Selasa, 29 April 2014

I am a Blogger: I am a Newbie Blogger

Tadinya saya tak pernah bermimpi menggeluti dunia blog. Jujur saja, saya baru-baru ini bisa ngeblog setelah diajari salah seorang teman. Saya seorang pelajar SMA dan menggeluti dunia kepenulisan.Namun sekarang saya sudah terjun dalam dunia bloh, walaupun masih dalam taraf belajar.

Rejeki Ngeblog

Jika pinter ngeblog, anda bisa ikut beraneka kuis yang ada di blog. Dari kuis tersebut anda bisa memenangkan dan dapet hadiah nomplok deehh ... Jadi pinter-pinter kita memanfaatkan kesempatan. Bukan kesempatan dalam kesempitan loh!

Tips Sederhana Blogging
Hingga saat ini saya masih merasa masih newbie dalam dunia blogging. Namun, boleh dong saya share sedikit tips blogging yang selama ini saya gunakan.
1. Belajar konsisten nge-blog
Saya belum bisa mencanangkan one day one post, seperti beberapa sobat blogger saya. Namun sebisa mungkin, minimal seminggu saya posting dua atau tiga tulisan.

2. Tak Harus Tulisan Serius
Saat si ide dan otak sedang tak mau kompromi, biasanya saya tetap memaksakan posting apapun bahkan hal remeh temeh. Misalnya, pertemuan dengan teman lama bisa saja jadi tulisan.

3. Cerdas Menjaring Ide
Bagaimana kalau ide tak kunjung muncul? Tenaaaang, kalau saya sih punya senjata pamungkas. Saat ide benar-benar ogah nongol, saya membuka file tentang lomba-lomba yang sedang diadakan. Nah, selain bertujuan share, juga bisa menyelesaikan masalah kita saat tak punya bahan untuk ditulis.

4. Rajin Ikut Blogcontest dan GA
Blog contest dan Give away sedapat mungkin saya ikuti. Selain sarana upgrading kapasitas ngeblog, kalau menang juga menjadi semacam promosi gratis bagi blog saya.
Give away juga, memberi manfaat lebih dibanding blog contest. Karena disini juga ada unsur silaturrahmi menurut saya. GA itu bagaikan kita diundang saudara kita yang punya gawe, jadi sedapat mungkin saya berusaha ikut.

5. Promosi Blog
Saya enggak pernah malu promosi blog, memanfaatkan kegiatan offline saya.

6. Manfaatkan Social Media
Sosial media sayang banget kalau hanya jadi ajang rumpik. Apalagi sosmed buat ajang ngeluh. Widihhh, enggak banget. Sosmed buat yang berguna aja, di antaranya nge-share link blog. Percuma kan udah cappek posting tapi gak di share.

Akhirnya Bergabung Dengan B Blog
Suatu siang saya membaca postingan salah seorang teman di komunitas blogger perempuan. Beberapa hari ini memang saya sempat melihat tautan tentang B-blog.

Ah, kepo tingkat dewa, saya intip blog teman ini. Lalu saya juga browsing. Ooo….jadi tahu saya. Emang apaan sih B Blog? B Blog itu adalah blog network yang baru di Indonesia. B Blog ini merupakan bagian dari Cyber Buzz yang merupakan blog network nomor wahid di Jepang sono.
Lalu apa saja sih, manfaat jika seorang blogger bergabung di B Blog? Wuah, banyak ternyata. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan join B Blog melalui berbagai bentuk model projectnya.
Misalnya, member berkesempatan mencoba sample produk-produk yang bahkan belum dipasarkan, misalnya saja produk kosmetik. Member juga akan mendapat kesempatan untuk hadir dalam event-event keren, daaaan….dapat uang transport pulak!
Nah, sekarang bagaimana untuk menjadi member? Gampang, sign up nya mudah, kok. Bisa dilakukan disini:
Jangan lupa, teman-teman blogger isikan data selengkapnya ya. Terutama jangan lupakan bagian yang bertanda “penting”. Nah, yang mau bergabung, selamat bergabung ya :)

berpartisipasi dalam B Blog’s, I A.M a Blogger [2]
Acara ini di organisir oleh B Blog Indonesia
dan di sponsori oleh :
@princess_butik
@japansoftlens
@keziashop
@kissindonesia
@lumiere_corner
@galerikuku



Senin, 28 April 2014

Tantangan atau Ancaman?



