Saturday, 27 October 2018

Teori Menulis yang Tepat untuk Pemula?

Ganti dengan “

Tulisan kali ini akan menjadi jawaban untuk teman-teman yang beberapa kali melontarkan pertanyaan kepada saya melalui inbox maupun Whatshapp. Salah satu jawaban tepat yang saya berikan untuk penulis pemula ketika mereka menanyakan tentang teori menulis yaitu Jangan pikirkan teori dulu.

Lho, kok begitu, Kak?

Ya, memang harus seperti itul! Menulis itu sama dengan berenang, yang penting nyebur dulu ke kolam. Masalah teori, itu belakangan. Hal utamanya, kita harus praktik yang banyak dan sering melakukannya dulu. Jika sudah praktik dan ternyata gagal, baru tanya teorinya.


Jangan Terkungkung dengan Teori

Namun, jika sebelumnya kamu pernah mendengar atau membaca teori menulis, janganlah merasa terkungkung atau terkurung dengan teori yang pernah kamu dengar dan baca. Kesampingkan dulu teori itu, langsung praktik nulis.

Jika kamu mengingat terus teori itu, maka kamu akan merasa terpenjara dan tidak bebas untuk menulis, akhirnya tidak jadi nulis, deh. Kamu perlu ingat, untuk menulis kita harus lepas dari kungkungan. Tuangkan dulu isi benak (ide) kamu ke dalam banyak tulisan, bila buntu, barulah tanyakan atau baca teorinya.

5 Hal untuk Mengatasi Writer's Block


Menulis Bertahap

Teori menulis yang banyak ditulis di berbagai buku atau teori yang dianjurkan dalam setiap pelatihan dan seminar menulis, baru akan kamu rasakan manfaatnya jika kamu sudah mulai menulis sepuluh, dua puluh lembar halaman. atau saat kamu sudah mulai menulis lima puluh sampai ratusan halaman.

Kamu sudah pernah menulis sebuah buku. Ingat, menuliskan sebuah buku, bukan menerbitkan sebuah buku. Ketika kamu sudah menulis dalam jumlah banyak, maka kamu akan menemukan banyak teori yang super keren nan mendetail dalam hal menulis. Namun bila kamu tidak pernah menulis apapun, maka teori-teori itu tidak akan pernah berarti sedikit pun. Coba deh, buktikan.

Jika kamu tidak pernah belajar menulis buku atau menulis artikel dengan rutin, maka teori menulis itu hanya akan menjadi sampah yang menumpuk di otak dan hanya akan mengotori, bukannya mencerdaskanmu.

Menulis yang Banyak

Intinya adalah menulis yang banyak dulu, baru lihat teori. Berlatih dulu yang banyak, baru baca teori. Selain itu, perbaiki tulisan kamu dengan teori itu. Lakukanlah dengan konsisten dan keyakinan bahwa kamu bisa mahir menulis ketika kamu rajin dan konsisten. Ini adalah pesan yang bagus untuk penulis pemula.

Setelah kamu melakukan hal tersebut, setelah kamu menemukan kelincahan dalam menulis. Setelah merasakan hambatan menulis semakin berkurang, maka kamu akan menjumpai tulisan yang tidak pernah diterbitkan itu akhirnya terbit juga.

Tempat Ternyaman untuk Menulis Part 1


Agar dapat sampai ke sana, kamu harus menulis yang banyak dulu. Tulislah yang banyak tentang apa saja. Tidak harus sekaligus banyak. Kamu bisa menggunakan metode cicilan. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Itu adalah pepatah kuno yang cocok untuk zaman apapun.

Jika itu sudah dilakukan, barulah kamu mulai merasakan perkembangan otot-otot jari tangan. Otot mata, urat saraf di kepala kamu akan mulai merasakan kebiasaan baru ini. Jika melakukan kebiasaan baru itu dalam waktu lama, maka kamu akan merasakan manfaat yang besar dari menulis. Dan untuk sampai kepada tingkat yang lebih mahir lagi dalam menulis. Kamu harus berusaha lebih banyak lagi dan untuk itu kamu harus bersabar mempraktikkannnya.

Mencoba Mengeksplor Diri

Setelah lincah menulis dan menguasai banyak perbendaharaan kata, selanjutnya coba kamu mengeksplor diri dengan mencoba beberapa jenis tulisan, misal setelah bisa menulis puisi kemudian coba cerpen coba esai coba resensi, dan seterusnya. Dengan mencoba berbagai jenis tulisan maka kamu akan menemukan satu atau beberapa jenis tulisan yang dirasa nyaman.

Inilah yang akan menentukan passion kamu di tulisan apa. Namun tidak menutup kemungkinan seseorang bisa menguasai semua tulisan. Ini akan lebih bagus lagi. Menulis tidak bisa dipaksakan. Ketika kamu tidak ingin menulis maka jangan menulis. Ketika hati sudah siap maka menulislah.

Kebutuhan menulis akan kamu perlukan saat kamu sudah 'kecanduan' menulis. Titik saat tidak ada hari tanpa menulis, jika saat itu tiba maka kamu sudah jadi penulis. Bagaimana, pada fase mana kamu saat ini? Semoga tulisan sederhana ini membantu buat kamu para pemula yang ingin memulai menulis. Semangat!


0 comments :

Post a Comment