Jumat, 11 September 2026

Laptop untuk Bekerja, Berkarya, dan Berkreasi: Produktif Bersama ASUS Vivobook

ASUS Vivobook
ASUS Vivobook Laptop Kerja Terbaik

Ada yang sama sepertiku? Laptop rasanya sudah seperti “partner kerja” yang hampir setiap hari selalu ada di dekat kita. 😄 Buatku sendiri, satu hari bisa diisi dengan banyak hal dari laptop. 


Mulai dari mengedit naskah, mengerjakan content, posting artikel di blog, sampai membuka dokumen novel dan melanjutkan cerita yang belum selesai. Kadang baru selesai satu pekerjaan, sudah ada pekerjaan lain yang menunggu.


Belum lagi kalau sedang ingin WFC alias Work From Cafe. Aku cukup suka berpindah suasana ketika bekerja karena kadang justru dari tempat baru muncul ide-ide yang lebih segar. 


Karena itu, buatku laptop ideal bukan hanya yang punya spesifikasi mumpuni, tetapi juga nyaman digunakan dan ringan dibawa ke mana saja. Percuma performanya bagus kalau setiap mau WFC rasanya seperti sedang membawa beban tambahan. 😄


Aku bersyukur karena mendapat kesempatan mengikuti ASUS Media Gathering di JW Marriott Surabaya. Aku nggak cuma melihat laptop dari meja display atau mendengarkan penjelasan soal spesifikasinya. Salah satu hal yang paling menarik perhatianku justru ketika melihat langsung durability test laptop ASUS Vivobook 14 dan ASUS Vivobook Go 14 sampai series terbarunya.


Bagaimana bisa laptop bisa ditempatkan pada kondisi ekstrem, aku berpikir sebagai pekerja kreatif harus lebih jeli dalam memilih laptop. Apalagi kalau perangkat tersebut memang akan menjadi ‘partner’ kerja dan berkarya setiap hari.


Laptop yang Punya Daya Tahan Tinggi

daya tahan ASUS
Durability test

Usai melihat laptop diinjak dan dibanting di depan mata membuatku sempat berpikir, “Itu laptop beneran, kan?” Laptop ini sangat kuat bisa diinjak hingga beban 100kg. 


Selama ini kita mungkin lebih sering mengetahui kemampuan sebuah laptop dari spesifikasi saja tanpa tahu pembuktian langsung. Dengan durability test akhirnya aku sangat percaya keselarasan antara spesifikasi dan bukti nyata.


Para tim ASUS menunjukkan pengujian ketahanan laptop yang mengacu pada standar MIL-STD-810H. Pengujian ini mencakup berbagai kondisi seperti guncangan, getaran, hingga suhu ekstrem. ASUS menyebut laptopnya melewati hingga 26 prosedur pengujian ketat.


Poin terpenting yaitu menyadari durability memang layak menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli laptop, terutama kalau perangkat tersebut akan dibawa bepergian setiap hari.


Masuk tas, keluar tas. Dibawa ke kantor, di rumah, pindah ke coworking space, kafe, bahkan sesekali dibawa ke outdoor area.


Semakin mobile aktivitas kita, semakin besar kemungkinan laptop menghadapi kondisi yang tidak selalu ideal.


ASUS Vivobook 14, Teman Kerja Siap Diajak Mobile



ASUS Vivobook 14 menjadi salah satu yang cukup menarik. Bukan cuma karena spesifikasinya, tetapi juga karena desainnya terasa cukup dekat dengan kebutuhan orang yang sehari-hari bekerja menggunakan laptop.


ASUS Vivobook 14 dikenalkan sebagai “Laptop Kerja Terbaik”. Saat melihatnya secara langsung, kesan yang aku dapat laptop ini memiliki tampilan yang simpel dan profesional, tetapi tetap modern.


Menurutku, desainnya masih cocok digunakan untuk suasana kerja formal sekaligus dibawa ke tempat yang lebih santai.


  1. Pilihan Warna yang Catchy Abis!


Salah satu hal yang cukup menyenangkan dari Vivobook 14 adalah pilihan warnanya. ASUS menyediakan beberapa opsi, seperti Cool Silver, Terra Cotta, dan Quiet Blue.


Buatku, pilihan seperti ini cukup menarik karena laptop kerja nggak harus selalu identik dengan warna hitam atau silver yang terlihat formal. Kalau kamu lebih suka perangkat dengan sedikit sentuhan personal, pilihan warna tersebut bisa membuat laptop terasa lebih sesuai dengan karakter penggunanya.


Apalagi kalau laptop hampir setiap hari dibawa ke mana-mana. Rasanya menyenangkan juga punya perangkat kerja yang bukan cuma menunjang produktivitas, tetapi secara tampilan memang kita suka.


  1. Prosesor Sesuai Kebutuhan


Untuk seri Vivobook 14 A1407, ASUS menyediakan beberapa pilihan platform prosesor. Ada varian yang menggunakan Intel, Snapdragon, maupun AMD, sehingga konfigurasi yang tersedia bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan pilihan pengguna.