Jawa Timur dalam Pergolakan AFTA 2015

Pasca Perang Dingin menimbulkan dampak besar bagi dinamika perekonomian antar negara. Lantas sistem perekonomian Internasional menjadikan pasar bebas sebagai aktivitas utamanya. Akibatnya, negara-negara dituntut untuk mampu mengakomodasi sistem tersebut dengan mengintegrasikan ekonomi  nasionalnya berdasarkan liberalisasi ekonomi. Hal ini juga memicu munculnya berbagai perjanjian liberalisasi ekonomi melalui pasar bebas (free trade).
            Di kawasan Asia Tenggara, regionalisme bermula sejak berdirinya ASEAN (Association of South East Asian Nation) di Bangkok tanggal 8 Agustus 1967. Dapat dikatakan hal ini menjadi batu loncatan awal terintegrasinya perekonomian di kawasan ini. Indikasinya, terjadi pertemuan yang melibatkan beberapa negara Asia Tenggara untuk membentuk perdagangan bebas. Dalam pertemuan tersebut secara formal terbentuklah AFTA (ASEAN Free Trade Area).
            Beberapa bulan lagi Indonesia mau tidak mau akan menghadapi pasar bebas di kawasan ASEAN. ASEAN Free Trade Area (AFTA) dapat diartikan sebagai kawasan perdagangan bebas ASEAN tanpa ada hambatan tarif (bea masuk 0-5%) maupun hambatan non tarif bagi negara-negara anggota ASEAN. Sebenarnya AFTA dibentuk sudah lama, yaitu pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992.
            AFTA diharapkan dapat mempercepat terjadinya integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara menjadi suatu pasar produksi tunggal dalam lingkup regional bagi lebih dari lima ratus juta orang (http://www.allied-co.com, 7 September 2007).Walaupun AFTA berefek positif pada perdagangan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, namun sampai sekarang belum terlihat peningkatan yang signifikan.
Pertarungan di kancah AFTA 2015 sangatlah keras. Sirkulasi produk yang berada di kawasan ASEAN, menyebabkan Indonesia harus bekerja ekstra keras menjadi pelaku perdagangan. Produk-produk yang dihasilkan perusahaan baik kategori besar atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM) harus mampu berdaya saing di kawasan ASEAN. Oleh sebab itu, kualitas produk dan jasa harus diutamakan agar bisa diterima di pasar ASEAN. Hal ini bukan masalah yang sepele bagi Pemerintah dan pelaku industri. Menurut laporan tahunan dari World Trade Organization (WTO), yang menyatakan bahwa berdasarkan sumbangannya terhadap nilai total ekspor dunia, Indonesia hingga saat ini tidak termasuk negara-negara eksportir penting untuk hampir semua barang dan jasa yang diperdagangkan secara internasional. Untuk itu, strategi jitu sangat diperlukan Indonesia.
            Indonesia sebagai aktor penting dalam pemberlakuan AFTA, memiliki banyak hal penting yang perlu dikaji lebih dalam. Sebagai negara di kawasan ASEAN yang memiliki pasar yang luas, tentu saja Indonesia menempati posisi strategis bagi para produsen. Indonesia dalam posisi sebagai negara yang masih berkembang menjadikannya sebagai negara yang perlu mendapat perhatian. Pasalnya, sejak terkena krisis ekonomi tahun 1997, perekonomian Indonesia belum mengalami perbaikan yang signifikan. Tidak hanya di wilayah ibukota, bahkan di wilayah kecil seperti Jawa Timur pun minim sekali perhatian oleh tangan-tangan Pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari jumlah angka penduduk Jawa Timur yang cukup besar yaitu ± 37.476.757 jiwa yang diantaranya lebih dari enam puluh persen adalah usia produktif. Kalau boleh jujur, Pemerintah belum secara keseluruhan siap menghadapi AFTA 2015. Banyak masyarakat yang belum memahami dampak dan ancaman AFTA itu sendiri. Sosialisasi yang merupakan bekal dasar untuk menghadapi pergolakan pasar bebas pun belum terlaksana secara efektif. Hanya kalangan intelektual tinggi saja yang mengerti tentang AFTA, itu pun belum keseluruhan. Pemerintah bisa memberikan peluang kepada pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan. Mendirikan sebuah industri yang dapat bersaing di tingkat Internasional. Selain meningkatkan daya kerja pemuda Indonesia, secara otomatis pergolakan pasar bebas ASEAN pasti dapat ditakhlukkan. Kalau boleh jujur, kaum pemuda di Indonesia sebenarnya mempunyai ambisi yang cukup kuat untuk berkarya, untuk menciptakan inovasi-inovasi yang nantinya dapat mengangkat Indonesia menjadi bangsa yang lebih bermutu dan bertaraf Internasional. Namun niat yang begitu besar itu terpaksa kandas karena tidak adanya perhatian serta wadah yang dapat menampung kemampuan tersebut. Oleh karena itu, peran Pemerintah sangat diperlukan untuk mengangkat pemuda Indonesia menghadapi AFTA 2015.
            Karena dampaknya tidak hanya berimbas pada kondisi ekonomi saja. Asumsi saya, AFTA 2015 akan berpengaruh secara holistik ke semua pilar kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan nilai-nilai fundamental dan kebudayaan masyarakat akan dihantamnya.
            Bahkan konon kabarnya, pemerintah Thailand meskipun kondisi politik berkecamuk. Mereka telah menyiapkan sumber daya manusia dengan membuka sekolah bahasa Indonesia di negaranya. Tentu berbeda dengan kondisi di negara ini yang masih terlihat adem anyem dan masih nyaman, menganggap AFTA 2015 masih jauh. Faktanya pun diantara kita masih saja hanya doyan ribut-ribut dengan hal-hal tidak subtantif daripada mencari solusi atau berusaha antisipasi untuk kepentingan masyarakat banyak.
