Jumat, 25 Desember 2015

ANALISIS SOSIOLEK LAGU GLORIOUS KARYA DAVID ARCHULETA

anggi_putri

A.       Pendahuluan
Ketika membicarakan mengenai masyarakat maka tidak akan lepas dengan permasalahan status sosial atau kelompok sosial. Kelompok sosial di dalam masyarakat berusaha berinteraksi untuk kepentingan mereka masing-masing. Agar kepentingan serta tujuan tersebut tercapai, maka dibutuhkanlah sebuah bahasa untuk menjalin interaksi tersebut (komunikasi). Di dalam sosiolinguistik hal ini digolongkan sebagai sosiolek kaitannya dengan perbedaan bahasa menurut status sosialnya.
Dalam linguistik, sosiolek (dari sosial dan dialek) adalah ragam bahasa yang terkait dengan suatu kelompok sosial tertentu. Sosiolek antara lain terjadi pada berbagai kelompok masyarakat menurut kelas sosial, usia, pendidikan, seks, tingkat kebangsawanan, sosial ekonomi, pekerjaan, dan sebagainya. Contohnya adalah perbedaan bahasa antar masyarakat kelas atas dan kelas bawah, remaja dan orangtua, serta antara dokter dan pengacara (Wikipedia, 2012).


Berdasarkan usia, dapat dilihat perbedaan diantara variasi bahasa yang digunakan oleh anak-anak, para remaja, orang dewasa, dan orang yang tergolong lansia. Jika diperhatikan bahasa yang mereka gunakan pasti dapat dilihat perbedaannya, bukan berkenaan dengan isinya, melainkan perbedaan dalam bidang morfologi, sintaksis dan juga kosakata.
Berdasarkan pendidikan, para penutur yang beruntung memperoleh pendidikan tinggi, akan berbeda variasi bahasanya dengan mereka yang hanya berpendidikan menengah, rendah, bahkan yang tidak berpendidikan sama sekali. Perbedaan yang paling jelas adalah dalam bidang kosakata, pelafalan, morfologi dan sintaksisnya.
Berdasarkan seks (jenis kelamin) penutur dapat dilihat adanya dua jenis variasi bahasa, yaitu jika diperhatikan antara percakapan sekelompok mahasiswi atau ibu-ibu. Lalu dibandingkan dengan percakapan mahasiswi dan bapak-bapak. Maka, dapat dilihat perbedaan variasi antara keduanya.
Berdasarkan pekerjaan atau profesi jabatan atau tugas penutur dapat juga menyebabkan adanya variasi sosial. Jika diperhatikan bahasa para buruh atau tukang, pedagang kecil, pengemudi kendaraan umum, para guru, dan para pengusaha, maka kita dapat melihat pula perbedaan bahasa mereka dan apa yang mereka kerjakan.
Variasi sosial pengguna bahasa dapat ditinjau dari status sosial dan pendidikan merupakan salah satu bentuk dari status sosial yang keberadaannya terlihat jelas di masyarakat. Perbedaan variasi bahasa berdasarkan pendidikan bukan hanya dapat terlihat pada isi pembicaraan melainkan juga kosakata, pelafalan, morfologi, dan sintaksisnya (Chaer dan Agustina, 2010:65).
Oleh karena itu peneliti menggunakan kajian sosiolek untuk menganalisis lagu berjudul Glosarious oleh David Archuleta.


B.       Teks Asli dan Terjemahan
Glorious – David Archuleta
[Verse 1:]
There is times when
you might feel aimless
You can’t see the places
where you belong
But you will find that
there is a purpose
It’s been there within you
all along
And when you’re near it
You can almost hear it

[Chorus:]
It’s like a symphony
Just keep listening
And pretty soon you’ll start
To figure out your part
Everyone plays a piece
And there are melodies
In each one of us
Ohhh it’s glorious

[Verse 2:]
And you will know how
To let it ring out
As you discover
Who you are
Others around you
Will start to wake up
To the sounds that are
In their hearts
It’s so amazing
What we’re all creating

[Chorus:]
It’s like a symphony
Just keep listening
And pretty soon you’ll start
To figure out your part
Everyone plays a piece
And there are melodies
In each one of us
Ohhh it’s glorious

[Bridge:]
And as you feel
The notes build
Haa… You will see

[Chorus:]
It’s like a symphony
Just keep listening
And pretty soon you’ll start
To figure out your part
Everyone plays a piece
And there are melodies
In each one of us
Ohhh it’s glorious

Terjemahan Glorious – David Archuleta
Ada saat-saat ketika kamu mungkin merasa tanpa tujuan
Kamu tidak dapat melihat tempat-tempat dimana kamu berada
Tetapi kamu akan menemukan bahwa ada tujuan
Sudah ada dalam diri kamu sepanjang dan ketika kamu dekat itu
Kamu hampir dapat mendengarnya.