Salah satu konfigurasi yang diperkenalkan menggunakan Intel Core Ultra 5 225H, dipadukan dengan RAM 16 GB DDR5 dan penyimpanan SSD 512 GB.


Untuk layarnya, laptop ini menggunakan panel berukuran 14 inci dengan resolusi WUXGA dan rasio 16:10.


Nah, ukuran layar 14 inci sendiri menurutku termasuk ukuran yang cukup ideal untuk laptop kerja. Area layarnya masih terasa lega ketika digunakan untuk membuka dokumen, browser, atau beberapa aplikasi pekerjaan, tetapi bodinya tetap relatif ringkas ketika harus dimasukkan ke dalam tas.


Ini menjadi pertimbangan yang cukup penting buatku karena aktivitas kerja nggak selalu berlangsung di satu tempat.


Kadang di rumah, kadang di kantor, dan kadang aku sengaja pindah suasana dengan WFC (Work From Cafe) untuk mencari inspirasi baru. Jadi, laptop yang cukup ringkas untuk dibawa bepergian tentu punya nilai lebih tersendiri.


Untuk konfigurasi tertentu, bobot Vivobook 14 berada di sekitar 1,46 kg. Menurutku, angka tersebut masih cukup nyaman untuk kamu yang punya mobilitas tinggi dan nggak ingin membawa laptop terasa seperti membawa beban tambahan sepanjang perjalanan.


  1. Nggak Cuma Bisa Mengetik dan Buka Dokumen


Kebutuhan bekerja sekarang juga sudah jauh berkembang. Laptop bukan cuma dipakai untuk mengetik dokumen atau mengerjakan spreadsheet.


Meeting online, presentasi, bikin konten, berdiskusi dengan klien, hingga berkomunikasi dengan tim juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.


Karena itu, aku cukup memperhatikan fitur pendukung video conference yang ada pada Vivobook 14.


Beberapa konfigurasi laptop ini sudah dilengkapi kamera FHD, privacy shutter, dan AI Noise Cancellation. Fitur seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru bisa terasa berguna ketika laptop dipakai untuk meeting atau komunikasi online secara rutin.


Privacy shutter, misalnya, memberikan kontrol tambahan ketika kamera sedang tidak digunakan. Sementara AI Noise Cancellation dapat membantu mengurangi suara bising di sekitar ketika sedang melakukan komunikasi.


Buat pekerja maupun content creator, fitur seperti ini menurutku cukup relevan. Karena ketika pekerjaan sudah semakin fleksibel, kebutuhan untuk berkomunikasi dari berbagai tempat juga ikut meningkat.


ASUS Vivobook Go 14, Ringan Cocok untuk Pelajar


Selanjutnya ada laptop yang pas banget untuk pelajar, ASUS juga memperkenalkan Vivobook Go 14 (E1404F).


Dilihat konsep dan desainnya, laptop ini terasa lebih sederhana dan mengutamakan mobilitas. ASUS menempatkannya sebagai “Laptop Pelajar Terbaik”, dan menurutku konsep tersebut memang cukup sesuai dengan kebutuhan target penggunanya.


Bobotnya sekitar 1,38 kg, sehingga relatif ringan untuk dibawa ke sekolah, kampus, perpustakaan, atau tempat lain untuk belajar.


Kalau membayangkan aktivitas pelajar sehari-hari, laptop seperti ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari mengerjakan tugas, membuat presentasi, mencari referensi di internet, mengikuti kelas online, sampai menikmati hiburan setelah tugas selesai.


Jadi, satu perangkat bisa menemani berbagai aktivitas tanpa harus terasa merepotkan ketika dibawa berpindah tempat.


Untuk urusan tampilan, Vivobook Go 14 juga hadir dengan beberapa pilihan warna, yaitu Cool Silver, Grey Green, dan Mixed Black.


ASUS bahkan menjadikan Grey Green sebagai hero color untuk seri ini. Menurutku, warna tersebut memberikan kesan yang cukup fresh dibandingkan laptop dengan warna konvensional.


Dari sisi spesifikasi, beberapa variannya menggunakan AMD Ryzen 3 7320U, RAM 8 GB, serta penyimpanan SSD 256 GB.


Konfigurasinya memang lebih ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari, bukan pekerjaan berat yang membutuhkan performa tinggi. Namun, untuk aktivitas belajar seperti mengetik tugas, browsing, membuat presentasi, mengikuti kelas online, dan menikmati hiburan, spesifikasi tersebut terasa cukup relevan dengan target penggunanya.


Vivobook Go 14 juga memiliki beberapa fitur praktis, seperti webcam privacy shield dan engsel yang bisa dibuka hingga 180 derajat.


Buatku, fitur engsel 180 derajat ini cukup menarik karena memberikan fleksibilitas ketika laptop digunakan dalam berbagai posisi.