            Pemerintah saat ini lebih memerhatikan pesta demokrasi yang sedang menjadi peristiwa gencar musim ini. Kampanye lebih diutamakan daripada memikirkan masa depan bangsa di kancah Internasional. Jalan raya menjadi sasaran utama. Kepadatan kendaraan semakin meningkat karena adanya pesta demokrasi dari berbagai partai pencalonan baik legislatif maupun eksekutif. Bisa saja, dengan SDM yang berlimpah di wilayah Jawa Timur menjadikan Indonesia menduduki peringkat tiga besar dalam persaingan pasar bebas. Hal itu tergantung bagaimana Pemerintah dalam menentukan sikap yang harus diambil.
            Di sisi lain, Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki cukup banyak kekayaan alam. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, bahkan perdagangan. Dengan ‘inovative brain’ yang dimiliki para generasi bangsa, Indonesia akan bisa menembus pasar bebas dengan mudah. Pengembangan perdagangan salah satunya. Dengan bahan alam yang melimpah tersebut dapat diolah bahkan dibuat sesuatu yang berdaya guna tinggi namun bermodal rendah. Jika daya saing dapat dimaksimalkan, Indonesia di tahun 2015 akan siap dan menjadi bangsa yang tangguh dalam pergolakan menanggung dampak AFTA 2015.
            Indonesia memiliki tantangan dalam mengimplementasikan AFTA. Pertama, pendekatan lintas sektoral untuk meningkatkan daya saing. Kendala yang dihadapi oleh Indonesia dalam menggerakkan sektor industri dan perdagangan memunculkan tantangan bagi Indonesia dalam menghadapi AEC (ASEAN Economic Community). Menurut Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Soewandi (2004), agar mampu bersaing dalam pasar perdagangan internasional, pemerintah harus memprioritaskan pengembangan industri yang berbasis pada bahan baku lokal. Karena itu, pemerintah dan dunia usaha perlu menyatukan visi (Soewandi 2004, 10).
            Ketua Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM) Theo F. Toemion (2003) mengungkapkan bahwa tantangan dalam penyatuan visi ini dapat diartikan bahwa perlu adanya pendekatan lintas sektoral (Bisnis Indonesia, 7 Oktober 2003). Theo melihat adanya satu kecenderungan dari masing-masing departemen yang merasa ketakutan jika kewenangannya diambil. Padahal, yang diperlukan saat ini adalah penyatuan visi bahwa Indonesia memerlukan aliran investasi masuk.
            Dari pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia sangat memerlukan pengembangan dalam bidang Industri. Keberadaan industri di Jawa Timur yang cukup banyak dapat membantu memerangi AFTA. Sektor perindustrian tersebut perlu dikembangkan, terutama oleh generasi muda. Semangat dan pemikiran kaum muda tentu saja sangat membantu dalam hal ini. Mereka dengan jumlah banyak mampu menghasilkan produk bermutu tinggi dan memiliki daya jual di kawasan ASEAN. Produk-produk dari industri tersebut dapat diimpor ke berbagai wilayah di kawasan Asia Tenggara. Dengan pemikiran Pemerintah yang jernih, Indonesia akan dapat memerangi ancaman AFTA beberapa bulan ke depan. Tentu saja dengan diimbangi perhatian pemerintah pada kaum muda.
Di sisi lain, pengembangan bakat pun dapat dijadikan solusi berikutnya. Kebudayaan Jawa Timur sangat kaya. Jumlah yang terbilang ratusan tersebut sangat efektif untuk dikembangkan. Walaupun terbilang berbeda satu sama lain, namun itulah sisi indahnya. Kebudayaan yang berbeda satu sama lain itu, jika disatukan akan melahirkan sebuah solusi jitu dalam menghadapi pergolakan di tahun 2015. Generasi muda semakin lama semakin pintar, pola pikirnya pun lebih tajam dibanding dengan para pejabat yang hanya memikirkan cara penyalahgunaan uang negara. Untuk itu, perlu adanya pemberian kesempatan kepada mereka dalam mengumpulkan berbagai argumen serta pemikiran cemerlang dalam bidang pengembangan kebudayaan guna peningkatan perekonimian bangsa.
Sumber Daya Alam atau biasa yang disebut bahan mentah di Indonesia sangatlah melimpah. Mulai dari minyak bumi, gas alam, maupun hasil lautnya tersebar di setiap wilayah negara. Penggunaan bahan lokal (Sumber Daya Alam) bisa menekan membludaknya angka rupiah untuk modal. Bahkan sekarang ini kaum muda telah pintar mengadopsi segala macam jenis bisnis dari dalam maupun luar negeri untuk dijadikannya bekal menciptakan home industry. Dengan modal yang terbilang sedikit itu mereka bisa meraup untung yang cukup besar. Oleh karena itu, Pemerintah tidak melihat sebelah mata untuk mencari solusi menghadapi AFTA 2015 mendatang. Namun dari sinilah dapat diapresiasikan dalam perbuatan nyata agar cita-cita bangsa dapat tercapai demi masa depan generasi muda.
Jika masih terlontar pertanyaan siapkah Indonesia menghadapi AFTA 2015? Maka jawabannya adalah siap atau tidak siap. Mau tidak mau. AFTA 2015 sudah berada dihadapan kita. Tidak ada lagi kata tidak siap. Dan jangan lagi ada kata tidak mau. Bagaimanapun persaingan liar akan dimulai.
Tantangan atau ancaman? Semua itu kita yang tentukan. Kuncinya ada pada optimalisasi sinergi kegiatan nyata sebelum AFTA masuk di setiap jengkal negara, setiap jengkal pikiran bangsa, bahkan setiap jengkal kebudayaan bangsa.


