Tampilkan postingan dengan label LADANG ILMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LADANG ILMU. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Agustus 2024

Irwan Bajang, Berawal dari Kegelisahan Bergerak Sebarkan Virus Menulis Hingga Kini

Irwan Bajang, Editor & CEO Indie Book Corner/foto: Instagram @irwanbajang

Penuh energi, kreatif, dan visioner. Kira-kira begitu yang saya tangkap dari sosok Irwan Bajang meski sekadar lewat dunia maya. Saya salah satu followers dari kelas literasi yang diadakan IBC (Indie Book Corner), penerbit yang didirikan pria yang biasa dipanggil Bajang.

Teman-teman jika bergelut di dunia literasi, tentu tidak asing dengan sosok Irwan Bajang ini. Seorang editor dan CEO IBC ini termasuk salah satu penerima Penghargaan SATU Indonesia Awards 2014. Bagaimana kisahnya sampai bisa menjadi pemenang yang begitu menginspirasi?

Sekilas Tentang Irwan Bajang dan Kiprahnya di Dunia Kepenulisan

Irwan Bajang tularkan virus menulis ke anaknya/foto: Instagram @irwanbajang

Dengan hanya bekal pengalaman dan suka duka di dunia penulisan, Irwan berhasil mendirikan sebuah penerbitan independen yang dinamakan Indie Book Corner (IBC). Pemuda kelahiran 22 Februari 1987 di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat itu kini berdomisili di Sleman, Yogyakarta. Di sinilah ia menjadi pegiat seni sastra dengan kepedulian tinggi terhadap tingkat penulisan di kalangan generasi muda.

Irwan menyukai dunia sastra sejak SMA dan mengambil jurusan bahasa, sehingga ia bisa bertemu dengan banyak seniman sastra seperti Chairil Anwar, WS Rendra, dan Ernest Hemingway. Irwan melanjutkan studinya di Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, bahkan semakin mendalami berbagai kegiatan sastra.

Ia juga terlibat dalam media berita kampus independen. Pada tahun 2011, ia bersama beberapa rekannya mendirikan fasilitas menulis bernama Sekolah Mandiri. Ia mengajar siswa sekolah menengah, mahasiswa, dan berbagai komunitas tentang seluk beluk dunia menulis dan penerbitan.

Semua itu ia lakukan secara cuma-cuma demi memperkenalkan dan melestarikan seni sastra Indonesia kepada generasi muda. Usai melewati berbagai pengalaman dan suka duka dalam dunia tulis menulis, Irwan pun mendirikan penerbitan independen bernama Indie Book Corner (IBC). Ia percaya bahwa banyak publikasi umum hanya membahas unsur komersial.

Akibatnya, banyak buku dengan konten bagus tidak diterima pemasaran hanya karena tidak memenuhi ekspektasi pasar. Melalui IBC, Irwan berharap para penulis Indonesia dapat melahirkan beragam karya berkualitas tanpa perlu khawatir dengan pasar.

Penulis didukung mulai dari pencetakan, pemasaran, hingga transparansi keuangan yang dihasilkan dari penulisan keras.

Faktanya, slogan IBC adalah "Tugas Anda adalah menulis. Serahkan penerbitannya kepada kami.

Irwan adalah satu diantara banyak generasi muda Indonesia lainnya yang berjuang demi kemandirian bangsa ini.

Apa Sih Independent School dan IBC?

Instagram IBC

Independent School merupakan salah satu lembaga tempat Irwan Bajang konsisten menyelenggarakan kelas literasi (membaca dan menulis) kepada masyarakat. Selain sekolah mandiri di Yogyakarta, pria yang kerap disapa Bajan ini juga memanfaatkan beberapa platform lain untuk menawarkan pelajaran membaca dan menulis.

Layanan konsultasi, Toko Budi (Books Indie) hadir di berbagai platform e-commerce, dan Patjarmera, festival literasi kecil-kecilan dan pasar buku dengan misi keliling nusantara. Di antaranya Yogyakarta, Malang, Semarang, dan Jakarta.

Beberapa buku yang diterbitkan oleh IBC

“Itu hanya prasangka bahwa masyarakat Indonesia tidak tertarik membaca. Padahal, para pecinta literasi mempunyai pilihan yang terbatas dalam mencari bahan bacaan. Kami berharap keberadaan Patjarmerah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, khususnya buku-buku yang diinginkannya,” kata Bhajan, alumni Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPN).