Kalau melihat keduanya, menurutku Vivobook 14 dan Vivobook Go 14 memang memiliki target yang berbeda.


Vivobook 14 terasa lebih cocok untuk kamu yang membutuhkan laptop kerja dengan pilihan konfigurasi lebih beragam dan fitur yang mendukung aktivitas profesional.


Vivobook Go 14 lebih sederhana dan ringan, sehingga terasa pas untuk pelajar yang membutuhkan perangkat untuk menunjang kegiatan belajar sehari-hari.


Setelah melihat keduanya secara langsung, aku semakin menyadari bahwa memilih laptop sebenarnya bukan cuma perkara mencari spesifikasi paling tinggi.

Kalau aktivitasmu banyak berkutat dengan pekerjaan, editing, meeting, membuat konten, atau berbagai aktivitas profesional lainnya, tentu ada spesifikasi dan fitur yang perlu diprioritaskan.


Sementara kalau kebutuhan utamamu adalah belajar, mengerjakan tugas, browsing, dan aktivitas ringan lainnya, laptop yang lebih sederhana tetapi praktis dan mudah dibawa justru bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.



ASUS menyediakan beberapa opsi platform, mulai dari Intel, Snapdragon, hingga AMD, sehingga pengguna bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.


Salah satu yang menarik perhatianku Vivobook 14 M1407 dengan prosesor AMD Ryzen AI 5 340, RAM 16 GB DDR5, dan penyimpanan SSD 512 GB. Laptop ini juga termasuk dalam kategori Copilot+ PC dengan kemampuan NPU hingga 50 TOPS untuk mendukung berbagai kebutuhan berbasis AI.


Sementara itu, ada pula versi yang menggunakan Snapdragon X dengan RAM 16 GB LPDDR5X dan kapasitas penyimpanan hingga 1 TB.


OMNI, Fitur AI ASUS Vivobook Terbaru untuk Menunjang Aktivitas

OMNI
OMNI, AI buatan ASUS

Perkembangan teknologi AI di laptop memang semakin menarik untuk diikuti. Apalagi sekarang AI sudah mulai menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, termasuk dalam pekerjaan dan pembuatan konten.


Jika umumnya hanya pakai Copilot biasa, ASUS kini menghadirkan OMNI, AI khusus yang bisa membereskan banyak pekerjaan kita. Yang paling istimewa, sistem ini bisa dijalankan TANPA INTERNET. Wow, keren!


Buat kamu yang bekerja sebagai content creator atau sering mengandalkan laptop untuk berbagai pekerjaan digital, Adanya OMNI ini tentu bisa menjadi nilai tambah. Teknologi ini berpotensi membantu pekerjaan menjadi lebih praktis, terutama dalam hal produktivitas konten.


Aku pribadi lebih suka melihat AI sebagai fitur yang benar-benar membantu, bukan hanya angka spesifikasi yang terlihat keren saat membaca brosur.


Setelah ikut acara ASUS Gathering Surabaya seperti ini justru terasa lebih menarik karena kita nggak hanya mendengarkan penjelasan dari presentasi, tetapi juga bisa melihat dan mencoba produknya secara langsung. 


Dari situ, aku jadi punya gambaran yang lebih jelas tentang lini ASUS Vivobook, mulai dari Vivobook Go 14 untuk pelajar, Vivobook 14 yang lebih cocok untuk kebutuhan kerja, sampai seri terbaru yang sudah menawarkan dukungan teknologi AI.


Hal yang paling menarik menurutku adalah setiap seri punya karakter dan sasaran pengguna masing-masing. Jadi, memilih laptop sebenarnya nggak harus selalu tentang mencari spesifikasi paling tinggi.


Kamu harus menyesuaikan laptop dengan kebutuhan, jenis pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari. Menurutmu, series ASUS Vivobook mana yang bikin jatuh hati?


#LaptopKerjaTerbaik


Kamis, 10 September 2026

Apa Sih Bedanya Keju Cheddar, Mozzarella, dan Parmesan: Mana yang Paling Cocok untuk Masakanmu?

perbedaan keju cheddar, permesan dan mozarella

Pernah berdiri cukup lama di depan rak keju sambil berpikir, “Kalau bikin pasta, pakai yang mana, ya?” Atau mungkin kamu pernah membeli keju hanya karena bentuk kemasannya terlihat menarik, tetapi hasil masakan ternyata tidak sesuai ekspektasi. Tenang, kamu tidak sendirian. Cheddar, mozzarella, dan parmesan memang sama-sama keju, tetapi karakter ketiganya cukup berbeda.

Ada yang juaranya leleh dan stretchy, ada yang memberikan rasa gurih creamy, sementara lainnya justru lebih cocok menjadi sentuhan akhir pada makanan. Karena itu, memilih keju sebaiknya tidak hanya berdasarkan merek atau harga, tetapi juga disesuaikan dengan jenis masakan yang ingin kamu buat.