Ini seperti sebuah simfoni terus mendengarkan
Dan dengan segera kamu akan mulai untuk mencari tahu bagian kamu
Setiap orang memainkan sepotong dan ada melodi
Dalam masing-masing dari kita, oh, itu mulia

Kamu akan tahu bagaimana untuk membiarkannya berdering sebagai kamu menemukan siapa kamu
Orang lain di sekitar kamu akan mulai bangun
Untuk suara yang ada di hati mereka
Ini sangat menakjubkan, apa yang kita semua menciptakan

Ini seperti sebuah simfoni terus mendengarkan
Dan dengan segera Kamu akan mulai untuk mencari tahu bagian Kamu
Setiap orang memainkan sepotong dan ada melodi
Dalam masing-masing dari kita, oh, itu mulia

Dan seperti Kamu merasa not balok
Kamu akan lihat

Ini seperti sebuah simfoni terus mendengarkan
Dan dengan segera Kamu akan mulai untuk mencari tahu bagian Kamu
Setiap orang memainkan sepotong dan ada melodi
Dalam masing-masing dari kita, oh, itu mulia

C.       Analisis
Lagu Glorious yang dinyanyikan oleh David Archuleta adalah lagu yang memiliki nilai motivasi tinggi. Lagu ini bukan hanya menjadi wahana hiburan atau refresing semata, tetapi lagu ini juga sebagai perenungan dan perubahan diri ke arah positif. Glorious sendiri yang memiliki arti kemuliaan atau keagungan sangat menarik meski hanya dari segi judulnya saja.
Jika dilihat dari isi lirik lagu ini mempunyai bahasa yang tidak biasa. Bahasa yang digunakan mempunyai fokus tujuan yang tidak semua orang mampu membuat bahasa seperti itu.
Ada saat-saat ketika kamu mungkin merasa tanpa tujuan
Kamu tidak dapat melihat tempat-tempat dimana kamu berada
Tetapi kamu akan menemukan bahwa ada tujuan
Sudah ada dalam diri kamu sepanjang dan ketika kamu dekat itu
Kamu hampir dapat mendengarnya.
Dari kutipan bait pertama dalam lagu Glorious dapat kita ketahui bahwa ketika kita merasa tak ada tujuan di dalam diri kita, maka kita disuruh untuk menemukan tujuan tersebut, karena tujuan tersebut dapat kita dengar layaknya sebuah nada. Dari bait awal saja, tidak sembarang orang yang menggunakan kosakata dan bahasa perumpamaan (metafora). Lagu ini memetaforakan tujuan layaknya nada yang dapat didengar. Dengan demikian, dapat kita ketahui bahwa pengguna bahasa dengan bentuk seperti bait pertama lagu ini merupakan orang-orang yang berpendidikan bahkan berpendidikan menengah ke atas. Sangat tidak mungkin orang yang berpendidikan rendah mengutarakan kata-kata dengan bahasa yang seperti itu karena jelas kosakata yang mereka miliki tidak belum cukup banyak untuk membuat kalimat seperti itu.
Ini seperti sebuah simfoni terus mendengarkan
Dan dengan segera kamu akan mulai untuk mencari tahu bagian kamu
Setiap orang memainkan sepotong dan ada melodi
Dalam masing-masing dari kita, oh, itu mulia
Dari bait kedua dapat kita tarik asumsi bahwa tujuan yang kita cari ada di dalam diri kita masing-masing dan kita bisa memainkannya masing-masing seperti diibaratkan simfoni yang terus didengarkan. Lagu ini cocok dinikmati profesi atau pekerjaan yang  berasal dari kalangan intelektual seperti mahasiswa, pelajar, guru, dosen, motivator, atau sastrawan yang mampu menyusun kosakata begitu indah dan sarat makna. Mereka bisa membuat bahasa sebagai perenungan dan juga mempunyai motivasi untuk mencari jati diri kita masing-masing. Sehingga mereka akan dapat lebih mudah menangkap isi dari lagu ini. Bahwa setiap orang di samping mempunyai kelemahan pasti juga mempunyai kelebihan. Kalangan intelektual memang lebih mumpuni dan memiliki wawasan lebih luas dibanding buruh, pedagang atau tukang kayu.
Kamu akan tahu bagaimana untuk membiarkannya berdering
sebagai kamu menemukan siapa kamu
Orang lain di sekitar kamu akan mulai bangun
Untuk suara yang ada di hati mereka
Ini sangat menakjubkan, apa yang kita semua menciptakan
Dari bahasanya juga, kita bisa tahu bahwa usia yang cocok untuk menikmati lagu ini sekitar remaja hingga dewasa. Karena dari segi bahasanya dan sintaksisnya terlihat lebih matang dan memiliki daya pikir yang sudah matang juga. Usia remaja hingga dewasa akan mudah menangkap isi dalam lagu ini daripada usia anak-anak yang pikirannya masih kekanak-kanakan.
Kita bisa menularkan semangat dan memotivasi orang lain untuk menemukan tujuannya juga. Sehingga orang-orang di sekitar kita bisa merasakan semangat yang sama. Inilah kemuliaan, indahnya kehidupan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

D.      Simpulan
Lagu Glorious cocok untuk usia remaja hingga dewasa karena pemikiran mereka sudah matang, juga penikmatnya dari kalangan intelektual karena wawasan mereka sudah luas sehingga mampu menangkap isi dari lagu ini. Jika ditinjau dari segi pendidikan, maka lagu ini cocok untuk orang-orang berpendidikan menengah ke atas, misalnya pelajar SMP hingga Perguruan Tinggi, termasuk dosen dan guru.

E.       Daftar Pustaka

Pengertian Sosiolek, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sosiolek, diunduh 11 November 2015
Chaer, Abdul. Agustina, Leone.2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta
https://mutiaraarif.wordpress.com/2009/06/20/sosiolek/ diunduh pada tanggal 11 November 2015


















6 komentar :

  1. terimkasih kepada admin. kamu hebat dalam menganalisis lagu ini. salam kenal ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal. Terima kasih kembali sudah berkunjung dan membaca tulisan saya :)

      Hapus
  2. makasih kak, analisisnya sangat membantu :)

    BalasHapus
  3. unsur agamanya gaada ya?, atau untuk semua agama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hallo, karena ini saya mengkajinya hanya dalam satu sudut pandang yaitu dari sosiolek sehingga analisis mengarah ke teori tersebut. Saya tidak menggali sisi religiusitasnya

      Hapus