Literasi Gaya Modern

Upaya Bajang mentransformasikan pendidikan literasi ke cara modern mendapat respon positif dari masyarakat. Contoh spesifiknya adalah kolaborasi kami dengan Mocosik Festival 2019 yang akan diadakan di Yogyakarta.

Irwan Bajang saat Mocosik Festival 2019

“Kami menyadari bahwa musisi tidak dapat membuat lirik berkualitas tinggi tanpa sumber suara yang bagus, itulah sebabnya kami menciptakan hubungan simbiosis timbal balik antara musik dan buku. Ini membantu memperkenalkan dunia literasi kepada peserta kami yang sebagian besar adalah generasi milenial,” kata Bajang, yang juga penulis buku “5th Homecoming” dilansir dari Dapenastra, 19 Agustus 2024.

Generasi milenial dengan kepribadian berbeda tak membuat para bhajan pesimis atau kehilangan arah dalam pendidikan literasi. Ia mengatakan, generasi milenial yang memiliki keterampilan teknologi dapat mengakses pendidikan literasi dengan berbagai cara.

Perkembangan teknologi juga mempengaruhi metode penjualan. Misalnya, platform e-commerce yang bisa menggabungkan buku indie dan buku dari penulis besar dalam satu wadah. Ia melihat ini sebagai langkah maju dalam penyebaran literasi.

Ia melihat potensi pengembangan lebih lanjut dari perkembangan literasi modern saat ini. Ia juga mencontohkan dunia layar lebar yang fokus pada cerita pengarangnya, seperti tokoh utama dalam The Earth of Mankind karya Pramoedya Ananta Toer yang diperankan oleh aktor muda.

“Adaptasi seperti ini mungkin bisa membuat generasi milenial ingin tahu lebih banyak tentang karya-karya penulis Indonesia,” ujarnya.

Dengan melalui proses ini, buku berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan, bukannya sulit. Bahkan saat ini, menulis adalah sebuah profesi, dan ada banyak tempat di mana penulis dapat mengekspresikan karyanya.

Melalui kontributor buku, surat kabar, majalah, media sosial, dan situs siber, penulis menjadi lebih peka terhadap kebutuhannya sendiri, sehingga memudahkan mereka beradaptasi dan menghasilkan karyanya.

Hal ini membuat aktivitas membaca dan menulis menjadi lebih menyenangkan dan menghilangkan kebutuhan untuk memegang buku yang tebal dan keras. Seperti yang ditulis oleh pembuat virus.

Pria yang akrab disapa Bajang ini mengatakan, rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia merupakan sebuah prasangka. Di sisi lain, banyak orang yang tidak membaca karena tidak mempunyai akses atau kemampuan untuk mencari bahan bacaan.

Melalui IBC, Bajang menyasar para penulis pemula dan muda yang kurang diperhatikan oleh penerbit mainstream. Baginya, salah satu solusi paling efektif dan terpercaya dalam dunia literasi adalah sinergi antara penulis dan penerbit, hal itu bisa dicapai melalui forum yang dirintisnya.

Astra SATU Indonesia bagi Irwan Bajang



Kegigihan sosok Irwan Bajang dalam mengedukasi masyarakat pentingnya literasi membuat ini mendapat apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2014 kategori pendidikan dari Astra. Bahkan ia juga sudah pernah diundang ke acara Kick Andy dilandasi sekolah menulis gratis yang dibuatnya.

“Adanya SATU Indonesia Awards dari Astra sangat membantu kegiatan Independent School, terutama dalam segi publikasi. Banyak yang mengajak saya untuk kolaborasi setelah menerima penghargaan,” tuturnya dilansir dari Dapenastra, 19 Agustus 2024.

Melalui platform yang diluncurkan Bajang, gerakan ini dapat mewujudkan sinergi antara penulis dan penerbit, karena dinilai mampu menjadi solusi efektif terhadap permasalahan dunia literasi. Selain mengajarkan keterampilan membaca dan menulis dalam bentuk tertulis, kami juga mengajarkan format visual yang dapat menyampaikan makna berbeda. Bajang juga kerap berkolaborasi dengan berbagai mitra komunikasi, termasuk musisi.

Upaya Bajang mendirikan IBC (Indie Book Corner) membawanya sebagai pemenang dalam kategori pendidikan SATU Indonesia Awards 2014 dari Astra atas kegigihannya di dunia literasi khususnya kepenulisan. Sungguh menginspirasi dan semoga makin banyak yang tertular virus menulisnya.