Anggi Putri


Sabtu, 26 April 2014

Sebuah Puisi Islami



Secercah Sinar-Nya
Tertatih langkah kaki
Menyusuri liku kehidupan yang penuh buih
Menghujam, menindih diri ini
Sampai kapan?
Entahlah, tiada mata yang mengetahui
Noda hitam selalu menghampiri
Setiap waktu, setiap sudut
Rampas semua ketakwaan
Terseok-seok dalam penat
Rangkai doa tuk hapus derita yang mendera
Hanya penyangga langit yang membantu
Melenyapkan kegelisahan, mengembangkan senyuman
Pula menciptakan ketentraman
Kala hidayah-Nya menghampiri, singgah dalam diri
Tengadah tangan ini tak kan henti
Sujudpun tak lekang terpatri
Sepenggal kata yang terlontarkan
Padanya Sang Maha Pemberi
Siapa yang tahu?
Hidayahnya adalah sinar yang tak terganti
Menyinari hingga fajar enggan di sini ...

Selasa, 22 April 2014

Kehadiranmu (Prosa liris)



Kehadiranmu

Memang Tuhan itu adil. Sembilu ku tersedu dalam tangis. Tangis yang menyesakkan jiwa. Kutemukanmu dalam sinar bintang yang bertaburan. Dalam kesepianku tak lagi hampa. Benar! Kehadiranmu merubah diriku. Menenangkan hatiku dan menghilangkan risauku. Terbuai aku terlena oleh dirimu.
Sungguh! Ya, aku terjatuh olehmu, terjatuh dalam genangan cintamu. Kau renggut seluruh hatiku, hanya kamu. Bak tertimbun bunga yang berhamburan... itulah aku. Hanya satu inginku pada penguasa jagad raya ini. Dalam setiap hembus nafasku, dalam setiap denting waktu, dalam seluruh kehidupanku... hanya ingin bersamamu, sekarang, nanti dan selamanya..
Sampai kehidupan selanjutnya mempertemukan kita...

           

Senin, 21 April 2014

Mencecap Masa



Mencecap Masa




Lembar cerita telah terlukis



Kala mata mungil menatap dunia,




Senyum terulas seraya menyebut namaNya




Mutiara terindah




Adiwarna Maha sempurna




Tercipta dari repih-repih purnama




Terbalut kasih sang seloka




: candu dunia




Serupa orang buta melihat dunia




Serupa itulah dia memagut masa




Merangkai mimpi purba




Yang kian jadi luar biasa




Hingga senja menjemput asa




Denting puja tiada kirap dalam doa




Menabur sekian harap,




: damba kelana