Monday, 15 June 2015

Sebuah Catatan

Ganti dengan “

pada detik itulah kenangan mencuat
ketika dingin makin mencekat
menusuk ligamen tulang dan pori kulit
yang saling berdesakan
sumpah merah putih,
rasa korsa yang tak pernah luntur
hingga puncak akhir
paling lelah
dan kita lantangkan suara juang
di antara gerimis dan tangis
yang selalu hadir ketika matahari
membakar diri dengan asa paling nyala
kenang itu kini tergenang
mengendap dan ingin dimunculkan
ke permukaan. agar jadi obat, agar jadi candu
di sela liku-liku jalan yang menghambat
kesendirian dan kekosonganku
negeriku,
dwiwarna di pematang resah
yang payah mencumbu buana;
samudra kisah

Mojokerto, 2015
*ketika ingat paskibra
yang pernah mencumbu di sejenak waktu

0 comments :

Post a Comment