#BersamaBerkaryaBerkelanjutan #KitaSATUIndonesia


---------
Sumber referensi:

https://www.instagram.com/irwanbajang

https://www.detik.com/edu/edutainment/d-6234448/irwan-bajang-dirikan-indie-book-corner-untuk-bantu-penulis-indonesia


https://nasional.tempo.co/read/1118641/ingat-pendaftaran-satu-indonesia-awards-2018-segera-ditutup?tracking_page_direct


https://dapenastra.com/berita/53/Milis-Astra-Literasi-Gaya-Modern-Ala-Irwan-Bajang.html

Rabu, 10 Januari 2018

Tempat Ternyaman untuk Menulis Part 1



Dalam menulis buku, tempat menulis menjadi salah satu faktor eksternal yang akan menentukan mood ketika menulis. Setiap orang pasti memiliki tempat ternyaman untuk menulis masing-masing, ada yang sangat suka dengan keramaian, ada juga yang mencintai suasana yang sunyi (aku banget :D). Jadi, tulisan ini adalah data yang aku survei ke beberapa rekan penulis kemudian aku kerucutkan menjadi versiku sendiri. Kalian juga boleh nambahin lho.

Menulis pada dasarnya adalah aktivitas panjang yang sebenarnya melelahkan, entah itu menulis blog, buku, maupun artikel. Tidak hanya membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan tulisan, menulisjuga akan menyita banyak energi dalam melakukan pengumpulan dan pemetaan terhadap data yang kita punya. Selain itu, kita juga perlu mengumpulkan mood yang baik ketika menulis. Artinya faktor internal (mood) juga akan berdampak pada kualitas tulisan yang dibuat.

Cara Efektif Menulis Esai

Ketika mood sedang tidak baik, maka kesannya terpaksa ketika menulis. Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak pada keruntutan tulisan yang dibuat. Bisa jadi, ada beberapa bagian yang kemudian tidak konsisten akibat mood buruk yang dipaksakan untuk terus menulis. Di sisi lain, mood pada dasarnya juga tidak hanya dipengaruhi oleh diri sendiri, tetapi juga ada faktor lain yang mempengaruhi mood.

Satu diantara faktor eksternal yang tidak kalah penting yaitu tempat untuk menyelesaikan tulisan kita. Tidak sedikit orang yang mengakui bahwa tempat menjadi pertimbangan penting ketika mereka ingin menulis buku. Hal penting lain yang perlu diketahui yaitu setiap orang pada dasarnya memiliki kriteria tempat yang nyaman untuk menulis (sama seperti yang aku katakana di pengantar). Ada sebagian orang yang lebih suka menulis di tempat yang cenderung sepi, tetapi ada juga mereka yang lebih suka menulis di tempat yang ada banyak orang di sekelilingnya.

 Fenomena ini wajar kok, karena pada dasarnya setiap orang memiliki seleranya masing-masing. Apabila tempat yang diinginkan tersebut bisa membuat nyaman, maka hal tersebut secara tidak langsung juga akan berdampak pada mood yang dibangun. Ketika mood tersebut pada titik yang baik, maka proses pengerjaan tulisan juga akan semakin baik. Kondisi tersebut pada akhirnya akan menghasilkan tulisan yang berkualitas.
Berkaca dari hal tersebut, beberapa tempat yang bisa digunakan untuk mengerjakan tulisan yang ingin dibuat.

Perpustakaan


Perpustakaan menjadi tempat yang bisa jadi nyaman untuk dijadikan referensi dalam mengerjakan project menulis. Adapun perpustakaan yang dimaksud bisa berarti perpustakaan daerah ataupun kampus. Hal tersebut menjadi cocok untuk dijadikan tempat menulis karena fasilitas yang ada di dalamnya. Selain biasanya menyediakan fasilitas wifi, perpustakaan juga menawarkan fasilitas ruangan yang nyaman untuk ditempati.

Suasana yang cenderung kondusif dan tidak ramai menjadi salah satu pertimbangan mengapa perpustakaan menjadi tempat yang layak untuk dijadikan referensi. Meskipun demikian, perpustakaan tidak bisa memberikan waktu yang relatif lama bagi pengunjungnya. Dengan kata lain, tidak bisa mengerjakan berbagai pekerjaan di perpustakaan hingga larut malam. Tidak sedikit perpustakaan yang hanya buka sampai sore hari. Oleh karena itu, tempat ini memiliki kekurangan pada aspek ketersediaan waktu yang ditawarkan kepada pengunjung.