Yuk, kenali perbedaan keju cheddar, mozzarella, dan parmesan supaya kamu tidak salah pilih saat memasak!

1. Keju Cheddar, Gurih dan Creamy untuk Berbagai Masakan

Kalau kamu mencari keju yang serbaguna, cheddar bisa menjadi salah satu pilihan paling aman. Keju ini memiliki tekstur yang relatif padat dengan rasa gurih khas. Menariknya, karakter rasanya bisa berbeda tergantung lama pematangannya.

Semakin lama disimpan, cheddar umumnya memiliki cita rasa yang semakin kuat dan tajam. Karena karakter tersebut, cheddar tidak hanya memberikan tekstur creamy ketika dilelehkan, tetapi juga membuat makanan terasa lebih gurih.

Keju cheddar termasuk mudah meleleh sehingga sering digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari. Kamu bisa menggunakannya untuk membuat macaroni and cheese, burger, sandwich, roti panggang, hingga pasta panggang.

Cheddar juga enak dijadikan topping. Cukup parut kemudian taburkan di atas makanan sebelum dipanggang. Ketika terkena panas, keju akan meleleh dan memberikan lapisan gurih yang menggoda.

Paling cocok untuk: burger, sandwich, macaroni and cheese, pasta panggang, roti, kentang panggang, dan berbagai makanan yang membutuhkan rasa gurih serta creamy.


2. Keju Mozzarella, Juaranya Lelehan dan Efek Stretchy

Kalau membicarakan keju yang bisa menghasilkan lelehan panjang dan menggoda, mozzarella mungkin langsung muncul dalam pikiran kamu.

Mozzarella memiliki tekstur lembut dan elastis. Ketika dipanaskan, keju ini akan meleleh dengan karakter yang khas. Itulah alasan mozzarella begitu populer sebagai topping pizza, lasagna, dan berbagai makanan panggang.

Daya tarik mozzarella bukan hanya rasanya, tetapi juga teksturnya. Saat kamu menarik potongan pizza yang masih panas, misalnya, mozzarella bisa menghasilkan serat keju yang memanjang. Efek inilah yang membuat makanan terlihat semakin menggugah selera.

Mozzarella sendiri memiliki beberapa bentuk dan karakter. Mozzarella segar memiliki tekstur lebih lembut dan creamy sehingga cocok untuk sajian tertentu yang mengutamakan kesegaran. Sementara itu, mozzarella dengan kadar air lebih rendah cenderung lebih praktis digunakan untuk makanan yang dipanggang karena menghasilkan lelehan yang sesuai untuk hidangan seperti pizza.

Paling cocok untuk: pizza, lasagna, baked pasta, roti panggang, casserole, dan makanan yang membutuhkan keju meleleh.


3. Keju Parmesan, Sedikit Saja Sudah Bikin Gurih

Berbeda dari cheddar dan mozzarella, parmesan memiliki tekstur yang lebih keras serta rasa yang lebih kuat. Keju ini dikenal dengan cita rasa umami dan gurih yang khas.

Parmesan mendapatkan karakter tersebut melalui proses pematangan yang berlangsung cukup lama, bahkan biasanya lebih dari satu tahun. Proses tersebut membuat teksturnya menjadi lebih keras dan rasa keju semakin kompleks.

Karena karakter teksturnya, parmesan tidak menjadi pilihan utama jika tujuan kamu adalah mendapatkan lelehan keju yang panjang. Sebaliknya, keju ini lebih sering diparut atau diserut sebagai finishing.

Sedikit taburan parmesan di atas pasta, sup, atau salad bisa memberikan tambahan rasa yang cukup signifikan. Keju ini juga sering digunakan dalam hidangan khas Italia, termasuk risotto dan berbagai saus untuk memperkaya rasa.

Paling cocok untuk: pasta, risotto, salad, sup, saus, dan berbagai hidangan yang membutuhkan tambahan rasa gurih serta umami.

Cheddar, Mozzarella, atau Parmesan, Mana Pilihanmu?

Supaya lebih gampang menentukan pilihan, kamu bisa mengingat fungsi utama masing-masing keju.

Pilih cheddar kalau kamu ingin rasa gurih yang kuat sekaligus tekstur creamy ketika dilelehkan. Keju ini cocok untuk masakan rumahan karena penggunaannya sangat fleksibel.

Pilih mozzarella kalau prioritas kamu adalah lelehan keju yang lembut dan elastis. Pizza, lasagna, dan makanan panggang akan terasa semakin menarik dengan mozzarella.

Sementara itu, pilih parmesan ketika kamu ingin memperkaya rasa makanan tanpa harus membuatnya dipenuhi lelehan keju. Cukup parut atau taburkan secukupnya untuk memberikan sentuhan gurih dan umami.

Jangan Salah Pilih Keju untuk Masakanmu

Memilih keju ternyata hampir seperti memilih teman untuk sebuah hidangan. Bukan soal mana yang paling enak secara mutlak, tetapi mana yang paling cocok dengan karakter makanan yang kamu buat.

