Wednesday, 2 March 2016

Terbitnya Majalah MOZAIK Edisi I/Th I/Februari 2016: Pengalaman menjadi Pemimpin Redaksi

Ganti dengan “
Sudah sejak dulu Progdi Pendidikan Bahasa dan Sastra Bahasa Indonesia UWKS belum menemukan wadah yang pas untuk menuangkan inspirasi, ide serta gagasannya. Dan barulah di tahun ini ketika saya menjadi Wakil Ketua HMJ hal ini bisa diwujudkan bersama.
Majalah ini adalah gagasan dari dosen saya Drs. Kaswadi, M.Hum dan saya sebagai Pemimpin Redaksi. 
Awalnya saya tidak yakin dengan terbitnya dan adanya majalah ini dikarenakan minat menulis di Progdi sangat kecil. Hanya orang-orang terdekat saya seperti anggota 66 (Ririn, Regina, Isna, Udin, Windi, dan Saya) yang mau mencoba menulis. Bahkan kakak tingkat pun saya tak henti menggelengkan kepala. Ketika saya tawari via BBM untuk turut berpartisipasi dalam terbitnya majalah ini tak ada yang merespon. Hanya satu orang yang saya acungi jempol, Heru Adi Prasetyo, kakak tingkat yang sedang menempuh semester 6 sekarang.
Bahkan saya sering merasa sedih *bukan iklah. Apakah seperti ini minat baca bahkan minat menulis seorang mahasiswa? Mereka masuk di jurusan Bahasa dan Sastra lalu untuk apa? Untuk apa jika ilmu tersebut tidak diaplikasikan sejak dini. Lantas menunggu kapan? Menunggu nanti saat menggarap skripsi? 
Hanya itu? Miris sekali.
Namun setelah tujuh hari tujuh malam saya melayout dan editing semua naskah yang ada dalam majalah ini, akhirnya pada hari Selasa, 1 Maret 2016 majalah ini naik cetak. Saya turut merasa lega dan bangga bahwasannya di Progdi saya akan lahir sebuah dobrakan untuk mendorong mahasiswa menulis. Saya tak pernah menyayangkan usaha saya yang harus meninggalkan beberapa pekerjaan saya di Penerbitan maupun Content Writer saya. Melihat majalah ini dengan mata kepala sendiri akan jauh lebih bahagia daripada memiliki IP bagus tapi tak pernah punya prestasi penunjang lainnya.


Bahkan salah seorang dosen Sosiolinguistik saya berpesan kalau proses yang akan membawa kita ke tempat yang lebih baik. Bukan hanya sekadar nilai yang harus kita kejar. 

Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut dan sangat menekuni segala hal yang berasal dari dalam hati saya. Saya pun terus ingin menggelorakan literasi baik di kampus maupun di tempat lain yang belum terjamah oleh literasi. Mari membawa generasi ini pada jendela dunia yang sebenarnya!

Salam kreatif!

0 comments :

Post a Comment