Taman


Taman adalah tempat menarik untuk dikunjungi. Biasanya taman digunakan sebagai tempat untuk refreshing atau menghabiskan waktu, baik di pagi ataupun sore hari. Di beberapa negara maju, seperti di Eropa, taman menjadi tempat favorit yang bisa digunakan untuk mengerjakan tugas para mahasiswa. Tidak sedikit orang-orang yang melakukan aktivitas menulis buku di tempat ini pula. Hal itu tidak dapat dilepaskan dari sifat taman itu sendiri yang cenderung sejuk dan teduh sehingga membuat pengunjung yang datang merasa cukup nyaman untuk menghabiskan waktu. Selain itu, taman dengan pemandangan yang indah juga akan memberikan inspirasi tersendiri ketika menulis. Artinya, kita akan bisa menemukan banyak inspirasi di tempat seperti taman dengan pemandangan yang indah. Di Indonesia pada dasarnya masih belum banyak taman yang nyaman untuk dijadikan tempat untuk menulis. Namun di beberapa kota besar kini mulai muncul taman-taman yang cukup nyaman.

Café


Tempat lain yang juga menarik untuk dijadikan referensi adalah café. Hayoo, siapa yang ngaku anak cafe? Setiap café biasanya memiliki corak yang berbeda. Artinya ada café-café yang memang dikhususkan bagi mereka yang ingin menjadikannya sebagai tempat untuk mengerjakan berbagai pekerjaan, khususnya dalam hal menulis atau mengerjakan tugas. Café menjadi tempat referensi menarik karena sifat tempatnya yang cenderung nyaman dan santai. Artinya tempat tersebut tidak terlalu formal dan memang diperuntukkan bagi mereka yang ingin ‘ngobrol’ santai atau sekadar mengerjakan tugas. Selain itu, setiap café biasanya juga memiliki fasilitas yang menunjang seperti wifi ataupun menu makanan dan minuman yang ditawarkan. Bahkan ada beberapa café yang memang dibuka dalam waktu 24 jam sehingga memungkinkan orang untuk mengerjakan tugas hingga larut malam. Fasilitas itulah yang kemudian menunjang aktivitas ketika mengerjakan sesuatu.



Tepi Pantai


Tepi pantai terkadang memang sering digunakan untuk menghasilkan suatu karya karena pemandangan yang bagus dan terdapat ketenangan di sana. Kita bisa melihat arus laut yang tiba-tiba perlahan dan tiba-tiba tinggi tak terduga. Di situlah puncak inspirasi didapatkan. Angin yang sepoi-sepoi juga membuat pikiran relax dan nyaman. Indonesia sebagai negara maritim/bahari sangat banyak menyediakan pantai di setiap daerah. Kalian bisa mencobanya.

Ruang Tidur

Tempat terakhir yang bisa dijadikan referensi untuk menulis buku adalah Ruang Tidur. Ruang Tidur pada dasarnya bisa menjadi pilihan pertama dan sekaligus terakhir yang bisa digunakan untuk mencari kenyamanan dalam menulis. Tidak sedikit orang yang mengakui bahwa tempat ternyaman untuk menulis adalah di Ruang Tidur sendiri. Suasana yang sudah biasa Anda hadapi menjadi alasan kuat mengapa Ruang Tidur menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat ketika menulis buku. Ketika Anda sedang melakukan aktivitas menulis, Ruang Tidur pada dasarnya juga menyediakan berbagai fasilitas yang Anda butuhkan seperti internet (bila Anda memasang), makanan, dan minuman. Anda bisa juga bisa menentukan berbagai hal yang ingin Anda lakukan di Ruang Tidur yang membuat Anda semakin nyaman untuk melakukan aktivitas kepenulisan. Oleh karena itu, banyak orang yang menyelesaikan pekerjaannya di Ruang Tidur/rumah daripada di kantor.

