Wednesday, 15 August 2018

Jiwa dan Semangatku Berasal dari Sini!

Ganti dengan “
pelepasan balon PTA  2012/2013

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Hari Pramuka yang ke-57 semoga Pramuka semakin Jaya dan mampu melahirkan generasi tangguh.


Sebenarnya ini tulisan tidak begitu penting, hanya saja saya ditodong oleh pembina Pramuka saya semasa SMA untuk bercerita sedikit banyak mengenai kepramukaan. Jika mengucapkan kalimat 'semasa' saya berasa sudah terlalu tua, xixi.

Sengaja Menceburkan Diri

Tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain kebebasan. Ketika jiwa terkungkung, maka saat itulah kita butuh sebuah kegiatan yang bisa me-refresh otak agar jernih kembali. Begitu juga saat saya berada di bangku kelas 2 SD. Mungkin kalian pernah membaca cerita saya di blog AnisaAE.

jaman masih imut

Benar, begitulah masa kecil saya dan pesakitannya. Saya hampir menamai diri saya sebagai orang waras setengah gila. Saat saya kecil banyak tekanan dalam pikiran dan kehidupan saya. Sehingga saya butuh sebuah kebebasan yang bermanfaat. Saat itulah saya menceburkan diri dengan SENGAJA dalam wadah bernama PRAMUKA.

piala LPP 6


Saya mulai mencintai kegiatan ini, hingga semakin lama saya tak bisa Move On dari Pramuka. Jelajah, berkemah, beenyanyi, membangun kekompakan, susah bareng-bareng, dan semua hal dalam pramuka saya mencintainya.

Di sanalah saya mendapatkan kebebasan...
Di sanalah saya mendapatkan ketangguhan jiwa..
Di sanalah ada sebuah titik terang bahwa saya tak sendirian...

 Ibu Terbaik Adalah Pramuka

Kali ini saya tidak akan berbicara kalau pengalaman adalah guru terbaik. Ah, itu sudah basi. Sudah menjadi rahasia umum.

survival di hutan 3 hari


Pramuka adalah ibu saya. Sejak kecil saya diajari oleh Pramuka banyak hal. Mulai dari bagaimana bersikap dengan teman, bagaimana menghargai orang, bagaimana setia kawan, bagaimana bersyukur, bagaimana dekat dengan alam, dan bagaimana menjadi setangguh sekarang.

Bahkan jika disuruh menyebutkan, saya tidak bisa memaparkan detail faedah pramuka.

Dari Nol hingga Bijaksana

Dulu, saya adalah orang introvert (iyalah kan penulis). Tidak, harusnya tidak boleh macam itu. Sejak ikut pramuka saya belajar kepemimpinan. Bekal itulah yang saya pakai untuk menjadi pemimpin yang bijaksana dan berjiwa besar. Bekal itu yang saya pakai untuk menjadi ketua kelas, ketua mading, ketua kelompok, ketua pramuka, hingga ketua Himaprodi saat kuliah. Pondasi organisasi yang kuat itu adalah pramuka.

Scoutnema dan Sebuah Gerilya

Sejak masuk SMA saya ikut berbagai ekstrakurikuler, salah satunya tentu saja Pramuka. Dulu, nama wadah pramuka di SMAN Mojoagung adalah PRANEMA (Pramuka SMA Negeri Mojoagung). Di sana saya banyak mendapatkan teman yang loyal. Bahkan kehidupan saya di ekstrakurikuler jauh lebih baik dibanding kehidupan saya di dalam kelas.

Saat di dalam kelas saya hanya care sama anak-anak pramuka. Bisa disebut pendiam. Ah, bukan begitu juga. Saya ingin bersikap NETRAL. Pasti kalian pernah tahu kalau di sekolah pasti ada kubu/geng/forum ya begitulah. Saya sengaja tidak masuk ke dalam satu pun dari kumpulan tersebut dan memilih untuk menjadi netral.

Sehingga saya cukup bisa ngobrol dengan siapa saja. Namun, rasa itu beda. Akan terasa sangat beda dengan anak-anak pramuka.

Karena saya pun ikut Paskibra yang bernama PRASNEMA, serta saya menjadi Sekbid yang cukup penting di dalamnya, teman-teman Paskib menyampaikan hal mengenai nama Pramuka dan Paskibra yang hampir sama. Saya pun memakluminya, mereka juga menyampaikan dengan halus.

Akhirnya saya dan anggota pramuka lainnya melakukan diskusi bagaimana jika nama Pramuka diubah. Saya pun tidak enak karena raga saya berada di dua tempat itu. Keduanya adalah ekskul yang tak bisa saya tinggalkan. Akhirnya, kami berdiskusi dan menemukan nama baru "SCOUTNEMA".

Dengan dibantu Wahyu, logo baru kami jadi. Selanjutnya seorang pembina baru pun masuk. Saya tidak asing dengan beliau. Beliau juga kenal saya dekat. Orang tersebut juga pernah membina saya semasa SMP dan seorang pembina Saka Taruna Bumi. Dengan nama baru dan semangat baru, tentu juga dengan pembina baru kami bangkit kembali.

Semasa menjadi Ketua Pramuka, tentu saya merasa sangat tidak enak. Saya seringkali tidak bisa membagi waktu antara pramuka dan paskibra. Namun, saya berbuat sebaik mungkin. Meski ada banyak hal yang belum tercapai. Untungnya, hingga sekarang Scoutnema tetap Berjaya dengan generasi baru yang lebih tangguh dibanding saya.

Jiwa-jiwa pemimpin yang lebih cerdas dan lebih semangat. Semoga kalian tetap meletakkan Pramuka dalam salah satu ruang dalam hati kalian.

Percayalah, pramuka adalah kunci, pramuka adalah sebuah peta yang akan membawa kehidupan kalian lebih dari orang yang tak pernah mencicipi Pramuka.


Meskipun saya sekarang tidak berseragam pramuka, tidak juga bersama kalian yang sedang berkegiatan pramuka, tapi pramuka masih ada di dalam sebuah ruang yang akan selamanya saya kunci. Sebuah bekal yang akan saya gunakan entah hingga sampai kapan.

Berikut ada video adik-adik Scoutnema yang kemarin merayakan Hari Pramuka ke-57

0 comments :

Post a Comment