba untuk menggunakan pakaian dalam berbahan dasar katun yang bisa menyerap keringat dengan baik. Pakailah celana yang tidak terlalu ketat, agar sirkulasi udara di area organ intim tidak lembab.

  1. Meminimalisir Penggunaan Cairan Pembersih

Vagina tentunya punya kadar asam (pH) yang baik. Menggunakan cairan pembersih vagina seperti antiseptik dapat merusak keseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat yang ada di area tersebut. Maka dari itu, untuk membersihkan vagina, kamu hanya perlu menggunakan air bersih saja.

Meminimalisir penggunaan cairan pembersih dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi bakteri pada vagina

  1. Biasakan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat seperti rajin berolahraga dan menjaga pola makan merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh. Nah, hal ini juga dapat berdampak pada hormon estrogen pada wanita yang akan mempengaruhi warna, tekstur, dan konsistensi keputihan. Risiko keputihan bercampur darah pun akan semakin minim. Selain tubuh sehat, organ intim pun dapat terawat.

Itulah beberapa informasi mengenai keputihan bercampur darah. Periksakan diri kamu ke dokter jika kamu mencurigai keputihan yang berdarah terjadi akibat kondisi medis yang serius seperti di atas.

Pada dasarnya, jika keputihan masih dalam kondisi yang tidak mengeluarkan bau, menyebabkan gatal, dan nyeri, menandakan bahwa kondisi ini normal. Jika kamu memiliki gejala keputihan darah dan hal-hal tidak enak lainnya, segera konsultasi dan periksakan diri ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat. 


Jumat, 15 April 2022

Memaknai Hari Kesehatan Dunia: Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Kusta


Tahu gak kesehatan tak hanya mengenai fisik, tapi juga meliputi mental dan sosial. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia kali ini saya mengikuti siaran KBR (12/4/22) kemarin mengenai topik yang masih jarang terpikirkan oleh masyarakat, yaitu mengenai penyakit kusta.


Dengan mengangkat tema "Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Kusta" diharapkan bisa meningkatkan pemahaman dan kesadaran di masyarakat agar ke depannya mudah ditangani.


Masyarakat kadang lupa kalau penyakit kusta masih ada di sekitar kita. Dari masalah fisik, psikologis, sosial, dan mental. Indonesia masih berada di Nomor 3 di dunia penyumbang penyakit kusta. Guna memutus mata rantai kusta di masyarakat perlu dilakukan kolaborasi Pentahelix.


Sepengalaman saya yang punya tetangga yang pernah menderita kusta, sebagian besar mereka malu untuk berobat karena sudah banyak pandangan negatif dari tetangga, teman, bahkan kerabat sendiri yang justru membuat tertekan. Hal ini sangat miris, sehingga menghambat pengobatan dan semakin lama untuk memutus mata rantai agar tak banyak lagi yang tertular kusta. 


Apa Sih Kolaborasi Pentahelix?



Kerjasama Pentahelix sendiri merupakan usaha untuk mengatasi suatu masalah kesehatan yang melibatkan beberapa unsur penting dalam masyarakat yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta media. Kerjasama ini diharapkan nantinya bisa mengisi gap yang terjadi. Dalam hal ini akan efektif untuk mengatasi stereotip mengenai kusta di Indonesia.


Memaknai Hari Kesehatan Dunia Menurut Narasumber


Dalam memaknai hari kesehatan ini, lebih kepada penyandang disabilitas terlebih kusta bukan hanya dianggap sebagai aib atau hal yang negatif. Menurut R Wisnu Saputra, S.H., S.I.Kom - Jurnalis/Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Bandung, "Memang isu kusta ini seringkali tidak terlalu terangkat di media, oleh karenanya kampanye harus digaungkan. Sebagai seorang jurnalis, porsinya lebih kepada memberikan edukasi berupa audio-visual, video yang tidak gegabah agar tidak jadi bumerang di masyarakat."


"Sebetulnya profesi dokter dan wartawan 11:12 yaitu tugasnya mengedukasi. Intinya melakukan strategi konseling dan edukasi untuk mendorong masyarakat dapat memahami mengenai diskriminasi penderita kusta," jelas Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, Sp.KK, M.Kes, Dipl-STD HIV FINSDV - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)


“Selain itu, dibutuhkannya support system yaitu masyarakat yang ada di sekitarnya. Warga harus diedukasi kalau penyakit kusta merupakan penyakit menular yang paling tidak menular loh. Kita harus melakukan edukasi terus-menerus dengan adanya keterlibatan pemerintah daerah, pemuka agama, jurnalis, dan medis,” tambah Dr dr. Flora.


Campaign yang harus dilakukan untuk mengurangi stigma mengenai kusta?