Kiat Menulis Bebas

Untuk membuat tempat menulis semakin nyaman, maka salah satu hal yang bisa dilakukan adalah merapikan tempat kerja Anda sendiri. Akan menjadi lebih menyenangkan apabila Anda memiliki ruangan kerja sendiri di dalam Ruang Tidur. Ruangan kerja tersebut tentu akan difungsikan untuk tempat menulis buku. Bahkan jika bisa mendesain ruangan sesuai dengan selera masing-masing, mulai dari warna cat hingga berbagai aksesoris yang membuat nyaman. Apabila tempat kerja berada di dalam kamar sendiri, kita juga pada dasarnya bisa mendesain kamar sesuai dengan keinginan. Rumah sebagai tempat tinggal justru bisa ubah sesuai dengan keinginan dalam rangka menunjang kinerja dalam menghasilkan tulisan. Dengan demikian, akan bisa selalu terpacu untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas karena mood  juga akan dipengaruhi oleh tempat kita berada.

So, dimana tempat ternyamanmu dalam menulis?


Selasa, 28 November 2017

Inilah Tips Melakukan Reportase yang Baik

https://2.bp.blogspot.com

Sebelumnya apakah sudah pernah mendengar kata reportase? Saya yakin anda sudah pernah mendengarnya di televisi. Lalu, apakah anda sudah pernah melakukan reportase? Jika belum, sangat pas kalau anda membaca tulisan saya kali ini mengenai Tips Reportase yang Baik.

Reportase dapat diartikan sebagai proses pengumpulan data yang digunakan untuk penulisan karya jusnalistik. Objek pengumpulan data tersebut dapat berupa manusia, makhluk hidup selain manusia, buku-buku, tempat bersejarah, dan lain sebagainya. Suatu reportase disebut sebagai wawancara jika objek reportasenya adalah manusia.

Wawancara VS Reportase. 
Apakah wawancara sama dengan reportase? Jawabannya adalah tidak. Reportase memiliki ruang lingkup yang jauh lebih luas daripada wawancara, sedangkan wawancara merupakan satu diantara jenis teknik reportase.

Wawancara adalah tanya-jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah. Wawancara sering dihubungkan dengan pekerjaan jurnalistik untuk keperluan penulisan berita yang disiarkan di media massa. Dalam konteks ini, wawancara merupakan proses pencarian data berupa pendapat/pandangan/pengamatan seseorang yang akan digunakan sebagai salah satu bahan penulisan karya jurnalistik. Dari wawancara, sebuah berita didapat dan dilaporkan kepada masyarakat. Untuk itu, wawancara sedikit banyak memengaruhi sebuah kualitas berita. Sebab wawancara dibutuhkan untuk mendapatkan keterangan, fakta, data-data, penegasan serta beragam jenis informasi lainnya. Kegunaan wawancara bisa untuk memastikan sebuah kebenaran, mengklarifikasi, me-recheck, atau meluruskan kembali berbagai informasi yang didapat.

Jenis wawancara
1. News interview, yaitu wawancara dalam rangka memperoleh informasi dan berita dari sumber-sumber yang mempunyai kredibilitas ataupun reputasi di bidangnya.

2. Casual interview, atau disebut juga wawancara mendadak. Ini adalah jenis wawancara yang dilakukan tanpa persiapan/perencanaan sebelumnya.

3. Man in the street interview. Tujuan untuk mengetahui pendapat umum masyarakat terhadap isu atau persoalan yang hendak diangkat menjadi bahan berita.

4. Personality interview, yaitu wawancara yang dilakukan terhadap figur-figur publik yang terkenal, atau bisa juga terhadap orang-orang yang dianggap memiliki sifat/kebiasaan/prestasi yang unik, yang menarik untuk diangkat sebagai bahan berita.

Persiapan Wawancara
Semua pekerjaan akan lebih berhasil jika disertai dengan persiapan yang matang begitupun dengan wawancara. Secara sederhana terdapat sedikitnya dua tahap untuk melakukan persiapan wawancara;

1. Tahapan Biografis
Tahapan untuk mengumpulkan tentang gelar, nama, tempat tinggal, data-data umum lain.

2. Tahapan non Biografis
Mengumpulkan keterangan seputar subyek, seperti yang terkait dengan kehidupan tokoh selain biografis.

Model Wawancara
·Wawancara langsung (Tatap Muka)
· Wawancara tidak langsung (Telpon dan Tertulis)

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Wawancara
Agar tugas wawancara kita dapat berhasil, maka hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Lakukanlah persiapan sebelum melakukan wawancara.
Persiapan tersebut menyangkut outline wawancara, penguasaan materi wawancara, pengenalan mengenai sifat/karakter/kebiasaan orang yang hendak kita wawancarai, dan sebagainya.

2. Taatilah peraturan dan norma-norma yang berlaku.
Sopan santun, jenis pakaian yang dikenakan, pengenalan terhadap norma/etika setempat, adalah hal-hal yang juga perlu diperhatikan agar kita dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat pelaksanaan wawancara.