Bayangkan pizza dengan mozzarella yang meleleh, burger dengan cheddar yang creamy, atau sepiring pasta hangat dengan taburan parmesan. Ketiganya sama-sama menggoda, tetapi memberikan pengalaman makan yang berbeda.

Jadi, lain kali kamu memasak, jangan asal mengambil keju yang tersedia di kulkas. 

Coba tentukan dulu hasil seperti apa yang kamu inginkan. Mau creamy dan gurih? Cheddar. Leleh dan stretchy? Mozzarella. Atau rasa umami yang kuat? Parmesan.

Dengan mengenali karakter masing-masing, eksperimen di dapur pun bisa jadi jauh lebih seru. Siapa tahu, dari tiga jenis keju ini, kamu justru menemukan kombinasi favorit baru untuk masakanmu.

Rabu, 09 September 2026

Lagi Viral! 10 Drama Korea Terpopuler Agustus 2026, Ceritanya Bikin Nagih

Drama Korea Terpopuler Agustus 2026
Drama Korea Terpopuler Agustus 2026

Bulan Agustus 2026 kembali diramaikan dengan berbagai drama Korea terpopuler yang menawarkan cerita dari beragam genre. Mulai dari aksi, thriller, misteri supernatural, drama keluarga, sampai komedi romantis, semuanya punya daya tarik masing-masing.


Kalau kamu sedang mencari tontonan baru untuk mengisi waktu luang, daftar ini bisa menjadi referensi.


Berdasarkan pemeringkatan reputasi merek drama Korea periode Agustus 2026, yang dihimpun dari data 13 Juli hingga 13 Agustus terhadap 21 drama, Agent Kim Reactivated berhasil menduduki posisi pertama.


Pemeringkatan tersebut mempertimbangkan partisipasi penonton, jangkauan media, interaksi digital, popularitas publik, dan rating.


Menariknya, sepuluh besar kali ini tidak didominasi satu genre saja. Jadi, kamu yang suka cerita menegangkan maupun kisah romantis tetap punya banyak pilihan.


1. Agent Kim Reactivated


Posisi pertama ditempati Agent Kim Reactivated, drama aksi yang dibintangi So Ji-sub. Ceritanya mengikuti Kim Do-hyeon, seorang ayah tunggal yang menjalani kehidupan sederhana sebagai pegawai bank.


Namun, kehidupan tersebut ternyata menyimpan rahasia. Do-hyeon merupakan mantan agen rahasia dengan kemampuan khusus yang selama ini berusaha meninggalkan masa lalunya.


Semuanya berubah ketika putrinya, Min-ji, menghilang. Ia akhirnya harus kembali menggunakan kemampuan lamanya demi menemukan sang anak.


Drama ini memang sudah selesai pada Juli, tetapi popularitasnya masih terasa kuat sepanjang Agustus. Bahkan, episode finalnya mencatat rating nasional 23 persen dan menjadi salah satu drama dengan penonton terbanyak pada 2026.


2. A Bona Fide Killer


Kalau kamu menyukai drama dengan karakter utama yang punya kehidupan ganda, A Bona Fide Killer wajib masuk daftar tontonan.


Gong Hyo-jin memerankan Yu Bo-na, seorang ibu dan pekerja kantoran yang tampak biasa saja. Namun, di balik kehidupan sehari-harinya, ia ternyata memiliki identitas rahasia sebagai “Kingfisher”, sosok yang terkenal karena memburu kriminal yang lolos dari hukum.


Masalahnya semakin rumit ketika suaminya justru mendapat tugas untuk mencari sosok Kingfisher tanpa mengetahui bahwa orang yang dicari adalah istrinya sendiri. Perpaduan kehidupan keluarga dan aksi membuat drama ini terasa berbeda.


3. The Husband


Di posisi ketiga ada The Husband, drama bergenre thriller misteri yang menghadirkan Namkoong Min sebagai Kang Tae-ju.


Tae-ju merupakan ahli bedah saraf sekaligus direktur rumah sakit. Kehidupannya berubah drastis setelah istrinya, Ko Se-yun, diculik tepat sehari setelah ia meminta cerai. Dari sinilah berbagai rahasia mulai terungkap.


Kalau kamu suka drama yang membuat penasaran dan mengajak menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi, The Husband bisa menjadi pilihan menarik. Drama ini meraih indeks reputasi 6.150.594 dalam pemeringkatan Agustus.


4. The East Palace


Selanjutnya ada The East Palace, drama yang cocok untuk kamu yang menyukai perpaduan sageuk, horor, dan misteri supernatural.


Drama ini membawa penonton ke lingkungan istana kerajaan. Gu-cheon merupakan pria yang mampu melintasi dunia manusia dan dunia arwah, sedangkan Saeng-gang adalah dayang istana yang dapat mendengar suara orang yang telah meninggal.


Keduanya kemudian dipanggil oleh raja untuk mengungkap misteri di Istana Timur. Rahasia masa lalu dan dunia arwah membuat kisahnya semakin penuh teka-teki.