Dapat meneruskan informasi yang didapat dalam acara ini, memberitahu bahwa penyakit kusta ini tidak sebahaya yang dibayangkan. mencontohkan tidak menstigmatisasi terhadap penderita kusta serta berkolaborasi dengan komponen-komponen yang telah disebutkan agar semakin berhasil. Penyakit kusta ini minimal menular dengan kontak erat 5-10 tahun dengan penyakit kusta karena sentuhan dan droplet secara terus-menerus.


Apakah penderita kusta itu bisa disembuhkan secara total dan untuk bumil dengan riwayat kusta, apakah juga berpengaruh pada janinnya?

Penyakit kusta bisa disembuhkan, butuh waktu 6 bulan hingga 2 tahun. Asalkan, pasiennya rutin berobat karena seperti yang kita ketahui obat kusta ini gratis tapi memang prosesnya lama, sehingga butuh telaten, sabar dan konsisten hingga sembuh. 


Masih sedikit penelitian yang menyatakan bumil kusta dan janinnya akan punya penyakit yang sama. Oleh karenanya, sebaiknya menjaga makanan selama masa kehamilan, tidak perlu pantangan makanan. Selain itu harus bisa menjaga kebersihan lingkungan seperti mandi dengan bersih, membersihkan baju, sprei, selimut, dan barang lainnya yang digunakan.


Dari penyampaian Dr dr. Flora, kita jadi tahu kalau diskriminasi penderita kusta bisa terhapus dengan adanya kolaborasi Pentahelix. Sebaiknya kita juga menjadi bagian dari komunitas yang mendukung penghapusan stigma negatif di masyarakat. Tentu acara semacam ini sangat bermanfaat dan harus digaungkan terus. Bagaimana menurutmu?

Minggu, 29 Agustus 2021

Review Noera Collagen Drink, Mencerahkan Kulit dalam Sebulan?

 

Noera Collagen Drink

Tahu gak gais, merawat kulit dari luar saja gak cukup. Melakukan perawatan kulit dari dalam juga penting loh. Gak cuma dengan menjaga pola makan, minum air putih yang banyak, atau hanya olahraga, tapi juga harus diimbangi dengan mengonsumsi minuman suplemen yang mengandung collagen dan vitamin yang dibutuhkan oleh kulit seperti Noera Collagen Drink.


Nah, perlu kamu tahu kolagen merupakan salah satu jenis protein yang berfungsi untuk mengikat dan memberi struktur antar sel agar struktur jaringan selalu terjaga. Gak cuma itu, kolagen juga bisa menjaga elastisitas dan kelembapan kulit, serta membantu menyembuhkan kulit, tendon, dan juga otot. Oke, daripada terlalu panjang, yuk langsung aja ke review-nya!


Packaging Noera Collagen Drink

Minuman yang satu ini berbentuk bubuk yang sudah dikemas untuk per porsi minumnya, kamu tinggal menambahkan 150 ml air saja dan dapat langsung diminum. Satu package Noera ada 15 bungkus untuk 15 kali minum.


Packaging-nya pun juga cantik dengan dominan warna soft pink dan merah yang menggambarkan varian rasanya yaitu strawberry. Dilengkapi juga dengan bentuk dus yang tebal dan kokoh, serta lengkap juga dengan keterangan fungsi dan manfaat, cara pemakaian, nomor dinkes, juga tanggal kadaluarsa.


Ingredients


Ingredients Noera Drink Collagen

Sesuai dengan kegunaannya, Noera Drink Me Collagen Drink dibuat dengan berbagai bahan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit, diantaranya collagen yang berfungsi untuk meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit, glutathione yang berfungsi sebagai anti aging dan antioksidan alami untuk mencerahkan dan menghaluskan kulit.


Ada juga kandungan vitamin C yang bisa mengurangi keriput dan mencegah kulit agar tidak kering, vitamin E untuk mengatasi keriput dan melembabkan kulit, serta ekstrak strawberry yang dapat mencegah jerawat dan membantu mencerahkan kulit.


Manfaat Noera Collagen Drink



Noera Collagen Drink memiliki banyak sekali manfaat, mulai dari mencerahkan, menghaluskan, anti aging, mengurangi keriput, menghilangkan jerawat dan flek hitam, serta melembabkan kulit. Gak sampai itu aja, Noera Collagen Drink juga bisa menjaga rambut dan kuku agar lebih sehat, juga dapat untuk menjaga berat badan.


Cara Mengonsumsi Noera Collagen Drink


Cara untuk mengkonsumsinya pun juga cukup mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan 150 ml air putih di gelas, lalu tuangkan 1 sachet Noera Collagen Drink ke gelas, aduk hingga benar-benar larut, dan Noera Collagen Drink siap untuk diminum. Kamu bisa meminumnya satu atau dua kali sehari dan sebaiknya minumlah sesudah makan.