3. Jangan mendebat narasumber.
Tugas seorang pewawancara adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya dari nara sumber, bukan berdiskusi. Jika Anda tidak setuju dengan pendapatnya, biarkan saja. Jangan didebat. Kalaupun harus didebat, sampaikan dengan nada bertanya, alias jangan terkesan membantah.

Contoh yang baik: “Tetapi apakah hal seperti itu tidak berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri, Pak?”

Contoh yang lebih baik lagi: “Tetapi menurut Tuan X, hal seperti itu kan berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri. Bagaimana pendapat Bapak?”

Contoh yang tidak baik: “Tetapi hal itu kan dapat berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri, Pak.”

4. Hindarilah menanyakan sesuatu yang bersifat umum
Biasakanlah menanyakan hal-hal yang khusus. Hal ini akan sangat membantu untuk memfokuskan jawaban nara sumber.

5. Ungkapkanlah pertanyaan dengan kalimat yang sesingkat mungkin dan to the point.
Selain untuk menghemat waktu, hal ini juga bertujuan agar nara sumber tidak kebingungan mencerna ucapan si pewawancara.

6. Hindari pengajuan dua pertanyaan dalam satu kali bertanya.
Hal ini dapat merugikan kita sendiri, karena nara sumber biasanya cenderung untuk menjawab hanya pertanyaan terakhir yang didengarnya.

7. Pewawancara hendaknya pintar menyesuaikan diri terhadap berbagai karakter nara sumber.
Untuk nara sumber yang pendiam, pewawancara hendaknya dapat melontarkan ungkapan-ungkapan pemancing yang membuat si nara sumber “buka mulut”. Sedangkan untuk narasumber yang doyan ngomong, pewawancara hendaknya bisa mengarahkan pembicaraan agar narasumber hanya bicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan materi wawancara.

8. Pewawancara juga hendaknya bisa menjalin hubungan personal dengan nara sumber
Dengan cara memanfaatkan waktu luang yang tersedia sebelum dan sesudah wawancara. Kedua belah pihak dapat ngobrol mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, atau hal- hal lain yang berguna untuk mengakrabkan diri. Ini akan sangat membantu proses wawancara itu sendiri, dan juga untuk hubungan baik dengan nara sumber di waktu-waktu yang akan datang.

9. Memihak Narasumber
Jika kita mewawancarai seorang tokoh yang memiliki lawan ataupun musuh tertentu, bersikaplah seolah-olah kita memihaknya, walaupun sebenarnya tidak demikian. Seperti kata pepatah, “Jangan bicara tentang apel di depan seorang pecinta pisang”.


Baiklah itu semua adalah tips yang bisa anda gunakan saat wawancara. Semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat.

Rabu, 08 November 2017

Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk Setara


Pasti sudah pernah mendengar tentang Kalimat Majemuk Setara, bukan? Berikut akan dijelaskan Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk Setara.

Istilah "kalimat majemuk" mengacu pada jenis kalimat yang terdiri atas dua pola atau lebih. Hal ini berdasarkan pada pengertian dari kalimat majemuk, yaitu suatu kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih, atau dengan kata lain kalimat yang terbentuk dari beberapa klausa bebas. Jenis kalimat ini berasal dari perluasan atau penggabungan kalimat tunggal, untuk selanjutnya membentuk satu atau lebih pola kalimat baru di samping pola yang sudah ada sebelumnya.

Kalimat majemuk juga dapat diartikan sebagai kalimat yang terdiri dari dua atau lebih kalimat tunggal.Dalam tiap kalimat majemuk memiliki kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat ini dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakan. Fungsi utama dari kalimat majemuk adalah untuk menguraikan, menjelaskan, menjabarkan, dan memerinci.

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk
Jenis-jenis kalimat majemuk dapat dibagi berdasarkan proses terjadinya atau proses pembentukannya. Dengan demikian, kalimat majemuk terbagi atas 4 jenis, yaitu; kalimat majemuk setara, kalimat majemuk rapatan, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Kalimat Majemuk Setara.

Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang hubungan antara unsur-unsurnya dan bersifat sederajat atau setara. Kalimat majemuk setara ini tidak memiliki anak kalimat. Kalimat majemuk setara dicirikan dengan adanya kata penghubung dan, lalu, atau, kemudian, namun, tetapi, sedangkan, dan melainkan.