Dengan indeks reputasi 5.395.652, drama ini berada di posisi keempat.


5. Spooky in Love


Buat kamu yang ingin drama romantis tetapi tidak mau cerita yang terlalu biasa, Spooky in Love menawarkan kombinasi yang unik.


Park Eun-bin berperan sebagai Cheon Yeo-ri, seorang pewaris hotel yang mempunyai kemampuan melihat hantu. Ia kemudian bertemu Ma Gang-uk, seorang jaksa yang cerdas dan menjunjung tinggi keadilan.


Uniknya, kemampuan mereka justru membuat keduanya menjadi pasangan yang efektif dalam memecahkan berbagai kasus. Di tengah misteri dan kehadiran para arwah, hubungan mereka perlahan berkembang menjadi kisah romantis.


Drama ini menempati posisi kelima dengan indeks reputasi 4.705.095.


6. Teach You a Lesson


Teach You a Lesson membawa tema yang cukup berbeda karena mengambil latar dunia pendidikan. Ceritanya berfokus pada tim pengawas khusus yang berusaha menghadapi berbagai persoalan ketika kewibawaan sekolah dan guru mulai kehilangan pengaruh.


Kim Moo-yul berperan sebagai Na Hwa-jin, seorang pengawas yang turun langsung menangani berbagai masalah di sekolah. Drama ini mengangkat isu seperti perundungan, penyalahgunaan kekuasaan, dan persoalan disiplin.


Kalau kamu tertarik dengan drama yang bukan cuma menghibur tetapi juga mengangkat isu sosial, judul ini cukup menarik untuk dicoba.


7. Family Register


Posisi ketujuh ditempati Family Register. Drama ini turut mencuri perhatian dalam pemeringkatan reputasi merek drama Korea Agustus 2026.


Dibandingkan drama dengan aksi atau misteri supernatural, judul ini memberikan pilihan berbeda bagi kamu yang ingin mengeksplorasi cerita bertema keluarga dan hubungan antar manusia.


Kehadirannya di posisi tujuh menunjukkan bahwa drama Korea dengan tema yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari tetap mampu mendapatkan perhatian penonton di tengah persaingan judul-judul bergenre intens.


8. Our Happy Days


Our Happy Days berada di posisi kedelapan dan menawarkan perpaduan drama keluarga dengan romansa.


Cerita berpusat pada Go Gyeol, seorang arsitek perfeksionis yang cenderung sinis. Ia kemudian kembali bertemu Jo Eun-ae, seorang perempuan ceria yang sedang mengembangkan dunia AI humanistik.


Pertemuan tersebut membawa keduanya ke dalam hubungan yang tidak sederhana. Ada romansa, konflik keluarga, rahasia masa lalu, sekaligus perjalanan untuk memahami arti kebahagiaan.


9. Love on the Menu


Kalau kamu penggemar romansa dengan sentuhan kuliner, jangan lewatkan Love on the Menu.


Drama ini mengikuti Kim Mu-jin, pria kaya yang pernah menjadi koki di Italia. Setelah delapan tahun, ia kembali ke Seoul dan berencana membuka restoran.


Di sana, ia bertemu lagi dengan cinta pertamanya, Han Gyu-rim, yang kini menjalani kehidupan sederhana dengan bekerja di toko lauk. Pertemuan tersebut tentu tidak berjalan sesederhana yang dibayangkan karena masih ada luka dan perbedaan status sosial diantara mereka.


Drama ini menempati posisi kesembilan dalam daftar reputasi Agustus.


10. The Apartment Job


Terakhir ada The Apartment Job, drama komedi kriminal yang dibintangi Ji Sung.


Park Hae-kang adalah mantan bos geng yang berusaha menjalani kehidupan baru sebagai warga biasa. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai ketua asosiasi penghuni apartemen karena memiliki tujuan tertentu.


Namun, rencananya justru membawanya masuk ke berbagai persoalan para penghuni apartemen. Konflik tersebut perlahan membuka skandal korupsi dan rahasia yang selama ini tersembunyi.


Mana yang Paling Menarik untuk Kamu Tonton?


Sepuluh drama Korea terpopuler Agustus 2026 di atas menunjukkan bahwa selera penonton semakin beragam. Kalau kamu suka aksi, Agent Kim Reactivated dan A Bona Fide Killer bisa menjadi pilihan. Untuk misteri dan supernatural, ada The Husband serta The East Palace.


Sementara itu, penggemar romansa bisa mencoba Spooky in Love atau Love on the Menu. Kalau kamu ingin cerita yang lebih dekat dengan persoalan keluarga dan kehidupan sosial, Our Happy Days serta Family Register layak masuk watchlist.


Jadi, dari sepuluh judul tersebut, mana yang sudah kamu tonton dan mana yang paling bikin penasaran?