Hasil Setelah Konsumsi 1 Bulan

Aku mulai merasakan manfaatnya setelah rutin meminumnya kurang lebih sebulan. Jerawat mulai hilang dan kulit menjadi lembap, hal ini karena kandungan vitamin C dan vitamin E yang ada di dalam Noera Collagen Drink. Gak hanya itu kulit juga lebih cerah dan gak kusam lagi.


Akan lebih baik jika kamu mengonsumsinya dua kali sehari setelah makan. Kamu juga tidak perlu khawatir tentang keamanan Noera Collagen Drink ini, karena minuman ini sudah bersertifikat halal dengan nomor Dinkes P-IRT no. 2133404011602-20, jadi dijamin aman ya gais.


Berapa Harga Noera Collagen Drink?


Produk ini sangat recommended loh. Harganya pun juga cukup terjangkau, hanya 175.000 per boxnya. 1 box berisi 15 sachet yang sudah dikemas sesuai sekali takaran minum. Cara mendapatkannya juga mudah banget. Di jaman yang sudah secanggih sekarang, kamu bisa mendapatkannya secara online baik dari Line, Shopee, maupun Tokopedia.

LINE@ : @noeraskincare

Shopee : Noera Skincare

Tokopedia : Noera Slimming



Kamis, 03 Juni 2021

Kusta Bukan Kutukan, Begini Cara Penanganan yang Tepat!

 


“Pengidap kusta harus dikucilkan?”

Sebuah stigma yang berkembang di masyarakat sampai saat ini dan bahkan saya pun pernah menemuinya. Pernah salah satu tetangga mengidap penyakit kusta dan secara otomatis lingkungan seakan menolak keberadaannya. Padahal, mereka pun butuh dukungan dari lingkungan untuk semangat sembuh.

Barangkali minimnya wawasan tentang penyakit kusta inilah yang membuat masyarakat masih takut jika penyakit ini seketika menular pada diri mereka dan keluarga. 

Tak bisa dipungkiri di beberapa wilayah di Indonesia lainnya juga masih banyak kasus disabilitas yang disebabkan penyakit Kusta. Sehingga tingkat diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas masih cukup tinggi. 

Apa Itu Penyakit Kusta?


Penyakit Kusta merupakan penyakit kronik yang disebabkan Mycobacterium leprae yang pertama kali menyerang susunan saraf tepi, kemudian menyerang kulit, mukosa (mulut) saluran pernapasan bagian atas, sistem retikulo endotelial, mata, otot, tulang dan testis. Perlu diketahui, kusta bukanlah penyakit kutukan atau guna-guna. Pengobatan yang tepat akan membuat penderitanya sembuh total dan bisa kembali hidup normal.

"Kusta adalah penyakit keturunan"

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyatakan bahwa 95 persen orang tubuhnya mampu melawan bakteri penyebab kusta sehingga tak menyebabkan penyakit ini muncul. Berbeda dengan intensitas yang dilakukan oleh keluarga setiap harinya.

Ciri-Ciri Penyakit Kusta


Penyakit kusta ini hampir mirip dengan COVID-19, sama-sama bisa menular melalui sentuhan kulit maupun droplet, serta sama-sama menyerang sistem imun kita. Biar lebih jelas berikut rangkuman ciri-ciri penyakit kusta:

  1. Kulit mati rasa. Kulit kehilangan kemampuan dalam merasakan suhu, sentuhan, tekanan, dan rasa sakit
  2. Muncul lesi pucat yang berwarna lebih terang dan menebal di kulit
  3. Ada bercak putih yang dikira panu. Kalau bercak putihnya terasa gatal, berarti itu panu. Tapi kalau bercak putihnya tidak terasa apa-apa, maka itu kusta
  4. Muncul luka tapi tidak terasa sakit
  5. Pembesaran saraf yang biasanya terjadi di siku dan lutut
  6. Otot melemah, terutama otot kaki dan tangan
  7. Kehilangan alis dan bulu mata
  8. Mata menjadi kering dan jarang mengedip
  9. Luka di tangan atau kaki bisa menyebabkan hilangnya jari tangan atau jari kaki
  10. tidak bisa sembuh dengan minum obat kulit biasa

Mengapa Kusta Masuk Kategori Disabilitas?

sumber gambar: Halodoc

Perlu diketahui, penyandang disabilitas merupakan orang yang memiliki keterbatasan  fisik, intelektual, mental, maupun sensorik dalam jangka panjang. Ketika ia berhadapan dengan berbagai hambatan, penyakit ini menyulitkannya untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat berdasarkan persamaan hak.

Kusta menyerang tubuh secara perlahan. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan imun manusia. Jika imun dalam keadaan lemah, maka bakteri akan berkembang dengan baik. Kondisi ini pun bisa berdampak pada kerusakan saraf.