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk Setara

Ada beberapa contoh kalimat mejemuk setara, diantaranya adalah kalimat mejemuk setara sejalan, kalimat majemuk setara sebab-akibat, dan kalimat mejemuk setara berlawanan. Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat majemuk setara:

a. Kalimat Majemuk Setara Sejalan
Kalimat majemuk ini dicirikan dengan kedua klausa yang memiliki situasi yang sama. Di bawah ini adalah contoh-contoh kalimat majemuk setara sejalan.
Contoh:
1. Ayah membaca koran di teras, sedangkan Ibu membaca tabloid di dapur.
2. Saya mennyapu halaman rumah dan adikku membersihkan kolam.
3. Ando mendapatkan hadiah buku baru dan Siska mendapatkan hadiah baju baru.
4. Arif membuat kerajinan tangan dari kayu bekas, Dwi membuat dari kain bekas, sedangkan   Dara membuat dari baotol bekas.
5. Aku pergi ke sekolah setelah Ayah pergi ke rumah sakit.

30 Kiat Menulis Puisi

b. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan
Kalimat majemuk setara berlawanan memiliki dua atau lebih klauas yang hubungan antara keduanya atau lebih memiliki situasi yang berlawanan.

Contoh:
1. Shinta adalah anak yang pintar tetapi dia berasal dari keluarga yang tidak mampu.
2. Aku sangat ingin membeli ponsel baru, tetapi aku tidak memiliki uang yang cukup.
3. Rika mengerjakan tugas biologi dengan sangat rajin, sedangkan teman-teman yang lain tidak mengerjakannya.
4. Bukan Rio yang membersihkan tempat itu, melainkan Antoklah yang melakukannya.
5. Kemarin aku tidak pergi ke rumah paman, tetapi aku pergi ke rumah sepupuku.
6. Dia sangat buruk dalam hal menari, tetapi dia baik dalam hal mengingat.
7. Jerry sangat senang membantu orang lain, sedangkan Johan tidak suka membantu orang lain.
8. Aku sama sekali tidak menangis saat itu, melainkan aku hanya sedih melihatnya.
9. Ibu sedang memasak di dapur, sedangkan ayah makan malam di luar.
10. Hewan itu mati bukan karena penyakit, tetapi dia mati karena perburuan liar.

c. Kalimat Majemuk Setara Sebab-Akibat
Kalimat majemuk setara sebab-akibat memiliki cirri-ciri yaitu antara klausa yang satu dengan yang lain memiliki hubungan sebab-akibat.
Contoh:
1. Diba rajin berlatih olahraga voli, sehingga dia menjadi atlet voli terbaik Indonesia.
2. Stefanni suka sekali menjahili teman-temannya di sekolah, akibatnya dia tidak dijauhi teman.
3. Kemarau yang terjadi musim ini sangat panjang, akibatnya sumur-sumur ikut mongering.
4. Gea gemar sekali berbohong, karenanya dia memiliki hidung yang sangat panjang.
5. Si kancil lengah ketika sedang makan, akibatntya dia diterkam oleh singa.
6. Anjing itu terus menerus menggongong, sehingga semua orang menjadi marah.
7. Fahrul tidak mau mengerjakan tugas, Bu Mira sangat marah karenanya.
8. Derri tidak pernah berdoa sebelum tidur, sehingga dia mengalami mimpi buruk.
9. Semua sungai menjadi kering kerontang, akibatnya para petani mengalami gagal panen.
10. Tenunan itu dibuat dengan sangat teliti, akibatnya lukisan itu menjadi tenunan terkenal.
Demikianlah contoh-contoh kalimat majemuk setara. Satu hal yang harus diingat adalah kalimat majemuk setara ini memiliki dua buah atau lebih klausa yang memiliki hubungan koordinatif atau disebut juga dengan setara, sehingga kalau pun dipisah, klausa-klausa itu bisa berdiri sendiri. Dengan kata lain, klausa-klausa itu tidak akan kehilangan makna. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda.


Selasa, 09 Mei 2017

Interferensi Morfologis Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia pada Rubrik ‘Piye Jal?’ Harian Suara Merdeka



A.  Pendahuluan
Proses komunikasi merupakan kebutuhan manusia, baik komunikasi berbentuk lisan maupun tulisan. Komunikasi dan bahasa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan interaksi yang dilakukan terhadap lingkungannya, hal tersebut dilakukan untuk menyampaikan gagasan, ide, pesan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan interaksi. 