Jumat, 28 Agustus 2026

ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD), Laptop Bisnis Berbasis AI untuk Pekerja Profesional Hybrid

ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD)
ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD)


Siapa nih yang sehari-hari bekerja menggunakan laptop, pasti ada satu hal yang semakin terasa penting: perangkat kerja bukan cuma harus cepat, tapi juga nyaman digunakan untuk berbagai kebutuhan. Kebetulan banget saya mendapatkan kesempatan untuk hands-on laptop ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) dalam sebuah event ASUS Surabaya Media Gathering yang bertempat di Hotel MORAZEN Surabaya.


Kesempatan ini cukup menarik karena saya bisa melihat sekaligus merasakan langsung bagaimana laptop yang memang ditujukan untuk kebutuhan profesional ini digunakan.


Dari pengalaman hands-on tersebut, ada beberapa hal yang menurut saya menarik untuk dibahas. Bukan sekadar soal spesifikasi, tetapi bagaimana fitur-fitur yang ditawarkan ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) bisa relevan dengan aktivitas kerja sehari-hari.


Laptop Kerja yang Mengandalkan Performa AI

layar bisa dibuka 180 derajat

Hal pertama yang cukup menarik dari ASUS ExpertBook P5 G2 adalah penggunaan prosesor AMD Ryzen™ AI. Laptop ini tersedia dengan prosesor hingga AMD Ryzen™ AI 9 HX 470 yang memiliki 12 core, 24 thread, kecepatan hingga 5,2 GHz, dan kemampuan hingga 55 NPU TOPS.


Sementara itu, untuk unit ritel di Indonesia, laptop ini dibekali AMD Ryzen™ AI 7 445 dengan akselerasi neural hingga 50 NPU TOPS.


Kalau kamu tidak terlalu familiar dengan istilah NPU TOPS, sederhananya teknologi ini berkaitan dengan kemampuan pemrosesan AI pada perangkat. Jadi, penggunaan AI tidak hanya mengandalkan CPU, tetapi juga memanfaatkan komponen khusus untuk pekerjaan yang berhubungan dengan kecerdasan buatan.


Buat kita yang sehari-hari bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus, kemampuan tersebut tentu menarik. Apalagi laptop ini bisa dikonfigurasi dengan RAM hingga 96GB DDR5 dan penyimpanan dual-SSD hingga 3TB.


Hal yang saya suka dari konsep ini adalah adanya ruang untuk upgrade. Jadi, ketika kebutuhan pekerjaan semakin besar, kamu tidak selalu harus buru-buru mengganti laptop baru.


AI yang Dibuat untuk Membantu Pekerjaan

Berbicara tentang laptop berbasis AI tentu kurang lengkap kalau hanya membahas prosesornya.


ASUS ExpertBook P5 G2 juga membawa sejumlah fitur AI yang memang ditujukan untuk aktivitas kerja. Platform AI yang dapat membantu pekerjaan administratif seperti penulisan dan email serta merangkum hasil rapat secara otomatis.


Bayangkan kamu baru selesai mengikuti meeting yang cukup panjang. Daripada harus kembali membaca seluruh catatan dan merangkumnya secara manual, fitur AI dapat membantu membuat ringkasan.


Ada pula AI Noise-Cancelling yang membantu menyaring suara bising ketika melakukan meeting online. Fitur seperti ini terasa cukup relevan untuk kamu yang tidak selalu bekerja dari ruangan yang benar-benar tenang.


Kamera webnya juga tersedia hingga resolusi 5MP dengan sensor infrared. ASUS melengkapinya dengan AI Camera yang dapat membantu menyesuaikan pencahayaan dan pembingkaian ketika melakukan video conference. Menariknya juga dibekali fitur pengaturan pencahayaan ketika ruanganku cukup gelap.


Laptop ini juga mendukung Windows Copilot+ PC, sehingga pengguna dapat memanfaatkan sejumlah kemampuan AI seperti pencarian dokumen dan terjemahan bahasa secara real-time.


Layar 14 Inci yang Nyaman untuk Bekerja

Selain performa, layar tentu menjadi bagian penting karena hampir sepanjang hari mata kita akan berhadapan dengan layar laptop.


ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) menggunakan layar berukuran 14 inci dengan rasio 16:10. Layarnya sudah OLED dan memiliki resolusi WUXGA 1920 × 1200 dengan cakupan warna DCI-P3 100%.


Menurut saya, pilihan ini membuat pengguna bisa menyesuaikan laptop dengan kebutuhan. Kalau kamu banyak berkutat dengan pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna, panel OLED tentu menjadi pilihan menarik. 


Ringan untuk Kamu yang Sering WFA (Work From Anywhere)


Salah satu hal yang cukup menarik perhatian ketika melihat ASUS ExpertBook P5 G2 adalah bobotnya. Laptop ini memiliki bobot mulai dari 1,27 kg. 


Buat kamu yang punya aktivitas mobile dan harus membawa laptop dari rumah ke kantor, bertemu klien, atau bekerja dari berbagai tempat, laptop seringan  ini tentu menjadi nilai tambah.



