Kamis, 26 Mei 2016

Berbagi Secuil Surabaya, Harian Surya Edisi 27 Mei 2016

anggi_putri

Hari ini tulisan saya mengenai City Tour dimuat Harian Surya. Jika ada yang ingin membaca, berikut saya sajikan versi tulisan aslinya. Selamat membaca^^

--------------------------------------------


Harian Surya rubrik Citizen Reporter 27 Mei 2016
Mengenal sejarah tidak hanya dilakukan dengan kegiatan membaca, tetapi bisa juga dilakukan dengan napak tilas yang bahasa modern-nya City Tour. Sabtu lalu (21/05/16) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya (Disbudparta) menyelenggarakan kegiatan City Tour keliling objek wisata di Surabaya. Peserta yang diundang adalah para blogger. Undangan disebarkan melalui e-mail.


Kegiatan City Tour dimulai pukul 08:00 WIB berkumpul di Ruang Rapat Disbudparta, Gedung Siola yang berada di Jalan Tunjungan 1-3 lt 2 Surabaya. Jumlah blogger yang diundang yakni 51 orang. Semua blogger melakukan registrasi ulang dan mendapatkan snack, minum serta buku catatan kecil yang berisi cuplikan sejarah dari masa revolusi hingga masa kemerdekaan.
City Tour dipandu oleh seorang guide bernama Pak Gatot dari HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia). Acara ini dimulai pemberangkatan menggunakan bus pukul 09:30 WIB dengan melewati Hotel Majapahit. Hotel ini dulunya bernama Hotel Yamato yaitu sebuah tempat terjadinya perobekan bendera triwarna oleh ‘arek-arek Suroboyo’. Selain itu, hotel ini juga menjadi cikal bakal meletusnya peringatan 10 November sebagai Hari Pahlawan.
Perjalanan dilanjutkan menuju rumah H.O.S Tjokroaminoto. Dulunya rumah ini adalah tempat kost.  Ada 20 orang yang kost di sini termasuk Ir. Soekarno yang menempati sebuah kamar di lantai 2. Rumah ini sudah dihibahkan dan menjadi cagar budaya sejak tahun 1996. Hingga saat ini, rumah ini selalu buka hingga pukul 21:00 WIB.

Selanjutnya, objek wisata yang paling berkesan ialah Warung Omah Sejarah (WOS). WOS terletak di Kampung Cagar Budaya Plampiten RT 04/ RW II. Di dalam perkampungan tersebut terdapat rumah Ahmad Jaiz yang dulunya adalah penjahit terkenal, biasa menjahit pakaian Belanda. Hingga dijadikan sebagai intelejen oleh Belanda. Tepat di samping rumah Ahmad Jaiz adalah rumah Roeslan Abdulgani yang kini dijadikan kunjungan wisata sekaligus WOS. Rumah tersebut masih sama dari tekstur lantai, perabotan hingga bentuk rumahnya. Penduduk setempat sengaja tidak merenovasinya agar terlihat masih alami. WOS sendiri buka hingga pukul 24:00 WIB. Tempat ini sering dijadikan sebagai berkumpulnya berbagai komunitas karena juga memiliki fasilitas Wi-fi yang mendukung kegiatan anak muda untuk berselancar di internet.
Di kampung ini pula ada pahlawan yang masih hidup. Bahkan kondisinya masih sehat. Pertama, beliau adalah Mbah Syafii, teman Roeslan Abdulgani. Kini usianya menginjak 80 tahun. Tubuhnya masih sangat kuat di usianya yang renta. Beliau mengaku kesehatannya didapat dari pola hidup sehat seperti tidak minum minuman dingin, kopi, merokok dan tidur yang cukup. Mbah Syafii adalah sosok pahlawan yang semangatnya hingga saat ini masih berkobar dibandingkan generasi muda jaman sekarang. Beliau memberikan wejangan agar kaum muda mampu melanjutkan cita-cita bangsa.
Kedua, sosok pahlawan yang masih hidup yaitu Mbah Kariman, beliau adalah ajudan dari Ir. Soekarno. Kini usia beliau menginjak 90 tahun. Meski untuk berjalan menggunakan teken (tongkat), Mbah Kariman mengaku masih rutin melakukan senam di lapangan bersama Mbah Syafii setiap tiga kali seminggu. Di usianya yang melebihi setengah abad itu, Mbah Kariman masih berinovasi membuat sebuah kegiatan di desanya, yaitu kegiatan bersepeda tiap pagi dan senam rutin untuk orang-orang yang lanjut usia. "Tua bukan berarti harus tidur di kasur dan tak melakukan apa-apa," papar Mbah Kariman saat para blogger mendengar wejangan darinya.
Perjalanan City Tour yang terakhir adalah di Museum kanker. Di sana para blogger diajak mengenal gejala dan betapa mengenaskan setiap menit selalu ada perempuan di luaran sana yang mati akibat kanker. Dalam museum ini terdapat alat penghitung digital yang berasal dari pusat WHO yang menghitung angka kematian perempuan akibat kanker. Alat ini berfungsi dan update tiap detik. Saat para blogger pulang dari sana angka kematian perempuan akibat kanker sudah mencapai 53.816 orang di tahun 2016.
Kegiatan City Tour berakhir pukul 14:30 WIB. "Heroic Track Chapter Surabaya adalah "puzzle" yang kami rangkai sebagai wujud dedikasi putra daerah membangun bangsa. Diharapkan menjadi magnet utama mengalirnya kunjungan wisatawan di waktu-waktu mendatang," kata Pak Gatot, ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia dan guide City Tour kali ini.


2 komentar :

  1. senang sekali ya mbak, bisa diajak berkeliling untuk mengenal lebih dekat lagi peninggalan sejarah indonesia.
    jadi mupeng ikut hal2 yg demikian dg para blogger lain hhheee
    nice artikel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Rohmah yang gratis memang enak dari dulu hehe, apalagi ke tempat yang kita belum tahu.

      anggiputri.com

      Hapus