Penderita kusta menjadi kebal terhadap nyeri karena sarafnya rusak. Sehingga mereka mengalami kehilangan sensasi sentuhan dan rasa sakit pada kulit. Jadi mereka tidak merasakan sakit meskipun jari mereka copot.

Karena tidak merasakan sakit, penderita kusta tidak merasakan saat jarinya diserap oleh jaringan tubuhnya sehingga tampak memendek. Kondisi cacat yang dialami penderita kusta menyebabkan disabilitas sehingga mereka tidak dapat beraktivitas seperti orang normal karena kecacatannya baik di tangan, kaki, maupun mata.

Selain disabilitas pada fisik penderita/ yang terdampak kusta yang  masih stigma di masyarakat tambah memperparah penderitaan seorang penderita kusta.

Cara Mengobati Kusta

Informasi mengenai kusta dan disabilitas banyak saya dapatkan dari Webinar di Channel Youtube KBR. Saya merasa sedang mengikuti kuliah umum dengan topik bahasan Geliat Pemberantasan Kusta dan Pembangunan Inklusif  Disabilitas di Tengah Pandemi.  

Dalam webinar tersebut, singkatnya cara mengatasi kusta yakni dengan menekan tumbuhnya bakteri penyebab kusta dan mengerti ciri-ciri penyakit itu sendiri. Maka, kita seharusnya melakukan identifikasi sendiri sejak dini.

Kalau merasakan ciri-ciri kusta telah timbul di tubuh kita, maka langkah selanjutnya yaitu datang ke layanan medis terdekat untuk memeriksakan diri lebih lanjut. Jika diidentifikasi menderita kusta, maka dokter akan memberikan penanganan melalui obat-obatan dan tindakan pembedahan. Pembedahan ini bertujuan untuk:

  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak
  • Memperbaiki bentuk tubuh pengidap yang cacat
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh

Cara Penanganan Kusta Saat Pandemi

saat menyimak webinar KBR

Sama halnya yang dilakukan oleh Komarudin, S.Sos.M.Kes sebagai Wasor Kusta Kab Bone dan DR. Rohman Budijanto SH MH sebagai Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi-JPIP Lembaga Nirlaba Jawa Pos yang bergerak di bidang otonomi daerah pada acara webinar ruang publik yang diselenggarakan oleh NLR dan Berita KBR. 

Para petugas dan warga Kabupaten Bone sadar mengenai berbahayanya penyakit kusta dan COVID-19. Menariknya, mereka mengusung slogan “ya tutu ya upe’ ya ya capa’ ya cilaka” yang artinya adalah yang berhati-hatilah yang beruntung (selamat) dan yang lalai yang bakal celaka.

Para petugas kesehatan Kabupaten Bone akan datang ke rumah-rumah untuk mendeteksi gejala penyakit kusta yang mungkin diderita warga. Mereka menerapkan program RGO, yaitu Rendam, Gosok, Oles.

Maksud dari RGO yakni rendam kaki selama 20 menit di air dingin, gosok secara lembut dan perlahan di bagian tubuh yang menebal atau apakah ada luka, lalu oleskan dengan minyak pada jari tangan dan kaki untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

Jika warga memiliki ciri-ciri terkena kusta, maka mereka akan dibawa ke puskesmas untuk menjalani pengobatan sesuai prosedur.

Jadi, pandemi tidak menghalangi para petugas kesehatan untuk memberantas kusta. Hal ini terbukti bahwa angka prevalensi penyakit kusta di Kabupaten Bone mengalami penurunan yang signifikan. 

Sebelum pandemi terdapat 2,5 penderita per 10.000 penduduk, kini di masa pandemi tinggal 1,7 penderita per 10.000 penduduk. Ternyata pandemi tidak menghalangi penurunan jumlah penyandang kusta.

Lalu bagaimana cara membantu penyandang disabilitas?

  • Harus ada strategi khusus untuk berkembangnya inklusif disabilitas, yaitu: peningkatan kapasitas kerja bagi disabilitas.
  • Melakukan kampanye program dan perekrutan angkatan kerja tetap. 
  • Peningkatan dan pelatihan kesiapan kerja bagi angkatan kerja disabilitas.
  • Perluasan kesempatan kerja pada perusahaan dan penempatan kerja disabilitas.
  • Adanya peluang angkatan kerja disabilitas untuk memasuki dunia kerja atau mengikuti peluang peningkatan kapasitas lain. 

Dukungan menjadi hal paling berharga dan bisa membantu para Orang Penyandang Kusta untuk tetap optimis dan semangat dalam menjalani hidup.

Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Di sekitarmu apakah pernah juga ada yang mengidap kusta? Sharing di kolom komentar yuk!