SASTRA DAN MASYARAKAT




Sastra adalah institusi sosial yang memakai medium bahasa.Teknik-teknik sastra tradisional seperti simbolisme dan mantra juga bersifat sosial karena merupakan konvensi dan norma masyarakat. Sastra menyajikan kehidupan, dan kehidupan sebagian besar terdiri dari kenyataan sosial, walaupun karya sastra juga meniru alam dan dunia subjektif manusia. Permasalahan studi sastra menyiratkan atau merupakan masalah sosial: masalah tradisi, konvensi, norma, jenis sastra (genre), simbol, dan mitos.

Selasa, 23 Agustus 2016

30 Kiat Menulis Puisi

anggi_putri

Penulisan puisi adalah salah satu penulisan kreatif yang paling artistik sekaligus estetik dan membebaskan. Puisi meruakan karya sastra tertua jika dibandingkan dengan prosa. Kamu bisa melakukan apa saja dalam sebuah puisi. Itu sebabnya menulis puisi bisa begitu liar dan bebas: tak ada aturan. Penyair memiliki kebebasan utuh untuk membangun sesuatu hanya dengan merangkai kata-kata. Semua hal itu membuat penulisan puisi memikat banyak penulis untuk terus mengekspresikan kreativitasnya.

Rabu, 02 Maret 2016

MENCARI MUARA KASIH DALAM PUISI DIMAS ARIKA MIHARDJA (DAM)

JEJAK ITU, KEKASIH ….

jejak itu, kekasih
membekas di dada dan nyanyiannya menggema
menggemaskan!

pernah kutangkap dan kutangkup gelinjangnya,
luput dan larut dalam kopi hitam langit malam

jejak rindu itu berenang di secangkir kopi,
melambai-lambaikan tangan kasmaran
kupandangi saja, kurenangi kedalamannya

wangi kopi yang mengombakkan jejak rindu
dan aku turut merenangi waktu hingga subuh melepuh
dan mengaduh—mengadu kepada-Mu

jejak rindu itu masih lekat
di dinding hati, semakin berdegup
saat merinding menyebut nama-Mu
Kekasih

Bengkel Puisi Swadaya Mandiri, Oktober 2014

Sabtu, 26 Desember 2015

ANALISIS SOSIOLEK LAGU GLORIOUS KARYA DAVID ARCHULETA

anggi_putri

A.       Pendahuluan
Ketika membicarakan mengenai masyarakat maka tidak akan lepas dengan permasalahan status sosial atau kelompok sosial. Kelompok sosial di dalam masyarakat berusaha berinteraksi untuk kepentingan mereka masing-masing. Agar kepentingan serta tujuan tersebut tercapai, maka dibutuhkanlah sebuah bahasa untuk menjalin interaksi tersebut (komunikasi). Di dalam sosiolinguistik hal ini digolongkan sebagai sosiolek kaitannya dengan perbedaan bahasa menurut status sosialnya.
Dalam linguistik, sosiolek (dari sosial dan dialek) adalah ragam bahasa yang terkait dengan suatu kelompok sosial tertentu. Sosiolek antara lain terjadi pada berbagai kelompok masyarakat menurut kelas sosial, usia, pendidikan, seks, tingkat kebangsawanan, sosial ekonomi, pekerjaan, dan sebagainya. Contohnya adalah perbedaan bahasa antar masyarakat kelas atas dan kelas bawah, remaja dan orangtua, serta antara dokter dan pengacara (Wikipedia, 2012).

ANALISIS TEORI HERMENEUTIKA NOVEL "NEGERI PARA BEDEBAH" TERE LIYE











NEBERI PARA BEDEBAH (TERE LIYE)
DALAM ANALISIS TEORI HERMENEUTIKA
Kajian Sastra dengan Pendekatan Hermeneutika
Dalam Novel Negeri Para Bedebah Karya “Tere Liye”
Oleh: Anggi Putri Winarti

I.     Pendahuluan
              Menurut Paul Ricouer (dalam Rafiek) hermeneutic adalah teori tentang bekerjanya pemahaman dalam menafsirkan teks. Dalam kata lain, hermeneutic adalah proses penguraian yang beranjak dari isi dan makna yang tampak ke arah makna terpendam dan tersembunyi. Objek interpretasi yaitu bisa berupa simbol dalam mimpi bahkan mitos-mitos dari simbol dalam masyarakat atau sastra.