Konektivitasnya juga cukup lengkap. Ada USB4 Type-C, USB Type-C, USB Type-A, HDMI 2.1, hingga port RJ45 LAN.


Jadi, kalau kamu harus melakukan presentasi di tempat yang masih menggunakan koneksi LAN atau HDMI, kamu tidak selalu perlu repot membawa banyak dongle tambahan.


Keamanan Jadi Bagian Penting

Uji kekuatan saat tak sengaja jatuh

Bekerja menggunakan laptop berarti ada banyak data yang tersimpan di dalamnya. Mulai dari dokumen pekerjaan, data klien, hingga berbagai file penting lainnya.


Karena itu, ASUS ExpertBook P5 G2 juga memperhatikan aspek keamanan. ASUS juga menyebut laptop ini telah memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810H. 


Untuk mendukung mobilitas, tersedia baterai hingga 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 22,5 jam untuk penggunaan aplikasi Office pada umumnya. Sedangkan untuk pengisian hanya butuh 49 menit.


Laptop ini membawa ASUS ExpertGuardian dengan dukungan Windows 11 Secured-core PC, BIOS yang sesuai standar NIST SP 800-155, TPM 2.0, sensor sidik jari, dan webcam privacy shield.


ASUS juga memberikan komitmen pembaruan firmware selama lima tahun. Bagi pengguna bisnis, aspek seperti ini tentunya cukup penting untuk menjaga perangkat tetap aman dalam penggunaan jangka panjang. Apalagi laptop ini easy service, pencopotan baterai, wifi dan komponen lainnya sangat mudah hanya butuh dilepas dengan tangan.

Tak sampai di situ, Said Dalida selaku ASUS Expert Technical PR juga mendemokan ketahan laptop ini. ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) mampu mengangkat beban hingga 8 kg dengan sangat mudah. Selain itu dicoba juga dengan diinjak dan alhasil laptop masih menyala normal.


ExpertCool Thermal memungkinkan laptop tidak cepat panas meski pemakaian lama.

Said Dalida selaku ASUS Expert Technical PR


Uji ketahanan juga dilakukan dengan menyiram laptop dengan air. Jika laptop lain langsung akan rusak, tapi ASUS ExpertBook P5 G2 memiliki cara tersendiri. Kamu hanya perlu memiringkan laptop di atas meja, maka air akan turun dan keluar. Wah, menarik banget, bukan?


Aman saat tersiram minuman

Setelah melihat berbagai fitur yang ditawarkan, menurut saya ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) memang lebih diarahkan untuk kamu yang membutuhkan laptop kerja dengan performa tinggi tetapi tetap mudah dibawa.


Laptop ini bisa menjadi pilihan menarik untuk profesional hybrid, pekerja yang sering melakukan meeting online, konsultan, pelaku UMKM, hingga pemimpin bisnis yang membutuhkan perangkat untuk multitasking.


Apalagi kemampuan upgrade RAM hingga 96GB dan dual-SSD hingga 3TB membuat laptop ini terasa lebih siap menghadapi kebutuhan pekerjaan yang berkembang.


Harga Laptop ASUS ExperBook P5 G2 (AMD)

Untuk harganya, dalam informasi yang saya terima dari ASUS, Harga terbaru di Indonesia laptop ASUS ExpertBook P5 G2 PM5406CGA dibanderol Rp21.599.000, sedangkan PM5406CKA Rp19.799.000.


Pengalaman Hands-On #ExpertBookSBY yang Menarik 

ASUS Surabaya Media Gathering
ASUS Surabaya Media Gathering

Kesempatan hands-on ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) di event ASUS yang berlangsung di Hotel MORAZEN Surabaya membuat saya bisa melihat lebih dekat laptop yang selama ini mungkin hanya kita kenal dari lembar spesifikasi.


Dari sana, saya melihat bahwa laptop kerja sekarang memang mulai bergerak ke arah yang berbeda. Bukan hanya mengejar prosesor cepat atau desain tipis, tetapi juga bagaimana AI, keamanan, mobilitas, dan kenyamanan bisa digabungkan dalam satu perangkat.


Vanya Rachmanita, Country Commercial Product Marketing

Tak heran, seperti yang disampaikan oleh Vanya Rachmanita, Country Commercial Product Marketing bahwa ASUS telah memenangkan lebih dari 50 awards dan laptop ASUS Business mulai menjadi trend di Indonesia hingga kini.

keunggulan ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD)

Kalau kamu sedang mencari laptop untuk mendukung pekerjaan profesional dan membutuhkan perangkat yang bisa diajak bekerja dari berbagai tempat, ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) layak masuk dalam daftar untuk kamu pertimbangkan.


Bukan karena semua fiturnya harus kamu gunakan sekaligus, tetapi karena laptop ini menawarkan ruang yang cukup luas untuk mengikuti kebutuhan kerja kamu yang mungkin terus berkembang. #Worryfree